CONTENTS
- 1. Pembiayaan Proyek (PF) | Definisi

- - Perbedaan dengan Pembiayaan Korporasi Biasa
- 2. Pembiayaan Proyek (PF) | Peserta Utama

- - Perusahaan Pengembang dan SPC (PFV)
- - Kontraktor dan Subkontraktor
- - Pemberi Pinjaman (Lembaga Keuangan)
- - Perusahaan Perwalian
- - Investor dan Perusahaan Pengelola Dana
- - Pembeli Unit
- - Lembaga Penjamin dan Pemangku Kepentingan Lainnya
- 3. Pembiayaan Proyek (PF) | Struktur Transaksi

- - Struktur Dasar
- - PFV
- - PF-ABCP
- - Sarana Investasi Tidak Langsung (Dana)
- - Perusahaan Investasi Real Estat (REITs)
- 4. Pembiayaan Proyek (PF) | Panduan Praktis

- - Analisis Kelayakan Ekonomi dan Profitabilitas Proyek
- - Pendirian Perusahaan Bertujuan Khusus (SPC) dan Penetapan Perannya
- - Memastikan Kejelasan Struktur Kontrak
- - Pemeriksaan Penetapan Jaminan dan Sistem Penjaminan
- - Pengelolaan Struktur Keuangan dan Arus Dana
- - Pemeriksaan Kepatuhan terhadap Hukum dan Regulasi
- 5. Pembiayaan Proyek (PF) | Dukungan Hukum

