CONTENTS
- 1. Pemalsuan/perubahan dokumen | Definisi

- 2. Pemalsuan/perubahan dokumen | Unsur-unsur tindak pidana

- - Pemalsuan/perubahan dokumen resmi negara
- - Pemalsuan/perubahan dokumen pribadi
- 3. Pemalsuan/perubahan dokumen | Jenis dan tingkat hukuman

- - Pemalsuan/perubahan dokumen resmi negara dan dokumen pribadi dan sejenisnya
- - Pembuatan dokumen resmi negara, dokumen pribadi, dan sejenisnya dengan menggunakan kapasitas orang lain secara tidak sah
- - Pembuatan dokumen resmi negara palsu dan sejenisnya
- - Pembuatan surat keterangan medis palsu dan sejenisnya
- - Pedoman penjatuhan pidana
- 4. Pemalsuan/perubahan dokumen | Jika terlibat dalam dugaan tindak pidana

- - Memahami keadaan awal
- - Memastikan fakta dan mengamankan alat bukti
- - Menata isi keterangan
- - Penelaahan hukum dan penyiapan materi penjatuhan pidana
- 5. Pemalsuan/perubahan dokumen | Jika sulit menanganinya sendiri

1. Pemalsuan/perubahan dokumen | Definisi

Dalam pemalsuan/perubahan dokumen, pemalsuan dan perubahan merupakan istilah hukum yang berkaitan dengan dokumen atau surat berharga lainnya. Keduanya merujuk pada tindakan membuat sesuatu yang tidak benar, tetapi caranya berbeda.
Pemalsuan adalah pembuatan dokumen baru sejak awal atas nama orang lain oleh orang yang tidak berwenang, sedangkan perubahan adalah tindakan mengubah isi dokumen yang sebelumnya telah dibuat secara sah.
2. Pemalsuan/perubahan dokumen | Unsur-unsur tindak pidana
Tindak pidana pemalsuan/perubahan dokumen terjadi apabila dokumen resmi negara atau dokumen pribadi dipalsukan atau diubah. Tindak pidana ini bertujuan melindungi kepercayaan publik terhadap ‘keaslian’ dokumen.
Oleh karena itu, tindakan tersebut dipandang sebagai tindak pidana berat yang tidak hanya melanggar hak dan kepentingan pribadi, tetapi juga merusak ketertiban hukum dan kepercayaan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan kata lain, karena tindak pidana ini bukan merupakan pelanggaran terhadap kepentingan hukum pribadi dan ditangani secara serius, penanganan sejak tahap awal dapat dianggap penting.
Pemalsuan/perubahan dokumen resmi negara
Dokumen resmi negara adalah semua dokumen yang dibuat atau diproses oleh instansi administrasi dalam pelaksanaan tugas publik.
Dokumen resmi negara juga mencakup berbagai rekaman pada media khusus berikut.
Pemalsuan atau perubahan dokumen resmi negara terjadi apabila seseorang, dengan maksud untuk menggunakannya, memalsukan atau mengubah dokumen atau gambar milik pejabat publik atau lembaga publik.
Namun, jika pemalsuan dilakukan tanpa maksud untuk menggunakan dokumen tersebut dan hanya untuk disimpan sendiri, tindak pidana pemalsuan dokumen resmi negara tidak terjadi.
Pemalsuan/perubahan dokumen pribadi
Dokumen pribadi adalah dokumen yang dibuat oleh orang biasa, seperti individu atau badan hukum swasta.
Dokumen pribadi mencakup dokumen-dokumen berikut.
Pemalsuan atau perubahan dokumen pribadi terjadi apabila seseorang, dengan maksud untuk menggunakannya, memalsukan atau mengubah dokumen atau gambar milik orang lain yang berkaitan dengan hak, kewajiban, atau pembuktian suatu fakta.
Dengan kata lain, tindak pidana ini terjadi ketika orang yang tidak berwenang membuat dokumen memalsukan atau mengubahnya untuk memperoleh keuntungan.
3. Pemalsuan/perubahan dokumen | Jenis dan tingkat hukuman

