CONTENTS
- 1. Kronologi terperinci perkara yang ditelaah Firma Hukum Ulsan

- - Kisah klien yang mendatangi Firma Hukum Ulsan
- - Peraturan terkait yang dijelaskan Firma Hukum Ulsan
- 2. Strategi pembelaan yang disusun Firma Hukum Ulsan

- - Firma Hukum Ulsan menegaskan tidak adanya hubungan sebab akibat antara pelanggaran batas kecepatan dan akibat kecelakaan
- - Firma Hukum Ulsan menunjukkan arah perjalanan pengendara sepeda motor
- 3. Hasil bantuan Firma Hukum Ulsan: putusan ‘bebas (tidak bersalah)’

- - Khawatir karena terlibat dalam kecelakaan lalu lintas?
1. Kronologi terperinci perkara yang ditelaah Firma Hukum Ulsan
Klien yang mendatangi Firma Hukum Ulsan 🔗didakwa melanggar Undang-Undang Kekhususan Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas Korea Selatan. Karena kecelakaan tersebut mengakibatkan seseorang meninggal, terdapat kemungkinan besar dijatuhkannya hukuman berat. Namun, klien menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak adil baginya.
Firma Hukum Ulsan mendengarkan kisah yang melatarbelakangi perkara klien tersebut.
Kisah klien yang mendatangi Firma Hukum Ulsan
Klien adalah seorang pria berusia 50-an.
Pada akhir pekan yang cerah, ia sedang bepergian dengan mobil untuk berpiknik bersama keluarganya.
Klien yang mengemudikan mobil memasuki jalan bawah tanah dengan mengikuti petunjuk navigasi.
Setelah terus berkendara mengikuti satu lajur, klien akhirnya tiba di pintu keluar jalan bawah tanah.
Pada saat itu, klien melihat sebuah sepeda motor yang sedang melintasi jalan.
Klien segera menginjak rem, tetapi tabrakan dengan sepeda motor tersebut tidak dapat dihindari.
Bemper mobil klien bertabrakan dengan sisi kiri sepeda motor sehingga pengendaranya terjatuh ke jalan. Pengendara yang mengalami luka berat itu dibawa ke rumah sakit, tetapi akhirnya meninggal saat menjalani perawatan.
Kejaksaan Korea Selatan kemudian mengajukan penuntutan dengan menyatakan bahwa klien telah melalaikan kewajiban kehati-hatian dalam pekerjaannya untuk mencegah kecelakaan dengan mematuhi batas kecepatan, memperhatikan keadaan di depan serta di kedua sisi, dan mengemudi secara aman.
Peraturan terkait yang dijelaskan Firma Hukum Ulsan
Pasal 3 Undang-Undang Kekhususan Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas Korea Selatan (Kekhususan Pemidanaan)
① Apabila pengemudi kendaraan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 Undang-Undang Hukum Pidana Korea Selatan akibat kecelakaan lalu lintas, pengemudi tersebut dipidana dengan pidana penjara tanpa kewajiban bekerja menurut hukum Korea Selatan paling lama 5 tahun atau denda pidana paling banyak 20 juta won Korea Selatan.
Pasal 268 Undang-Undang Hukum Pidana Korea Selatan (Kematian atau cedera akibat kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesi maupun kelalaian berat)
Orang yang menyebabkan kematian atau cedera pada seseorang karena kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesi maupun kelalaian berat dipidana dengan pidana penjara tanpa kewajiban bekerja menurut hukum Korea Selatan paling lama 5 tahun atau denda pidana paling banyak 20 juta won Korea Selatan.
2. Strategi pembelaan yang disusun Firma Hukum Ulsan
Firma Hukum Ulsan membentuk tim khusus dan mulai menyusun strategi agar klien dapat memperoleh putusan bebas dalam persidangan serta terbebas dari tuduhan yang menurutnya tidak adil.
Firma Hukum Ulsan menegaskan tidak adanya hubungan sebab akibat antara pelanggaran batas kecepatan dan akibat kecelakaan
Kejaksaan Korea Selatan menyatakan bahwa klien melaju dengan kecepatan 76-84 km/jam di jalan yang memiliki batas kecepatan 60 km/jam dan bahwa pelanggaran batas kecepatan tersebut menyebabkan kecelakaan fatal.
Firma Hukum Ulsan segera membantah pernyataan tersebut.
