CONTENTS
- 1. Kisah klien yang menghadapi gugatan perceraian

- - Kapan gugatan perceraian dapat diajukan?
- - Apa saja metode perceraian dan biaya gugatan biaya pemeliharaan anak?
- 2. Dalil dan bantahan pihak Penggugat (istri) yang mengajukan gugatan perceraian

- - Rincian bantuan pengacara spesialis perceraian dan biaya pemeliharaan anak
- - Hasil gugatan perceraian dan tuntutan biaya pemeliharaan anak
- 3. Pertanyaan yang sering diajukan sebelum mengajukan gugatan perceraian

1. Kisah klien yang menghadapi gugatan perceraian
Berikut adalah kisah klien yang mendatangi pengacara karena memerlukan konsultasi terkait gugatan perceraian.
Klien sedang menghadapi gugatan perceraian yang diajukan oleh istrinya.
Klien dan istrinya telah berpisah tempat tinggal selama beberapa tahun. Saat mengajukan gugatan, sang istri mendalilkan bahwa ia “menerima perlakuan tidak patut dari klien dan orang tua klien.”
Selain itu, sang istri mengajukan gugatan perceraian dengan menuntut uang santunan (ganti rugi immateriil) sebesar 30 juta won Korea Selatan dan penggantian biaya pemeliharaan anak masa lampau sekitar 30 juta won Korea Selatan.
Namun, pada kenyataannya, sang istri membawa anak-anak dan mulai berpisah tempat tinggal seolah-olah melarikan diri dari rumah. Meskipun mengalami kesulitan keuangan, klien tetap mengirimkan biaya hidup kepada istrinya secara rutin dan menunjukkan keinginannya untuk memulihkan hubungan mereka.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, perkara ini merupakan sengketa perceraian yang keretakan perkawinannya sulit dinyatakan sebagai kesalahan klien.
Klien tidak memiliki perbedaan pendapat mengenai perceraian, tetapi ingin membantah tuntutan uang santunan (ganti rugi immateriil) dan penggantian biaya pemeliharaan anak masa lampau berdasarkan pembuktian objektif. Oleh karena itu, ia meminta konsultasi dan bantuan dari pengacara spesialis perceraian serta pengacara spesialis biaya pemeliharaan anak di Firma Hukum Daeryun.

Kapan gugatan perceraian dapat diajukan?
Gugatan perceraian adalah prosedur yang diajukan salah satu pihak dalam perkawinan kepada pengadilan untuk mengakhiri hubungan perkawinan dan, apabila para pihak tidak mencapai kesepakatan, Pengadilan Keluarga Korea Selatan memutuskan berakhirnya perkawinan melalui putusan.
Undang-Undang Hukum Perdata Korea Selatan mengatur alasan perceraian melalui putusan pengadilan dan menetapkan bahwa perbuatan tidak setia pasangan, penelantaran dengan iktikad buruk, perlakuan yang sangat tidak patut, tidak diketahuinya hidup atau mati pasangan selama setidaknya 3 tahun, atau alasan berat lainnya yang menyebabkan perkawinan sulit dilanjutkan dapat menjadi dasar untuk menuntut perceraian di pengadilan.
Karena proses ini tidak hanya menentukan “apakah perceraian dikabulkan,” tetapi juga menangani tuntutan tambahan seperti uang santunan (ganti rugi immateriil) dalam gugatan perceraian, pembagian harta bersama, hak asuh anak, dan biaya pemeliharaan anak (nafkah anak), dasar hukum dan perolehan bukti menjadi sangat penting.
Apa saja metode perceraian dan biaya gugatan biaya pemeliharaan anak?
Kategori | Prosedur | Karakteristik utama | Keterlibatan pengadilan |
Perceraian berdasarkan kesepakatan | Pasangan melapor kepada pengadilan setelah mencapai kesepakatan | Dapat diselesaikan dengan cepat berdasarkan kesepakatan para pihak | Memerlukan konfirmasi Pengadilan Keluarga Korea Selatan |
Perceraian melalui mediasi | Kesepakatan dicapai melalui komite mediasi | Diselesaikan melalui mediasi pengadilan apabila perceraian berdasarkan kesepakatan sulit dilakukan | Prosedur mediasi pengadilan dilaksanakan |
Perceraian melalui putusan pengadilan | Mengajukan gugatan kepada Pengadilan Keluarga Korea Selatan | Dilaksanakan apabila kesepakatan tidak dapat dicapai atau sengketa mengenai uang santunan (ganti rugi immateriil) dalam gugatan perceraian, biaya pemeliharaan anak (nafkah anak), kekuasaan orang tua, dan persoalan lainnya menjadi rumit | Perkawinan diakhiri melalui putusan pengadilan |
Seperti dalam perkara klien ini, apabila suami dan istri memiliki pandangan yang berbeda mengenai penyebab perceraian dan perundingan mereka benar-benar gagal, gugatan perceraian melalui putusan pengadilan harus diajukan.
Terlebih lagi, karena tuntutan uang santunan (ganti rugi immateriil) dan penggantian biaya pemeliharaan anak masa lampau juga telah diajukan, pengacara spesialis biaya pemeliharaan anak segera mulai menangani prosedur perceraian melalui putusan pengadilan.
Tonton konten video terkait
untuk studi kasus ini.
Perceraian atas kesepakatan, gugatan perceraian, dan perceraian melalui mediasi dijelaskan oleh pengacara spesialis perceraian.
2. Dalil dan bantahan pihak Penggugat (istri) yang mengajukan gugatan perceraian
Sang istri mendalilkan bahwa “klien dan orang tuanya telah memperlakukannya dengan sangat tidak patut” dan menjadikan hal tersebut sebagai alasan perceraian.
Ia juga menyatakan bahwa “dirinya seorang diri merawat ayah mertuanya yang sakit dan menerima perlakuan tidak patut dari mertuanya.”
Namun, berlawanan dengan dalil sang istri, pengacara membuktikan dengan alat bukti bahwa seluruh perawatan dilakukan oleh perawat dan ibu mertua.
Selain itu, diperoleh pernyataan tertulis bahwa sang istri bahkan tidak pernah menelepon mertuanya satu kali pun dan justru bersikap tidak sopan kepada orang tua klien.
Lebih lanjut, ditemukan keadaan yang menunjukkan bahwa setelah membawa anak-anak dan meninggalkan rumah secara sepihak, sang istri juga menarik serta menggunakan uang jaminan rumah yang sebelumnya mereka tempati bersama.
Meskipun demikian, klien memiliki catatan pengiriman biaya hidup dan biaya pemeliharaan anak (nafkah anak) yang dilakukannya dari waktu ke waktu.
Pada akhirnya, dalil sang istri mengenai alasan perceraian tidak didukung oleh bukti objektif, dan penyebab keretakan perkawinan justru dinilai berasal dari tindakan sepihak sang istri.
Rincian bantuan pengacara spesialis perceraian dan biaya pemeliharaan anak

