CONTENTS
- 1. Klien yang mendatangi pengacara perceraian Ulsan

- - Latar belakang klien mendatangi pengacara perceraian Ulsan
- 2. Peraturan terkait perkara yang dijelaskan oleh pengacara perceraian Ulsan

- 3. Bantuan yang diberikan oleh pengacara perceraian Ulsan

- 4. Penilaian pengadilan terhadap argumentasi pengacara perceraian Ulsan

- - Jika Anda memerlukan bantuan pengacara perceraian Ulsan
1. Klien yang mendatangi pengacara perceraian Ulsan
Latar belakang klien mendatangi pengacara perceraian Ulsan
Klien dalam perkara ini adalah seorang pelatih kebugaran yang menjadi dekat dengan seorang anggota yang menerima pelatihan personal training (PT), lalu mulai menjalin hubungan dengannya.
Setelah berpacaran selama sekitar 5 bulan, kekasihnya hamil dan keduanya pun menikah.
Beberapa bulan kemudian, klien dan istrinya mengunjungi dokter kandungan untuk pemeriksaan kehamilan. Dokter kemudian memberi tahu bahwa sang istri telah terinfeksi sifilis akibat berhubungan seksual dengan laki-laki lain sebelum menikah.
Akibatnya, konflik antara klien dan istrinya semakin serius, tetapi klien berusaha memahami istrinya demi anak mereka.
Namun, ketika mengandung anak kedua, istrinya minum minuman beralkohol dan baru pulang menjelang dini hari. Setelah melahirkan pun, ia kerap keluar hingga larut malam dan berulang kali berselingkuh.
Karena tidak lagi sanggup menoleransi istrinya yang mengabaikan keluarga, klien memutuskan untuk menuntut ganti rugi immateriil dari para tergugat.
Klien mendatangi pengacara perceraian Ulsan untuk menempuh langkah hukum dengan bantuan pengacara profesional.
2. Peraturan terkait perkara yang dijelaskan oleh pengacara perceraian Ulsan
■ Pasal 766 Undang-Undang Hukum Perdata Korea Selatan (Daluwarsa hak menuntut ganti rugi)
① Hak menuntut ganti rugi akibat perbuatan melawan hukum menjadi daluwarsa apabila korban atau perwakilan hukumnya tidak menggunakan hak tersebut selama 3 tahun sejak mengetahui kerugian dan pelakunya.
② Ketentuan pada ayat sebelumnya juga berlaku apabila 10 tahun telah berlalu sejak perbuatan melawan hukum tersebut dilakukan.
■ Hal yang perlu diperhatikan dalam gugatan ganti rugi immateriil terhadap pihak ketiga dalam perselingkuhan
Apabila kehidupan bersama pasangan suami istri telah berakhir akibat perselisihan dan perpisahan yang berkepanjangan sehingga hakikat kehidupan perkawinan tidak lagi ada dan secara objektif tidak mungkin dipulihkan, pasangan lainnya tidak dapat menuntut ganti rugi dari pihak ketiga meskipun pihak ketiga tersebut kemudian berselingkuh dengan salah satu pasangan
■ Ganti rugi immateriil dapat dituntut dari pihak ketiga dalam perselingkuhan yang bertanggung jawab atas retaknya perkawinan, tetapi tuntutan tidak dapat diajukan apabila memenuhi kondisi berikut
1. Pihak ketiga dalam perselingkuhan tidak dapat mengetahui bahwa pasangan saya telah menikah
2. Hubungan perkawinan secara nyata telah berakhir sebelum perselingkuhan terjadi
3. Bantuan yang diberikan oleh pengacara perceraian Ulsan
Pengacara perceraian Ulsan menganalisis perkara melalui konsultasi mendalam dengan klien dan menyusun langkah penanganan bertahap yang sesuai.
Pengacara mengemukakan hal-hal berikut dan menyatakan bahwa para tergugat berkewajiban membayar ganti rugi immateriil.
■ Tergugat terus berselingkuh secara sepihak tanpa berusaha memulihkan hubungan suami istri
■ Karena tergugat mengabaikan keluarga, anak-anak tidak dapat menjalani kehidupan secara normal
■ Klien saat ini mengalami depresi berat akibat perselingkuhan pasangan dan laki-laki yang berselingkuh dengannya
■ Sang istri bukan menunjukkan penyesalan, melainkan mengancam klien dengan menodongkan pisau
4. Penilaian pengadilan terhadap argumentasi pengacara perceraian Ulsan
Pengadilan menerima argumentasi pengacara perceraian Ulsan dan memutuskan bahwa “Para tergugat masing-masing harus membayar kepada penggugat ganti rugi immateriil sebesar 50 juta won Korea Selatan dan 20 juta won Korea Selatan.”
Jika Anda memerlukan bantuan pengacara perceraian Ulsan
🔗Perkara perceraian dapat melibatkan perselisihan mengenai berbagai persoalan, seperti ganti rugi immateriil, pembagian harta bersama, kekuasaan orang tua, dan hak asuh anak. Oleh karena itu, memperoleh bantuan pengacara spesialis perceraian sejak tahap awal perkara akan menguntungkan.
Untuk berhasil menuntut ganti rugi immateriil, diperlukan bukti yang lebih meyakinkan.
Jika Anda memerlukan bantuan pengacara profesional seperti dalam perkara ini, silakan menghubungi Firma Hukum Daeryun yang menyediakan konsultasi dan penanganan darurat 24 jam sehari, 365 hari setahun.

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.









