CONTENTS
- 1. Perusakan barang militer | Konsep

- 2. Menelaah jenis perusakan barang militer

- - Perbedaan tindak pidana perusakan barang dan tindak pidana perusakan barang militer
- - Perusakan barang militer, pelaku karena kelalaian juga dipidana
- 3. Perusakan barang militer | Menelaah tingkat hukuman

- - Prosedur penyidikan dugaan perusakan barang militer
- 4. Perusakan barang militer | Menelaah poin-poin penanganan

- 5. Perusakan barang militer | Poin pembelaan

- - Penanganan ganti rugi perdata juga diperlukan
- - Perusakan barang militer, jika memerlukan bantuan hukum
1. Perusakan barang militer | Konsep

Perusakan barang militer adalah tindakan menghancurkan atau merusak peralatan dan material militer yang digunakan untuk pelaksanaan operasi militer atau pertahanan negara.
Karena dianggap bukan sekadar perusakan barang, melainkan masalah yang berkaitan langsung dengan kemampuan tempur militer dan kekuatan pertahanan negara, tindakan ini dikenai hukuman yang jauh lebih berat daripada tindak pidana perusakan barang di lingkungan sipil.
Dalam perusakan barang militer, perusakan tidak hanya mencakup kerusakan fisik, tetapi juga terganggunya fungsi barang tersebut. Oleh karena itu, tindak pidana ini juga dapat terpenuhi apabila penggunaan barang militer mengalami gangguan meskipun secara kasatmata tampak tidak bermasalah.
2. Menelaah jenis perusakan barang militer

Perusakan barang militer terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk tindakan atau objeknya. Jenis-jenis utamanya adalah sebagai berikut.
1. Perusakan barang militer yang dilakukan dengan sengaja
Jenis ini merujuk pada perbuatan personel militer yang dengan sengaja menghancurkan barang militer seperti kendaraan, senjata, peralatan, dan amunisi.
Contohnya adalah merusak kendaraan karena menentang atasan atau merusak senjata api karena tidak ingin mengikuti latihan.
2. Perusakan barang militer karena kelalaian
Jenis ini terjadi ketika barang militer rusak akibat kelalaian berat atau pengelolaan yang tidak memadai meskipun tidak terdapat kesengajaan.
Contohnya adalah kecelakaan yang terjadi karena kendaraan militer tidak dirawat dengan benar atau senjata api menjadi berkarat karena tidak disimpan dengan semestinya.
3. Turut serta sebagai pelaku atau pembantuan
Apabila beberapa orang bersama-sama merusak barang militer, mereka dipidana sebagai pelaku bersama. Orang yang membantu atau memerintahkan tindakan tersebut juga dapat dipidana sebagai pelaku pembantuan.
4. Perusakan tidak langsung
Tindak pidana perusakan juga dapat terpenuhi apabila barang militer mengalami kerusakan akibat penyebab tidak langsung.
Misalnya, apabila merokok di dekat bahan berbahaya mengakibatkan ledakan amunisi, pertanggungjawaban atas tindak pidana perusakan dapat timbul.
Perbedaan tindak pidana perusakan barang dan tindak pidana perusakan barang militer
Tindak pidana perusakan barang biasa dan tindak pidana perusakan barang militer sama-sama merupakan tindak pidana terkait tindakan merusak barang, tetapi terdapat perbedaan penting dalam sifat barang yang menjadi objek, status pelaku, dan tingkat hukumannya.
Aspek | Tindak pidana perusakan barang | Tindak pidana perusakan barang militer |
Dasar hukum | Pasal 366 Undang-Undang Hukum Pidana Korea Selatan | Pasal 69 dan pasal-pasal lainnya dalam Undang-Undang Hukum Pidana Militer Korea Selatan |
Kepentingan hukum yang dilindungi | Hak atas kekayaan milik pribadi atau orang lain | Keamanan negara dan pemeliharaan kemampuan tempur militer |
Barang yang menjadi objek | Barang milik pribadi atau publik pada umumnya | Barang militer |
Pelaku | Siapa pun | Terutama personel militer dan pegawai sipil militer |
Unsur kesengajaan | Terpenuhi jika dilakukan dengan sengaja | Kesengajaan maupun kelalaian sama-sama dipidana |
Tindak pidana perusakan barang militer dipandang bukan sekadar perusakan barang, melainkan ancaman terhadap kemampuan militer dalam menjalankan tugasnya sehingga dikenai hukuman yang jauh lebih berat.
Dengan mempertimbangkan kekhususan berupa pemeliharaan disiplin militer dan keamanan negara, tujuan legislasi, ruang lingkup penerapan, dan standar hukumannya berbeda dari tindak pidana perusakan barang biasa.
Personel militer khususnya perlu lebih berhati-hati dalam pengelolaan dan perawatan peralatan sehari-hari karena kelalaian pun dapat dipidana.
Perusakan barang militer, pelaku karena kelalaian juga dipidana
Karakteristik utama perusakan barang militer adalah bahwa perusakan barang militer karena kelalaian pun dapat dipidana.
Perkara ini berkaitan dengan sebuah jip militer yang menyeberangi rel kereta api tanpa izin, lalu masuk ke saluran drainase akibat ketidakcakapan prajurit pengemudi sehingga sebagian kendaraan bertabrakan dengan kereta dan mengalami kerusakan.
Pengadilan menilai bahwa meskipun terdakwa sebagai penumpang senior telah memerintahkan penyeberangan rel tersebut, hal itu sendiri tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa terdakwa turut bertanggung jawab karena kelalaian atas akibat kerusakan tersebut.
Yurisprudensi ini menunjukkan bahwa dalam penerapan tindak pidana perusakan barang militer karena kelalaian, ada atau tidaknya kelalaian konkret dari masing-masing pelaku tetap harus dinilai secara jelas.
Lihat Juga
3. Perusakan barang militer | Menelaah tingkat hukuman