Tindak pidana yang berkaitan dengan pemalsuan/perubahan dokumen terbagi menjadi berbagai jenis berdasarkan dokumen yang menjadi objek pemalsuan/perubahan dan sifat perbuatannya. Ketentuan hukum yang berlaku dan tingkat hukumannya juga berbeda-beda.
Berikut adalah jenis tindak pidana utama yang sering menjadi persoalan dalam praktik beserta ketentuan hukumannya.
Pemalsuan/perubahan dokumen resmi negara dan dokumen pribadi dan sejenisnya
| Pasal 225 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan (Pemalsuan atau Perubahan Dokumen Resmi Negara dan Sejenisnya) | Orang yang, dengan maksud untuk menggunakannya, memalsukan atau mengubah dokumen atau gambar milik pejabat publik atau lembaga publik dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun. |
| Pasal 231 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan (Pemalsuan atau Perubahan Dokumen Pribadi dan Sejenisnya) | Orang yang, dengan maksud untuk menggunakannya, memalsukan atau mengubah dokumen atau gambar milik orang lain yang berkaitan dengan hak, kewajiban, atau pembuktian suatu fakta dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 10 juta won Korea Selatan. |
Pembuatan dokumen resmi negara, dokumen pribadi, dan sejenisnya dengan menggunakan kapasitas orang lain secara tidak sah
| Pasal 226 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan (Pembuatan Dokumen Resmi Negara dan Sejenisnya dengan Menggunakan Kapasitas Orang Lain secara Tidak Sah) | Orang yang, dengan maksud untuk menggunakannya, membuat dokumen atau gambar dengan menggunakan secara tidak sah kapasitas pejabat publik atau lembaga publik dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun. |
Pembuatan dokumen resmi negara palsu dan sejenisnya
| Pasal 227 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan (Pembuatan Dokumen Resmi Negara Palsu dan Sejenisnya) | Pejabat publik yang, dengan maksud untuk menggunakannya, membuat secara palsu atau mengubah dokumen atau gambar sehubungan dengan tugasnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 tahun atau denda paling banyak 20 juta won Korea Selatan. |
Pembuatan surat keterangan medis palsu dan sejenisnya
| Pasal 233 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan (Pembuatan Surat Keterangan Medis Palsu dan Sejenisnya) | Dokter, dokter pengobatan tradisional Korea, dokter gigi, atau bidan yang membuat surat keterangan diagnosis, laporan pemeriksaan medis, atau surat keterangan hidup atau mati secara palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau pidana penjara tanpa kewajiban bekerja menurut hukum Korea Selatan, penangguhan kualifikasi paling lama 7 tahun, atau denda paling banyak 30 juta won Korea Selatan. |
Pedoman penjatuhan pidana
* Pemalsuan atau perubahan dokumen pribadi dan sejenisnya
▷ Tujuan akhir tindak pidana tidak tercapai sehingga bahaya sosial tidak terwujud
▷ Kemampuan mental yang berkurang (bukan karena kesalahan sendiri)
▷ Menyerahkan diri secara sukarela
▷ Keterlibatan pasif
▷ Bagian yang diubah tidak mencakup porsi yang terlalu besar dari keseluruhan dokumen
▷ Keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana atau dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya tergolong ringan
▷ Tidak memiliki riwayat penghukuman pidana
▷ Penyesalan yang sungguh-sungguh
* Pemalsuan atau perubahan dokumen resmi negara dan sejenisnya
▷ Tujuan akhir tindak pidana tidak tercapai sehingga bahaya sosial tidak terwujud
▷ Kemampuan mental yang berkurang (bukan karena kesalahan sendiri)
▷ Menyerahkan diri secara sukarela
▷ Keterlibatan pasif
▷ Bagian yang diubah tidak mencakup porsi yang terlalu besar dari keseluruhan dokumen
▷ Dalam hal pencatatan keterangan tidak benar pada akta autentik asli atau penggunaan akta tersebut
▷ Tidak memiliki riwayat penghukuman pidana
▷ Penyesalan yang sungguh-sungguh
4. Pemalsuan/perubahan dokumen | Jika terlibat dalam dugaan tindak pidana

