Latar belakang judul halaman (versi PC)Latar belakang judul halaman (versi seluler)

Kisah Sukses

Tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan

[Kantor advokat Gwangju] Klien yang menjadi terdakwa tindak pidana seksual dinyatakan 'bebas' berkat bantuan advokat

Klien yang mengunjungi kantor advokat Gwangju didakwa atas tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan, lalu meminta bantuan, dan berkat bantuan tim pembela yang berpengalaman, klien akhirnya dinyatakan bebas (tidak bersalah) di pengadilan.

CONTENTS
  • 1. Kronologi perkara yang ditelaah kantor advokat Gwangju
    • - Bagaimana kisah klien yang mengunjungi kantor advokat Gwangju?
    • - Ketentuan hukum dan yurisprudensi terkait yang disampaikan kantor advokat Gwangju
  • 2. Strategi pembelaan klien yang disusun kantor advokat Gwangju
    • - Kantor advokat Gwangju mempertanyakan 'waktu pelaporan'
    • - Kantor advokat Gwangju menunjukkan 'keterangan yang tidak konsisten'
    • - Kantor advokat Gwangju menekankan 'kesaksian pihak terkait'
  • 3. Hasil bantuan kantor advokat Gwangju, 'putusan bebas'
    • - Bingung karena ditetapkan sebagai 'terdakwa' dalam perkara tindak pidana seksual?

1. Kronologi perkara yang ditelaah kantor advokat Gwangju

Klien yang mengunjungi kantor advokat Gwangju menjadi terdakwa dalam perkara pidana karena dilaporkan oleh rekan kerjanya. Ia diajukan ke persidangan atas tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan.

Klien membantah seluruh tuduhan dan menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Kantor advokat Gwangju menyusun strategi pembelaan yang profesional untuk membuktikan bahwa klien tidak bersalah.

Bagaimana kisah klien yang mengunjungi kantor advokat Gwangju?

Klien dan pelapor A adalah rekan kerja yang biasanya sering minum bersama.

Pada hari kejadian pun, klien memenuhi permintaan A. Sebagai ungkapan terima kasih, A mengusulkan untuk makan bersama di rumahnya.

Klien menyetujui usulan itu, lalu bersama A minum dalam jumlah banyak dan menghabiskan waktu yang menyenangkan hingga larut malam.

Setelah itu, keduanya tertidur di tempat yang berbeda. Keesokan harinya klien terbangun, membantu membereskan sebentar, berpamitan dengan A, lalu pulang ke rumah.

Beberapa bulan kemudian, klien dan A terlibat pertengkaran hebat ketika membicarakan hal yang terkait pekerjaan.

Setelah itu, A tiba-tiba mulai mendalilkan bahwa dirinya telah diperkosa oleh klien.

Klien sama sekali tidak dapat menerima hal tersebut.

Sejak tahap awal penyidikan, klien telah mendapat bantuan firma hukum lain dan secara aktif menyatakan dirinya tidak bersalah, tetapi hal itu tidak diterima.

Oleh karena itu, klien mengunjungi kantor advokat Gwangju untuk memperoleh bantuan yang lebih profesional.

Ketentuan hukum dan yurisprudensi terkait yang disampaikan kantor advokat Gwangju

Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan Pasal 297-2 (tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda ke tubuh korban menurut hukum Korea Selatan)

Setiap orang yang dengan kekerasan atau ancaman memasukkan alat kelamin ke bagian dalam tubuh orang lain seperti mulut atau anus (tidak termasuk alat kelamin), atau memasukkan sebagian anggota tubuh seperti jari (tidak termasuk alat kelamin) atau suatu benda ke dalam alat kelamin atau anus, dipidana dengan pidana penjara untuk waktu tertentu paling singkat 2 tahun.

Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan Pasal 299 (pemerkosaan dan perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar atau tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan)

Orang yang melakukan persetubuhan atau perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan orang lain yang kehilangan kesadaran atau tidak mampu melawan, diperlakukan menurut ketentuan Pasal 297, Pasal 297-2, dan Pasal 298.

