Latar belakang judul halaman (versi PC)Latar belakang judul halaman (versi seluler)

Kisah Sukses

Pelanggaran Undang-Undang Pemberatan Hukuman Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan (penggelapan, ingkar amanah), penggelapan dalam jabatan

Tindak pidana penggelapan dalam jabatan | Pengacara pidana memperoleh keputusan tidak dilimpahkan bagi klien yang disangka melakukan penggelapan dan ingkar amanah dalam jabatan

Klien yang disangka melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan adalah seorang eksekutif perusahaan TI. Selama menjabat, ia menghadapi risiko penghukuman dalam proses sengketa hak pengendalian manajemen, tetapi dengan bantuan pengacara pidana, ia memperoleh keputusan tidak dilimpahkan oleh kepolisian.

CONTENTS
  • 1. Latar belakang perkara yang menyebabkan dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan
  • 2. Pokok persoalan utama yang diperiksa dalam perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan
    • - Pemeriksaan objektif atas proses penyaluran dana investasi
    • - Pembuktian prosedur pengambilan keputusan dan proses persetujuan
    • - Analisis latar belakang pengaduan dan perselisihan internal
  • 3. Hasil penanganan perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan, keputusan tidak dilimpahkan oleh kepolisian
  • 4. Unsur-unsur dan cara menangani tindak pidana penggelapan dalam jabatan
    • - Standar hukuman untuk tindak pidana penggelapan dalam jabatan
    • - Pokok penanganan penting dalam perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan

1. Latar belakang perkara yang menyebabkan dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan

Menjelaskan unsur-unsur tindak pidana penggelapan dalam jabatan.


Klien yang menjalani penyidikan atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan adalah seorang eksekutif berusia 50-an yang telah bekerja selama sedikitnya 20 tahun di sebuah perusahaan TI Korea Selatan.

Dalam proses mendorong investasi pada bisnis baru dan pembentukan anak perusahaan, perusahaan klien mengalami konflik di antara para eksekutif utamanya mengenai persentase kepemilikan saham dan hak pengendalian manajemen.

Setelah itu, perselisihan internal semakin serius seiring berlanjutnya perbedaan pendapat terkait penyelenggaraan rapat umum pemegang saham dan dewan direksi.

Di tengah keadaan tersebut, beberapa eksekutif (selanjutnya disebut pihak lawan) mengajukan pengaduan pidana dengan dalil bahwa klien mengalokasikan dan menggunakan dana investasi secara tidak proporsional kepada perusahaan tertentu, menggunakan aset perusahaan secara tidak patut, serta menimbulkan kerugian bagi perusahaan dalam proses pengelolaan perusahaan afiliasi.

Pengaduan tersebut tidak hanya mencakup dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, tetapi juga ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan menurut hukum Korea Selatan serta pelanggaran Undang-Undang Pemberatan Hukuman Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan (penggelapan dan ingkar amanah), sedangkan jumlah yang dipermasalahkan mencapai beberapa kali 100 juta KRW.

Ketika muncul kemungkinan penghukuman pidana atas dugaan kejahatan ekonomi dengan nilai dalam satuan 100 juta KRW, klien meminta pengacara pidana menangani perkara tersebut.

2. Pokok persoalan utama yang diperiksa dalam perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan

Menjelaskan cara menangani tindak pidana penggelapan dalam jabatan.


Pengacara pidana yang menelaah perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan berfokus pada proses pengambilan keputusan yang sebenarnya dan ada atau tidaknya niat untuk menguasai harta secara melawan hukum.

Dalam proses ini, pengacara pidana menyusun alat bukti dengan berfokus pada ketiga pokok persoalan di atas dan menyiapkan strategi untuk menghadapi penyidikan.

Pemeriksaan objektif atas proses penyaluran dana investasi

Pengacara pidana memperoleh seluruh perjanjian investasi, risalah rapat direksi, dokumen persetujuan, surel, dan data akuntansi, lalu menyusun secara kronologis prosedur penyaluran dana tersebut.

Secara khusus, pengacara membandingkan dan menganalisis proses pemilihan pihak penerima investasi, latar belakang penandatanganan kontrak, serta prosedur persetujuan pembayaran untuk membuktikan melalui dokumen objektif bahwa seluruh penyaluran dana dilakukan sesuai dengan peraturan internal.