Hasil perkara terkait dugaan pemalsuan/perubahan dokumen dapat sangat berbeda bergantung pada latar belakang perkara dan alat bukti yang diperoleh. Oleh karena itu, penting untuk menyusun strategi penanganan yang sesuai dengan keadaan masing-masing secara cermat dan melakukan penanganan secara sistematis.
Memahami keadaan awal
Jika terlibat dalam dugaan pemalsuan/perubahan dokumen, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memahami secara tepat persoalan hukum yang timbul dari perbuatan sendiri.
Arah penanganan akan berbeda bergantung pada hal-hal yang mungkin dipersoalkan oleh lembaga penyidik dan apakah dugaan tersebut benar. Oleh karena itu, perkara perlu ditata dan ditelaah dari sudut pandang yang objektif.
Memastikan fakta dan mengamankan alat bukti
Pengamanan alat bukti merupakan hal utama untuk membuktikan atau membela perbuatan sendiri.
Jika menyangkal dugaan tersebut, perlu dikumpulkan materi yang dapat membuktikan siapa pembuat dokumen sebenarnya, latar belakang pembuatannya, dan ada atau tidaknya dokumen asli.
Sebaliknya, jika mengakui adanya pemalsuan, sebaiknya menyiapkan materi yang mendukung latar belakang dan tujuan pemalsuan serta menunjukkan bahwa lingkup pemalsuan tersebut terbatas.
Menata isi keterangan
Dalam proses pemeriksaan oleh lembaga penyidik, konsistensi dan kredibilitas keterangan merupakan hal yang sangat penting.
Perlu berhati-hati karena mengubah keterangan atau mencoba memberikan alasan yang tidak perlu justru dapat merugikan diri sendiri.
Sebelum pemeriksaan, disarankan untuk meninjau secara menyeluruh arah dan isi keterangan serta menghindari ungkapan yang dapat menimbulkan kerugian.
Penelaahan hukum dan penyiapan materi penjatuhan pidana
Jika suatu perkara tidak memenuhi unsur-unsur tindak pidana pemalsuan/perubahan dokumen, dapat diajukan bantahan berdasarkan hukum bahwa perbuatan tersebut tidak melawan hukum atau tidak terdapat kesengajaan untuk melakukan pemalsuan.
Selain itu, sebaiknya disiapkan materi penjatuhan pidana yang menekankan bahwa tingkat pemalsuan tergolong ringan atau tidak timbul kerugian nyata.
Penyusunan dan penyerahan informasi mengenai lingkungan sosial, ada atau tidaknya riwayat pidana, serta latar belakang perbuatan dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan hukuman.
5. Pemalsuan/perubahan dokumen | Jika sulit menanganinya sendiri
Jika terlibat dalam tindak pidana pemalsuan/perubahan dokumen, perlu dimulai dengan menata latar belakang pembuatan dokumen dan keadaan pada saat itu, memastikan benar atau tidaknya dugaan tersebut, serta menyusun argumentasi pembelaan secara sistematis.
Dengan mempertimbangkan bahwa perkara pemalsuan/perubahan dokumen memerlukan analisis fakta dan penelaahan hukum yang cermat, firma kami membentuk satuan tugas yang terdiri dari 1~20 pakar di bidang terkait dan memberikan penanganan strategis sejak tahap awal perkara.
▷ Menelaah secara hukum terpenuhi atau tidaknya dugaan tindak pidana serta menyusun argumentasi bantahan
▷ Menyusun materi penjatuhan pidana yang menguntungkan berdasarkan tingkat pemalsuan atau perubahan serta ada atau tidaknya kerugian
▷ Menyusun isi keterangan, melakukan simulasi penanganan penyidikan, dan menyiapkan strategi penanganan penyidikan lainnya
▷ Membantu penyusunan berbagai dokumen tertulis, seperti surat pernyataan penyesalan, surat permohonan keringanan, dan perjanjian perdamaian
Jika Anda mengalami kesulitan menangani sendiri dugaan pemalsuan/perubahan dokumen, silakan meminta bantuan pengacara spesialis pidana Firma Hukum Daeryun kapan saja.
Tonton konten video terkait
untuk studi kasus ini.
Simulasi pemeriksaan polisi terhadap tersangka|Pengacara spesialis pidana









