

Q
Jika mengajukan keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk, apakah pasti mendapat pengurangan hukuman?
Dilihat3,775
Beberapa hari lalu saya terjaring razia mengemudi dalam keadaan mabuk, SIM saya dicabut, dan saya juga dikenai denda..... Semua orang bilang ‘kalau mengajukan keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk, keadaannya membaik’, apakah saya juga pasti bisa mendapat pengurangan hukuman? Tidak ada kecelakaan dan ini pertama kali saya mengemudi dalam keadaan mabuk. Saya ingin tahu apakah mengajukan keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk pasti ada efeknya.
keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk
Jawaban atas Pertanyaan Terkait
Penulis: 박동일
Keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk yang Anda maksud adalah strategi penanganan yang bertujuan mengajukan keberatan atas sanksi administratif serta meringankan hukuman pidana.
Namun, pengajuan keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk tidak selalu berujung pada pengurangan hukuman.
Pertama, dari sisi keringanan sanksi administratif, sesuai Pasal 94 Undang-Undang Lalu Lintas Jalan, apabila menerima sanksi pencabutan atau penangguhan SIM, keberatan dapat diajukan dalam waktu 60 hari, dan menurut Undang-Undang Peradilan Administratif, permohonan peradilan administratif juga dapat diajukan dalam waktu 90 hari.
Namun, berhasil atau tidaknya keringanan secara nyata dinilai berdasarkan keadaan kompleks seperti waktu pengajuan, kadar alkohol dalam darah, ada tidaknya kecelakaan, dan keterkaitan dengan mata pencaharian, dan lain-lain.
Sebagai contoh, meskipun mengemudi dalam keadaan mabuk untuk pertama kalinya, apabila kadarnya 0.08% atau lebih atau terdapat kecelakaan, keringanan sulit diperoleh hanya dengan alasan ‘tolong maafkan karena baru sekali’.
Sebaliknya, apabila kadar alkohol rendah dan terdapat keadaan di mana mengemudi sangat diperlukan untuk mata pencaharian, kemungkinan pengurangan hukuman dapat ditingkatkan dengan cara merapikan alasan-alasan peringanan hukuman lalu menyerahkan surat permohonan keringanan atau surat pendapat.
Selain itu, terkait hukuman pidana, karena mengemudi dalam keadaan mabuk tidak hanya merupakan pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas Jalan tetapi juga dianggap sebagai tindakan yang membahayakan keselamatan publik, faktor seperti kemungkinan pengulangan tindak pidana, ada tidaknya penyesalan, serta permohonan dari lingkungan sekitar menjadi unsur penting.
Oleh karena itu, alih-alih memandang keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk sebagai alat pengurangan hukuman tanpa syarat, Anda harus menyusun strategi penanganan yang disesuaikan dengan kasus yang konkret dengan bantuan ahli.
Dalam keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk, yang menjadi inti bukanlah fakta bahwa ‘telah mengajukan’, melainkan dengan isi seperti apa penjelasan diberikan.
Dalam kasus tanpa kecelakaan dan pelaku pertama kali seperti Anda, apabila kadar alkohol dalam darah serta keadaan mata pencaharian dijelaskan secara sistematis, kemungkinan keringanan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk cukup dapat diharapkan.
Hanya saja, karena hasilnya dapat berbeda tergantung pada daya persuasi bahan yang diserahkan, diperlukan persiapan yang strategis

Berkendara dalam keadaan mabuk dan kecelakaan lalu lintas Pengacara
Reservasi konsultasi hukum
Semua konsultasi dilakukan oleh pengacara spesialis setelah meninjau perkara. Konsultasi dilaksanakan dengan sistem reservasi untuk memastikan proses yang profesional.Kami menganjurkan Anda membuat reservasi konsultasi lebih awal, dan meminta kepatuhan terhadap waktu yang dijadwalkan. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk memberikan konsultasi yang memuaskan.
Telepon
konsultasi 1800-7905
Tersedia 24/7, 365 hari
untuk permintaan konsultasi

KakaoTalk
konsultasi
Kanal KakaoTalk
Pengacara Firma Hukum Daeryun

Daring
konsultasi
Kami menyediakan layanan hukum
yang disesuaikan.
Deals & Cases
Lihat Selengkapnya
Punya pertanyaan lain?