Melalui data transaksi keuangan, pengacara juga menjelaskan bahwa tidak terdapat jejak dana masuk ke rekening pribadi klien atau digunakan untuk kepentingan pribadi.

Berdasarkan dokumen tersebut, pengacara pidana secara sistematis mencantumkan dalam pendapat hukum pembela dan mengajukannya kepada penyidik bahwa niat untuk menguasai harta secara melawan hukum yang diperlukan bagi terpenuhinya tindak pidana penggelapan dalam jabatan sulit untuk dinyatakan terbukti.

Pembuktian prosedur pengambilan keputusan dan proses persetujuan

Pengacara pidana menganalisis secara cermat risalah rapat yang dibuat ketika usaha tersebut dijalankan, jalur persetujuan internal, dan catatan persetujuan elektronik.

Melalui analisis tersebut, pengacara memastikan bahwa keputusan investasi yang dipermasalahkan bukanlah keputusan klien seorang diri, melainkan dilakukan setelah ditelaah oleh sejumlah eksekutif dan departemen terkait.

Pengacara juga mengajukan pendapat penasihat eksternal dan dokumen penelaahan kelayakan usaha yang tersedia saat kontrak ditandatangani untuk menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan pertimbangan bisnis demi kepentingan perusahaan.

Dalam proses pemeriksaan oleh penyidik, strategi pemeriksaan disiapkan terlebih dahulu agar keterangan selaras dengan dokumen objektif. Pengacara juga mendampingi dan memberikan bantuan pada hari pemeriksaan agar fakta yang disampaikan tetap konsisten.

Analisis latar belakang pengaduan dan perselisihan internal

Pengacara pidana tidak hanya menelaah isi pengaduan, tetapi juga menganalisis situasi internal perusahaan yang melatarbelakangi perkara tersebut.

Klien dan pengadu telah lama memiliki perbedaan pendapat mengenai hak pengendalian manajemen dan pelepasan saham. Melalui data kepegawaian, risalah rapat, dan surel, pengacara memastikan bahwa perselisihan semakin tajam dalam proses pergantian eksekutif dan restrukturisasi hak pengendalian manajemen.

Selain itu, pengacara membandingkan satu per satu dalil pihak lawan dalam pengaduan dengan data akuntansi dan riwayat pelaksanaan investasi yang sebenarnya, lalu menyusun bagian-bagian yang tidak selaras dan mengajukannya kepada penyidik.

3. Hasil penanganan perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan, keputusan tidak dilimpahkan oleh kepolisian

Memberikan informasi mengenai standar hukuman untuk tindak pidana penggelapan dalam jabatan.


Setelah memeriksa perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan, penyidik menilai bahwa tidak terdapat cukup bukti objektif untuk menyatakan bahwa klien menggunakan dana perusahaan demi kepentingan pribadi.

Selain itu, penyaluran dana dilakukan sesuai dengan prosedur internal perusahaan dan tidak ditemukan dokumen yang menunjukkan bahwa dana tersebut menjadi milik pribadi klien.

Mengenai dugaan ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan menurut hukum Korea Selatan, penyidik juga menilai bahwa keputusan investasi tersebut masih dapat dipandang sebagai pertimbangan bisnis dan sulit untuk menyimpulkan bahwa klien menjalankan tugas dengan maksud menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Penyidik juga menilai bahwa dugaan pelanggaran Undang-Undang Pemberatan Hukuman Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan sulit diterapkan selama unsur tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan tindak pidana ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan menurut hukum Korea Selatan tidak terpenuhi.

Dengan demikian, klien memperoleh keputusan tidak dilimpahkan oleh kepolisian atas seluruh dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan, dan pelanggaran Undang-Undang Pemberatan Hukuman Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan.

4. Unsur-unsur dan cara menangani tindak pidana penggelapan dalam jabatan

Tindak pidana penggelapan dalam jabatan tidak terpenuhi hanya karena adanya fakta bahwa seseorang menggunakan dana perusahaan.

Penyidik memeriksa secara menyeluruh hubungan penguasaan harta berdasarkan jabatan, pihak yang berhak atas harta tersebut, ada atau tidaknya persetujuan perusahaan, niat untuk menguasai harta secara melawan hukum, dan unsur kesengajaan untuk menentukan terpenuhi atau tidaknya tindak pidana.