1. Pembiayaan Proyek (PF) | Definisi

Pembiayaan proyek (PF) adalah teknik pembiayaan untuk menghimpun dana yang dibutuhkan bagi proyek berskala besar dengan menjadikan profitabilitas dan kelayakan proyek itu sendiri sebagai dasar pembiayaan, bukan menggunakan kredibilitas atau aset yang sudah dimiliki perusahaan pelaksana proyek sebagai jaminan.
Secara sederhana, struktur ini menjadikan "seberapa besar laba yang dapat dihasilkan proyek ini" sebagai kriteria utama penghimpunan dana.
Arus kas masa depan yang kelak dihasilkan proyek menjadi sumber pelunasan pembiayaan dan, pada prinsipnya, tidak seperti pinjaman korporasi biasa, dana dapat dihimpun tanpa jaminan pribadi pemilik usaha atau jaminan perusahaan.
Perbedaan dengan Pembiayaan Korporasi Biasa
Pembiayaan korporasi biasa menyediakan dana berdasarkan kredibilitas dan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan, sedangkan pembiayaan proyek menghimpun dana berdasarkan profitabilitas dan arus kas masa depan suatu proyek tertentu.
Dalam hal ini, perusahaan bertujuan khusus didirikan secara terpisah dan struktur pembiayaan disusun dengan berfokus pada kelayakan ekonomi proyek itu sendiri.
Dengan demikian, pembiayaan korporasi biasa didasarkan pada tanggung jawab perusahaan secara keseluruhan, sedangkan pembiayaan proyek berfokus pada risiko dan pendapatan masing-masing proyek.
Apa yang dimaksud dengan perusahaan bertujuan khusus?
Perusahaan ini umumnya didirikan untuk memisahkan aset dan risiko serta sering kali dijalankan sebagai perusahaan dengan tanggung jawab terbatas yang dapat meminimalkan campur tangan pihak luar dan membatasi ruang lingkup tanggung jawab.
Setelah tujuan usahanya tercapai, perusahaan tersebut biasanya dibubarkan atau dilebur ke dalam badan hukum lain. Perusahaan ini juga sering digunakan sebagai perusahaan cangkang yang lebih berfokus pada fungsi daripada keberadaan operasionalnya.
2. Pembiayaan Proyek (PF) | Peserta Utama
Pembiayaan proyek bukan sekadar penghimpunan dana oleh satu perusahaan, melainkan suatu struktur kompleks yang melibatkan pembagian peran di antara berbagai pihak.
Setiap peserta memiliki tanggung jawab dan hak hukum serta kontraktualnya masing-masing. Pemahaman yang jelas mengenai hubungan mereka sangat penting bagi stabilitas proyek dan pengelolaan risiko hukum.
Perusahaan Pengembang dan SPC (PFV)
Sebagai pelaku utama proyek pengembangan, pihak ini mengawasi keseluruhan perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Pihak ini umumnya didirikan dalam bentuk SPC (perusahaan bertujuan khusus) atau PFV (perusahaan pembiayaan proyek) dan menjadi subjek hukum yang melaksanakan proyek.
Kontraktor dan Subkontraktor
Pihak ini secara langsung menangani pembangunan proyek dan merupakan peserta utama yang berkewajiban memastikan penyelesaian konstruksi.
Apabila konstruksi dilaksanakan melalui subkontraktor, perselisihan dapat timbul akibat persoalan seperti biaya konstruksi yang tidak dibayar.
Pemberi Pinjaman (Lembaga Keuangan)
Sebagai pihak yang menyediakan dana PF, pemberi pinjaman memberikan pinjaman jembatan pada tahap awal proyek dan pembiayaan jangka panjang pada tahap PF utama.
Untuk memastikan pengembalian pinjaman, pihak ini menggunakan teknik pembiayaan seperti memperoleh hak jaminan, meminta jaminan, dan melakukan sekuritisasi (ABS, ABCP).
Perusahaan Perwalian
Pihak ini menjalankan perwalian real estat dan bertindak untuk mengelola serta melepaskan aset proyek dan mencairkan dana.
Skema perwalian real estat memiliki keunggulan karena meningkatkan transparansi dana dan mendukung perlindungan kreditor.
Investor dan Perusahaan Pengelola Dana
Pihak ini merupakan penyedia modal yang berpartisipasi dalam struktur PF melalui investasi tidak langsung.
Mereka berpartisipasi melalui dana dalam bentuk pinjaman atau investasi ekuitas, sedangkan pengelola investasi kolektif dan perusahaan perwalian bertanggung jawab atas pengoperasian serta pengelolaan dana tersebut.
Pembeli Unit
Sebagai konsumen akhir yang membeli unit setelah proyek selesai, pihak ini berkontribusi pada realisasi pendapatan proyek melalui kontrak pembelian unit dan pembayaran harga unit tersebut.
Perselisihan hukum dapat timbul akibat cacat, keterlambatan, atau persoalan lain dalam proses penjualan unit.
Lembaga Penjamin dan Pemangku Kepentingan Lainnya
Lembaga penjamin seperti Daehan Housing Guarantee menyebarkan risiko melalui jaminan penjualan unit. Selain itu, berbagai pemangku kepentingan, seperti investor proyek, pemegang hak jaminan, dan perusahaan mitra, juga saling terlibat sehingga koordinasi hukum menjadi hal yang sangat diperlukan.
3. Pembiayaan Proyek (PF) | Struktur Transaksi

Proyek pengembangan yang menggunakan skema pembiayaan proyek memiliki struktur kompleks karena melibatkan berbagai kontrak dan banyak pemangku kepentingan.
Struktur transaksi utamanya adalah sebagai berikut.
Struktur Dasar
▶ Perjanjian antarpemegang saham
▶ Perjanjian pinjaman dan jaminan
▶ Perwalian jaminan real estat dan kontrak pekerjaan konstruksi
PFV
PFV, yang merupakan badan hukum bertujuan khusus (SPC), berbentuk perusahaan dengan pemilik proyek, kontraktor, investor, dan pihak lainnya sebagai pemegang saham.
Berdasarkan manfaat yang diberikan oleh Undang-Undang Pajak Korporasi Korea Selatan, pajak perolehan dan pajak pendaftaran real estat dikurangi. Ketentuan pemberatan pajak untuk wilayah metropolitan juga tidak berlaku sehingga struktur ini menguntungkan dari segi perpajakan.
PF-ABCP
Piutang pinjaman dikonversi menjadi efek beragun aset (ABS) atau surat berharga komersial beragun aset (ABCP) untuk menyebarkan risiko keuangan dan memungkinkan berbagai investor berinvestasi dalam proyek pengembangan melalui pasar modal.
Sarana Investasi Tidak Langsung (Dana)
Dalam skema investasi tidak langsung berbentuk dana real estat ini, perusahaan pengelola aset berpartisipasi dalam proyek pengembangan dengan menandatangani perjanjian pinjaman atas nama perusahaan kustodian atau mengambil alih piutang pinjaman.
Perusahaan Investasi Real Estat (REITs)
REITs yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Perusahaan Investasi Real Estat Korea Selatan menghimpun dana melalui penawaran umum saham dan cara lainnya untuk berinvestasi dalam proyek pengembangan real estat.
Terdapat berbagai jenis REITs, termasuk CR REITs untuk restrukturisasi perusahaan dan REITs yang berspesialisasi dalam pengembangan.
4. Pembiayaan Proyek (PF) | Panduan Praktis