① Memperoleh bukti untuk membantah dalil perlakuan tidak patut
Pengacara memperoleh pernyataan tertulis dari mertua, keterangan perawat, dan catatan keluar masuk rumah sakit untuk membuktikan bahwa perawatan ayah mertua dilakukan dengan bantuan pihak ketiga, bukan oleh sang istri sebagaimana didalilkannya.
Dengan demikian, dalil sang istri mengenai “perlakuan tidak patut akibat merawat mertua” kehilangan daya persuasifnya.

② Mengungkap penyebab sebenarnya dari keretakan perkawinan
Pengacara menyatakan bahwa tanggung jawab utama atas keretakan perkawinan berada pada sang istri dengan menunjukkan bahwa ia secara sepihak mulai berpisah tempat tinggal dan menarik uang jaminan rumah, serta tidak memberikan kesempatan kepada klien untuk berdiskusi saat pindah rumah.

③ Menyerahkan catatan pengiriman biaya hidup dan biaya pemeliharaan anak
Klien terus membayar biaya hidup untuk anak-anaknya bahkan setelah mereka berpisah tempat tinggal.
Pengacara menyerahkan catatan pengiriman uang dan transfer rekening tersebut sebagai bukti serta menegaskan bahwa klien telah memenuhi kewajibannya untuk menafkahi anak-anak.
Hasil gugatan perceraian dan tuntutan biaya pemeliharaan anak

Majelis hakim menjatuhkan putusan yang menolak seluruh tuntutan Penggugat (istri) atas uang santunan (ganti rugi immateriil) dalam gugatan perceraian dan penggantian biaya pemeliharaan anak masa lampau. Pengadilan hanya mengabulkan perceraian dan tidak menerima tuntutan keuangannya.
Perkara ini tidak hanya berkaitan dengan konflik emosional antara suami dan istri, tetapi juga mempermasalahkan pihak yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan dan dasar hukum tuntutan harta.
Analisis fakta yang sistematis dan penyajian bukti oleh pengacara spesialis perceraian menghasilkan penolakan terhadap tuntutan uang santunan (ganti rugi immateriil) dalam gugatan perceraian dan tuntutan biaya pemeliharaan anak.
Langkah pertama dalam gugatan perceraian adalah membuktikan fakta secara jelas dengan bantuan ahli sejak tahap awal.
Jika Anda membutuhkan bantuan terkait perceraian, silakan segera melakukan 🔗pemesanan konsultasi hukum dengan Firma Hukum Daeryun, firma hukum peringkat ke-9 di Korea Selatan berdasarkan pelaporan pajak pertambahan nilai tahun 2025.
3. Pertanyaan yang sering diajukan sebelum mengajukan gugatan perceraian
T. Apakah pengacara selalu diperlukan ketika mengajukan gugatan perceraian? J. Secara hukum, menunjuk pengacara bukan merupakan kewajiban. Anda juga dapat menjalankan gugatan tanpa pengacara dengan menyusun sendiri surat gugatan atau jawaban dan menyerahkannya kepada Pengadilan Keluarga Korea Selatan. Namun, jika perkaranya rumit, seperti terkait pembagian harta bersama, hak asuh anak, dan uang santunan (ganti rugi immateriil), Anda disarankan untuk memperoleh bantuan pengacara. Khususnya apabila pihak lawan telah menunjuk pengacara, menanggapinya tanpa dukungan hukum dapat merugikan posisi Anda.
J. Anda harus memanfaatkan permohonan eksekusi paksa dan sistem pemeriksaan harta kekayaan. Jika putusan tidak dilaksanakan, pengadilan dapat menahan pihak lawan, dan tekanan tambahan juga dapat diterapkan melalui perintah pelaksanaan langsung dari pengadilan. Uang santunan (ganti rugi immateriil) atau biaya pemeliharaan anak (nafkah anak) bukanlah pembayaran yang boleh tidak dilakukan hanya karena seseorang tidak ingin membayarnya. Dengan putusan pengadilan, tersedia sarana hukum untuk melakukan pemulihan secara paksa melalui gaji, rekening bank, dan real estat. Namun, karena prosedur eksekusinya tidak sederhana, Anda disarankan untuk memperoleh bantuan pengacara.T. Apa yang harus dilakukan jika pihak lawan bersikeras tidak dapat membayar biaya pemeliharaan anak yang telah ditetapkan setelah gugatan perceraian?
Lihat Juga

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.










