CONTENTS
- 1. Klien yang mendatangi Firma Hukum Daeryun untuk menangani kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk

- - Keadaan saat kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk terjadi
- - Tingkat hukuman atas kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk
- 2. Strategi pengacara profesional untuk melindungi klien yang menyebabkan kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk

- - Upaya mencegah terulangnya kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk
- 3. Hasil perkara kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk, ‘pidana bersyarat’

- - Bagaimana seharusnya menangani kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk?
1. Klien yang mendatangi Firma Hukum Daeryun untuk menangani kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk
Keadaan saat kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk terjadi
Klien dalam perkara ini bekerja sebagai pengemudi, tetapi sebelumnya telah 2 kali mengemudi dalam keadaan mabuk.
Selama ini ia telah berhati-hati dengan berpikir, ‘Jika sekali lagi tertangkap karena kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk, saya benar-benar tamat.’ Namun, setelah minum minuman beralkohol, ia tidak mampu menahan diri dan secara impulsif mengemudikan kendaraan.
Ia mengira tidak akan terjadi masalah karena jaraknya dekat. Namun, pilihan tersebut akhirnya menyebabkan kendaraannya menabrak bus kota dan melukai sejumlah penumpang, sehingga berkembang menjadi perkara mengemudi dalam keadaan mabuk yang mengakibatkan luka.
Tingkat hukuman atas kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk
1. Pelaku pertama kali mengemudi dalam keadaan mabuk atau tidak memiliki riwayat dijatuhi pidana denda atau hukuman yang lebih berat dalam 10 tahun terakhir
Konsentrasi alkohol | Ancaman pidana |
0.2 persen atau lebih | Pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 5 tahun atau denda paling sedikit 10 juta won Korea Selatan dan paling banyak 20 juta won Korea Selatan |
0.08 persen atau lebih dan kurang dari 0.2 persen | Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 2 tahun atau denda paling sedikit 5 juta won Korea Selatan dan paling banyak 10 juta won Korea Selatan |
0.03 persen atau lebih dan kurang dari 0.08 persen | Pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak 5 juta won Korea Selatan |
2. Tidak memiliki riwayat dijatuhi pidana denda atau hukuman yang lebih berat karena tindak pidana terkait mengemudi dalam keadaan mabuk dalam 10 tahun terakhir
Konsentrasi alkohol | Ancaman pidana |
0.2 persen atau lebih | Pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 5 tahun atau denda paling sedikit 10 juta won Korea Selatan dan paling banyak 20 juta won Korea Selatan |
0.08 persen atau lebih dan kurang dari 0.2 persen | Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 2 tahun atau denda paling sedikit 5 juta won Korea Selatan dan paling banyak 10 juta won Korea Selatan |
0.03 persen atau lebih dan kurang dari 0.08 persen | Pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak 5 juta won Korea Selatan |
3. Korban mengalami luka atau meninggal dunia akibat kecelakaan karena mengemudi dalam keadaan mabuk
Jenis | Ancaman pidana |
Korban mengalami luka | Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 15 tahun atau denda paling sedikit 10 juta won Korea Selatan dan paling banyak 30 juta won Korea Selatan |
Korban meninggal dunia | Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 3 tahun |
2. Strategi pengacara profesional untuk melindungi klien yang menyebabkan kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk
Klien sungguh-sungguh menyesali perbuatannya
Meskipun melakukan kesalahan yang sama secara berulang, riwayat pelanggaran klien sebelum perkara ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu sehingga merupakan peristiwa yang sudah sangat lama.
Namun, klien tidak mendalilkan bahwa hukuman tersebut tidak patut hanya karena ia kembali tertangkap setelah sekian lama. Sebaliknya, ia menyesali kesalahannya dan sungguh-sungguh bertobat.
Tim yang menangani perkara mengemudi dalam keadaan mabuk menyusun materi agar kesungguhan penyesalan klien dapat tersampaikan dengan baik serta memberikan panduan mengenai prosedur yang diperlukan.
Klien telah berupaya sebaik mungkin untuk memulihkan kerugian para korban
Segera setelah kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk terjadi, klien berupaya mengambil tindakan yang diperlukan terkait kecelakaan tersebut dan mengikuti pemeriksaan selama proses penyidikan dengan sungguh-sungguh.
Klien memberikan dukungan agar para korban dapat memperoleh perawatan yang layak, mendapatkan pernyataan dari para korban bahwa mereka tidak menghendaki penghukuman, dan berhasil mencapai perdamaian.
Para korban juga hanya mengalami luka yang relatif ringan sehingga kehidupan sehari-hari mereka tidak terlalu terganggu.
Memperoleh pernyataan bahwa korban tidak menghendaki penghukuman merupakan salah satu faktor penting dalam penjatuhan pidana. Dengan bantuan pengacara, perdamaian dapat dicapai dalam batas yang wajar.
Upaya mencegah terulangnya kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk
Setelah perkara ini, klien mencari informasi untuk melepaskan kepemilikan kendaraannya dan melakukan berbagai upaya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dengan penangkapan kali ini, klien telah tertangkap sebanyak 3 kali. Meskipun demikian, ia bertekad tidak akan pernah lagi mengemudi dalam keadaan mabuk apabila diberi kesempatan untuk memperoleh keringanan serta menerima bantuan dari lembaga perawatan dan orang-orang di sekitarnya.
3. Hasil perkara kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk, ‘pidana bersyarat’
Bagaimana seharusnya menangani kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk?
Jika Anda menyebabkan kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk seperti klien dalam perkara ini, jangan melarikan diri dari tempat kejadian karena merasa panik, tetapi lakukanlah tindakan untuk menolong korban.
Apabila tidak mengambil tindakan apa pun setelah kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk, perbuatan tersebut termasuk tidak mengambil tindakan setelah kecelakaan, yang lazim disebut ‘tabrak lari’, dan tingkat hukumannya juga menjadi lebih berat.
Dalam perkara ini, klien telah berupaya melakukan tindakan pertolongan dan memulihkan kerugian korban setelah kecelakaan. Sesuai harapan klien, pengadilan menjatuhkan pidana bersyarat dan bukan pidana penjara efektif.
![음주운전 [음주운전사고처벌 대응] 3회 적발에 피해자도 있었지만 집행유예 종결](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fseo%2Fsuccess%2F20240327082440506.webp&w=828&q=100)
Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.