Keberhasilan pembiayaan proyek (PF) sangat bergantung pada seberapa sistematis dan cermat struktur proyek dirancang.
Berikut adalah hal-hal utama yang wajib dipertimbangkan ketika merancang dan meninjau struktur proyek PF.
Analisis Kelayakan Ekonomi dan Profitabilitas Proyek
Hal terpenting adalah memproyeksikan secara akurat arus kas masa depan yang akan dihasilkan proyek.
Kemampuan melunasi pembiayaan harus dinilai melalui analisis profitabilitas, disertai analisis skenario untuk mengantisipasi risiko yang tidak terduga.
Pendirian Perusahaan Bertujuan Khusus (SPC) dan Penetapan Perannya
Sebagai subjek hukum proyek, SPC berperan memisahkan aset dan kewajiban serta membatasi risiko.
Pendirian SPC memerlukan ketentuan yang jelas mengenai struktur kepemilikan saham, hak pengendalian manajemen, pembagian tanggung jawab, dan hal-hal lainnya.
Memastikan Kejelasan Struktur Kontrak
Hubungan kontraktual antara para peserta, seperti perusahaan pengembang, kontraktor, lembaga keuangan, dan perusahaan perwalian, harus dirancang secara cermat.
Hak dan kewajiban dalam setiap kontrak harus diperjelas, serta langkah penanganan apabila timbul perselisihan perlu dipersiapkan sebelumnya.
Pemeriksaan Penetapan Jaminan dan Sistem Penjaminan
Penetapan hak jaminan dan perjanjian penjaminan sangat penting untuk memastikan keamanan dana PF.
Risiko keuangan harus diminimalkan dengan memperjelas cakupan dan prioritas jaminan, ruang lingkup tanggung jawab penjamin, serta hal-hal lainnya.
Pengelolaan Struktur Keuangan dan Arus Dana
Arus kas, mulai dari penghimpunan modal hingga pelunasan pinjaman, harus dikelola secara sistematis.
Rencana penggunaan dana dan jadwal pelunasan harus disusun secara realistis, disertai persiapan langkah untuk memastikan tersedianya likuiditas dalam keadaan darurat.
Pemeriksaan Kepatuhan terhadap Hukum dan Regulasi
Kepatuhan menyeluruh terhadap peraturan perundang-undangan dan regulasi keuangan terkait harus diperiksa.
Struktur tersebut khususnya harus dirancang agar manfaat kelembagaan, seperti perlakuan khusus di bidang perpajakan dan langkah pelonggaran regulasi keuangan, dapat dimanfaatkan secara maksimal.
5. Pembiayaan Proyek (PF) | Dukungan Hukum
Pembiayaan proyek melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan struktur kontrak yang kompleks sehingga persoalan serta faktor risiko hukum senantiasa ada.
Oleh karena itu, peninjauan hukum dan pengelolaan risiko yang sistematis perlu dilakukan sebelumnya. Bantuan pengacara berpengalaman merupakan unsur utama bagi penyelesaian proyek.
Berdasarkan pengalaman dalam memberikan konsultasi untuk berbagai pembiayaan proyek, Firma ini menganalisis secara cermat risiko hukum pada setiap tahap dan menawarkan solusi yang sesuai.
Selain itu, Firma ini berupaya sebaik mungkin untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek dalam berbagai aspek, termasuk perundingan dengan lembaga keuangan dan investor serta penandatanganan kontrak.
Jika Anda memerlukan dukungan hukum yang cepat dan akurat selama proses pembiayaan proyek yang kompleks, silakan meminta bantuan kapan saja kepada 🔗pengacara yang berspesialisasi dalam bidang keuangan.