“Dalam hal terdakwa secara konsisten membantah dakwaan, dan untuk menyatakan terdakwa bersalah hanya berdasarkan keterangan korban yang merupakan satu-satunya bukti yang mendukung dakwaan, tidak hanya diperlukan rasionalitas dan kelayakan isi keterangan itu sendiri, tetapi juga, jika ditinjau dari keadaan objektif dan kaidah pengalaman, keterangan korban harus memiliki kredibilitas yang cukup untuk menimbulkan keyakinan bahwa dakwaan itu benar sampai tidak menyisakan ruang bagi keraguan yang wajar, serta cukup untuk menolak dalil ketidakbersalahan terdakwa. (lihat Putusan Mahkamah Agung Korea Selatan tanggal 26 November 2015 Nomor 2014도7945, Putusan Mahkamah Agung Korea Selatan tanggal 31 Oktober 2017 Nomor 2016도21231, dan lain-lain)”

2. Strategi pembelaan klien yang disusun kantor advokat Gwangju

Setelah menyelesaikan konsultasi dengan klien, kantor advokat Gwangju mencermati secara rinci dalil pihak A. Di dalamnya ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan fakta, dan berdasarkan celah tersebut, kantor advokat Gwangju menyatakan bahwa klien tidak bersalah.

Kantor advokat Gwangju mempertanyakan 'waktu pelaporan'

A mengajukan pengaduan terhadap klien beberapa bulan setelah hari yang didalilkannya sebagai hari ia mengalami kerugian.

Sebelum itu, A tidak pernah pergi ke pusat konseling terkait kerugian tersebut, tidak pernah mengunjungi rumah sakit, dan tidak pernah memberitahukan peristiwa itu kepada orang-orang di sekitarnya.

Tentu saja, karena korban tindak pidana seksual pun dapat mengalami kesulitan untuk lebih dahulu mengungkapkan kejadian yang dialaminya, suatu permasalahan sulit diajukan hanya dengan alasan bahwa pelaporan terlambat.

Namun, dalam perkara ini terdapat berbagai keraguan seputar waktu pelaporan, sebab pelaporan dilakukan setelah kedua orang tersebut bertengkar hebat.

Selama beberapa bulan setelah peristiwa itu terjadi, A juga tidak pernah menyampaikan kepada klien bahwa dirinya mengalami kerugian.

A tetap makan bersama seperti biasa dan turut menghadiri acara-acara penting klien, tanpa menunjukkan sikap tidak nyaman sama sekali.

Satu-satunya variabel di antara keduanya hanyalah 'pertengkaran terkait pekerjaan'. Oleh karena itu, mengeluhkan adanya kerugian secara tiba-tiba tepat setelah pertengkaran bukanlah alur yang wajar.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, kantor advokat Gwangju menekankan bahwa klien tidak bersalah.

Kantor advokat Gwangju menunjukkan 'keterangan yang tidak konsisten'

Pada saat persidangan, klien pun dengan tegas membantah tuduhan terhadap dirinya, dan karena satu-satunya bukti yang dapat membuktikan kesalahan klien hanyalah keterangan A, maka keterangan tersebut haruslah sangat akurat dan masuk akal.

Namun, keterangan A yang berperan penting dalam membuktikan fakta tindak pidana, seperti waktu klien meninggalkan rumah dan posisi klien pada saat kejadian, justru berubah-ubah.

Keterangan itu tidak konsisten dan seiring waktu berubah menjadi semakin merugikan klien.

Tuduhan terhadap klien tidak boleh diakui hanya berdasarkan keterangan A yang kurang kredibel, dan kantor advokat Gwangju menunjukkan permasalahan ini.

Kantor advokat Gwangju menekankan 'kesaksian pihak terkait'

Pada saat kejadian, A terus bertukar pesan dengan rekan lain yang biasanya akrab dengannya.