Saat kecelakaan terjadi, klien baru saja keluar dari jalan bawah tanah dan terdapat pagar pengaman di sisi kanan pintu keluar.
Dalam keadaan tersebut, pengendara sepeda motor datang dari sisi kanan pintu keluar dengan melintasi lajur.
Klien sama sekali tidak dapat melihat sepeda motor yang masuk dari sisi kanan hingga mencapai ujung pagar pengaman.
Ketika klien mulai dapat melihat sepeda motor korban, jarak yang tersisa menuju lokasi tabrakan hanya 10 m.
Menurut hasil pemeriksaan lembaga otoritas lalu lintas jalan Korea Selatan, jarak berhenti di lokasi kecelakaan dalam perkara ini adalah sekitar 22 m ketika kendaraan melaju dengan kecepatan 50 km/jam dan sekitar 34.98 m ketika kendaraan melaju dengan kecepatan 60 km/jam.
Dengan kata lain, sekalipun kendaraan melaju dengan kecepatan 5-60 km/jam sesuai batas kecepatan, tidak dapat dipastikan bahwa kecelakaan dalam perkara ini tidak akan terjadi.
Dengan menyerahkan data tersebut, Firma Hukum Ulsan menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan sebab akibat antara pelanggaran batas kecepatan oleh klien dan kecelakaan fatal dalam perkara ini.
Firma Hukum Ulsan menunjukkan arah perjalanan pengendara sepeda motor
Saat kecelakaan terjadi, pengendara sepeda motor yang meninggal sedang melintasi jalan dan melewati ‘zona keselamatan’ untuk memasuki lokasi kecelakaan.
Menurut Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Korea Selatan, zona keselamatan merupakan area yang dilarang dimasuki kendaraan.
Klien tidak mungkin dapat dengan mudah memperkirakan bahwa kendaraan lain akan melewati zona keselamatan dan muncul di hadapannya.
Firma Hukum Ulsan menegaskan bahwa kecelakaan terjadi karena sepeda motor korban melanggar peraturan lalu lintas dengan melintasi secara tegak lurus zona keselamatan yang terletak di ujung pintu keluar jalan bawah tanah, sehingga klien tidak seharusnya dimintai pertanggungjawaban atas kelalaian.
3. Hasil bantuan Firma Hukum Ulsan: putusan ‘bebas (tidak bersalah)’
Berkat bantuan aktif Firma Hukum Ulsan kepada klien, pengadilan menjatuhkan putusan bebas (tidak bersalah) terhadap klien.
Pihak Kejaksaan Korea Selatan kemudian mengajukan banding, tetapi majelis hakim tingkat banding juga mengambil keputusan yang sama dengan pengadilan tingkat pertama.
Majelis hakim tingkat banding menjelaskan bahwa putusan bebas tersebut dijatuhkan karena klien berada dalam keadaan yang menyulitkannya memperkirakan kemunculan sepeda motor korban dan karena tidak dapat dipastikan bahwa kecelakaan dalam perkara ini tidak akan terjadi sekalipun klien mematuhi batas kecepatan.
Khawatir karena terlibat dalam kecelakaan lalu lintas?
Jika seseorang secara tiba-tiba ditetapkan sebagai pihak yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas tanpa disengaja, keadaan tersebut tentu sangat membingungkan.
Terlebih lagi, apabila ia berada dalam keadaan yang membuatnya sama sekali tidak dapat melihat kendaraan korban seperti klien dalam contoh di atas, ketidakadilan yang dirasakannya tentu akan semakin besar.
Karena kecelakaan fatal bukanlah perkara ringan, terdapat kemungkinan besar dijatuhkannya hukuman berat.
Oleh karena itu, untuk memperjuangkan putusan bebas, tidak adanya kelalaian harus dibuktikan secara jelas berdasarkan bukti yang objektif.
Inilah alasan bantuan tim pengacara profesional harus diperoleh sejak tahap awal penyidikan.
Firma Hukum Ulsan memberikan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap klien melalui tim pengacara yang berpengalaman dalam persidangan terkait kecelakaan lalu lintas.
Jika Anda memiliki pertanyaan terkait kecelakaan lalu lintas, silakan mengunjungi Firma Hukum Ulsan kapan saja.

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.