Khusus dalam perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang melibatkan eksekutif perusahaan, keputusan investasi atau pertimbangan bisnis sering kali menjadi pokok persoalan. Oleh karena itu, proses penyusunan secara objektif atas perjanjian terkait, data akuntansi, dan dokumen persetujuan internal merupakan hal yang penting.

Standar hukuman untuk tindak pidana penggelapan dalam jabatan

KategoriHukuman
Tindak pidana penggelapanPidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 15 juta won Korea Selatan
Tindak pidana penggelapan dalam jabatanPidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak 30 juta won Korea Selatan


Tindak pidana penggelapan dalam jabatan diancam dengan hukuman yang lebih berat daripada penggelapan biasa karena dilakukan dengan memanfaatkan hubungan kepercayaan dalam pekerjaan.

Dalam hal ini, apabila jumlah keuntungan yang diperoleh melalui penggelapan atau ingkar amanah mencapai batas tertentu, Undang-Undang Pemberatan Hukuman Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan dapat diterapkan.

Jumlah keuntunganHukuman
Sekurang-kurangnya 500 juta dan kurang dari 5 miliar won Korea SelatanPidana penjara untuk waktu tertentu sekurang-kurangnya 3 tahun
Sekurang-kurangnya 5 miliar won Korea SelatanPidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun


Penyidik memeriksa secara menyeluruh metode penghitungan jumlah keuntungan, tujuan penggunaan dana yang sebenarnya, ada atau tidaknya persetujuan perusahaan, serta niat tersangka untuk menguasai harta secara melawan hukum guna menentukan penerapan Undang-Undang Pemberatan Hukuman Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan.

Oleh karena itu, apabila menghadapi risiko penghukuman, penting untuk menjelaskan fakta secara jelas berdasarkan bukti objektif seperti perjanjian, data akuntansi, dan dokumen persetujuan internal.

Pokok penanganan penting dalam perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan

Memberikan informasi mengenai prosedur penyidikan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.


Perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan sering kali memerlukan pemeriksaan data akuntansi, struktur kontrak, dan proses pengambilan keputusan internal perusahaan secara bersamaan dibandingkan dengan perkara pidana biasa.

Khusus dalam perkara yang melibatkan eksekutif perusahaan, proses membedakan pertimbangan dalam pelaksanaan pekerjaan dari perbuatan demi kepentingan pribadi sangat penting sehingga bukti objektif harus diperoleh dan fakta harus disusun secara sistematis.

Firma Hukum Daeryun, firma hukum peringkat ke-9 di Korea Selatan (berdasarkan pelaporan PPN kepada Badan Pajak Nasional pada 2025), mempertimbangkan karakteristik perkara pidana korporasi dengan memeriksa secara menyeluruh aliran dana, proses pengambilan keputusan internal, dan data akuntansi, serta menyusun strategi penanganan yang disesuaikan untuk setiap perkara.

Apabila saat ini Anda sedang menjalani penyidikan atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan menurut hukum Korea Selatan, atau pelanggaran Undang-Undang Pemberatan Hukuman Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan, silakan gunakan 🔗Reservasi konsultasi hukum untuk memeriksa pokok persoalan perkara terlebih dahulu dan menyiapkan arah penanganannya.

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.

Informasi Terkait
Background

Daeryun's Key Strengths

Daeryun's exclusive AI · IT
litigation strategies
Over 240
key members
1,200+ cases
handled monthly

* January 2026 Bar Association Transit Permit Issuance Criteria

*Mematuhi Pasal 4 Peraturan Periklanan Asosiasi Pengacara Korea Paragraph 1

Pengacara
Reservasi konsultasi hukum

Semua konsultasi dilakukan oleh pengacara spesialis setelah meninjau perkara. Konsultasi dilaksanakan dengan sistem reservasi untuk memastikan proses yang profesional.Kami menganjurkan Anda membuat reservasi konsultasi lebih awal, dan meminta kepatuhan terhadap waktu yang dijadwalkan. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk memberikan konsultasi yang memuaskan.

Telepon
konsultasi 1800-7905

Tersedia 24/7, 365 hari
untuk permintaan konsultasi

Reservasi telepon

KakaoTalk
konsultasi

Kanal KakaoTalk

Pengacara Firma Hukum Daeryun

Reservasi KakaoTalk

Daring
konsultasi

Kami menyediakan layanan hukum
yang disesuaikan.

Reservasi daring
Menu Cepat

KakaoTalk