Seluruh keadaan sejak klien tiba di rumah A hingga tertidur karena mabuk disampaikan secara langsung.

Selain itu, A juga mengirim pesan kepada rekan tersebut yang menyatakan bahwa malam sebelumnya klien mabuk berat sehingga A sendiri kembali ke kamar seorang diri, mengunci pintu, lalu tertidur.

Hal ini sepenuhnya bertentangan dengan dalil A sebelumnya yang menyatakan bahwa ia mengalami kerugian dari klien ketika sedang berbaring di ruang tamu.

Selain itu, setelah memutuskan untuk melaporkan klien, A bahkan meminta rekan tersebut memberikan kesaksian palsu bahwa ia mendengar kejadian itu tepat pada keesokan harinya setelah peristiwa terjadi.

3. Hasil bantuan kantor advokat Gwangju, 'putusan bebas'

Sebagai hasil dari bantuan kantor advokat Gwangju kepada klien, pengadilan menjatuhkan putusan 'bebas (tidak bersalah)'.

Majelis hakim menjelaskan alasan putusan bebas tersebut, yaitu bahwa proses pengaduan korban tidak wajar dan maksudnya pun patut diragukan.

Bingung karena ditetapkan sebagai 'terdakwa' dalam perkara tindak pidana seksual?

Ada kalanya seseorang yang sebenarnya tidak melakukan tindak pidana seksual justru harus berdiri di pengadilan sebagai terdakwa karena kesalahpahaman yang tidak adil.

Dalam keadaan seperti ini, orang tersebut merasa bingung harus mulai dari mana dan bagaimana membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Dalam sebagian besar perkara terkait tindak pidana seksual, keterangan korban digunakan sebagai bukti utama untuk membuktikan kesalahan terdakwa.

Oleh karena itu, untuk membuktikan bahwa terdakwa tidak bersalah, celah dalam keterangan pihak lawan harus ditemukan dan ditelusuri secara cermat.

Itulah alasan mengapa bantuan tim pembela yang profesional sangat diperlukan sejak tahap awal penyidikan.

Kantor advokat Gwangju membentuk tim pelaksana yang terdiri atas para advokat yang mengkhususkan diri dalam perkara tindak pidana seksual untuk menyusun strategi pembelaan yang paling sesuai bagi klien.

Apabila Anda merasa bingung karena secara tidak adil terlibat dalam tindak pidana seksual, silakan mengunjungi kantor advokat Gwangju yang bernaung di bawah Firma Hukum Daeryun.

[광주변호사사무실] 성범죄 피고인 된 의뢰인, 변호사 도움으로 ‘무죄’

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.

Informasi Terkait
Background

Daeryun's Key Strengths

Daeryun's exclusive AI · IT
litigation strategies
Over 240
key members
1,200+ cases
handled monthly

* January 2026 Bar Association Transit Permit Issuance Criteria

*Mematuhi Pasal 4 Peraturan Periklanan Asosiasi Pengacara Korea Paragraph 1

Pengacara
Reservasi konsultasi hukum

Semua konsultasi dilakukan oleh pengacara spesialis setelah meninjau perkara. Konsultasi dilaksanakan dengan sistem reservasi untuk memastikan proses yang profesional.Kami menganjurkan Anda membuat reservasi konsultasi lebih awal, dan meminta kepatuhan terhadap waktu yang dijadwalkan. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk memberikan konsultasi yang memuaskan.

Telepon
konsultasi 1800-7905

Tersedia 24/7, 365 hari
untuk permintaan konsultasi

Reservasi telepon

KakaoTalk
konsultasi

Kanal KakaoTalk

Pengacara Firma Hukum Daeryun

Reservasi KakaoTalk

Daring
konsultasi

Kami menyediakan layanan hukum
yang disesuaikan.

Reservasi daring
Menu Cepat

KakaoTalk