Pidana denda tidak diatur bagi pelaku perusakan barang militer yang bertindak dengan sengaja. Namun, pelaku karena kelalaian dapat menerima hukuman yang lebih ringan berupa pidana denda sehingga perlu dibuktikan bahwa perbuatan tersebut dilakukan karena kelalaian.
Daripada sekadar mengulangi dalil bahwa perbuatan tersebut merupakan kesalahan yang tidak disengaja, dalil itu perlu diperkuat dengan bukti objektif.
| Tindakan | Tingkat hukuman bagi pelaku yang bertindak dengan sengaja | Tingkat hukuman bagi pelaku karena kelalaian |
| Pembakaran terhadap fasilitas militer dan sejenisnya | Pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara sekurang-kurangnya 10 tahun | Pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak 3 juta won Korea Selatan |
| Pembakaran terhadap gudang | Apabila terdapat barang yang digunakan untuk kepentingan militer: pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara sekurang-kurangnya 7 tahun Apabila tidak terdapat barang yang digunakan untuk kepentingan militer: pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun | |
| Perusakan fasilitas militer | Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sekurang-kurangnya 2 tahun | |
| Perusakan kapal atau pesawat udara | Pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun |
Prosedur penyidikan dugaan perusakan barang militer
Apabila dugaan perusakan barang militer diajukan, perkara biasanya diproses melalui tahapan berikut.
1. Pemeriksaan awal
Pemeriksaan internal kesatuan dimulai dan keterangan pihak terkait serta bukti fisik dikumpulkan.
2. Penyidikan oleh polisi militer
Apabila dugaan dinilai beralasan, perkara dilimpahkan kepada polisi militer atau Kejaksaan Militer Korea Selatan untuk menjalani penyidikan resmi.
3. Penuntutan oleh Kejaksaan Militer Korea Selatan
Apabila diputuskan untuk melakukan penuntutan, tuntutan umum diajukan ke pengadilan militer.
4. Proses persidangan militer
Keterangan terdakwa, pemeriksaan alat bukti, pemeriksaan untuk penjatuhan pidana, dan tahapan lainnya dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang serupa dengan persidangan pidana umum.
4. Perusakan barang militer | Menelaah poin-poin penanganan
Jika terlibat dalam perkara tindak pidana perusakan barang militer, hal-hal berikut perlu dipersiapkan secara menyeluruh.
▶Pembuktian kronologi perusakan
-Tidak adanya kesengajaan perlu dijelaskan secara aktif.
-Keadaan pada saat insiden, isi perintah komandan, dan kepatuhan terhadap petunjuk penggunaan perlu dicatat secara terperinci.
▶Kondisi barang militer dan besarnya kerugian
-Cakupan kerusakan yang sebenarnya pada barang militer perlu dipastikan secara akurat.
-Apabila kerusakannya ringan, perlu diperoleh bukti mengenai kemungkinan perbaikan dan perhitungan biaya perbaikan.
▶Ada atau tidaknya kelalaian serta tingkatannya
-Apabila kerusakan disebabkan oleh masalah struktural atau perintah yang keliru dari atasan, bukan oleh kelalaian diri sendiri, hal tersebut perlu dijelaskan dengan tegas.
▶Sikap dalam menjalankan tugas sehari-hari
-Pencantuman tingkat kedisiplinan dalam menjalankan tugas, riwayat tindakan disipliner, dan catatan personalia dalam surat pernyataan dapat memberikan pengaruh positif terhadap penjatuhan pidana.
▶Surat penyesalan yang tulus
-Surat penyesalan yang memuat permintaan maaf dan tekad untuk mencegah terulangnya perbuatan tersebut merupakan hal yang penting. Surat tersebut dapat memberikan pengaruh nyata terhadap penjatuhan pidana oleh pengadilan.
5. Perusakan barang militer | Poin pembelaan
Poin-poin utama pembelaan dalam perkara perusakan barang militer adalah sebagai berikut.
▶Menyangkal adanya kesengajaan
-Apabila peristiwa terjadi karena tersangka tidak memahami dengan baik struktur atau kegunaan barang militer, unsur kesengajaan akan sulit dinyatakan terpenuhi.
-Dapat ditegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahan biasa atau keadaan yang tidak dapat dihindari.
▶Dalil kelalaian dalam pengelolaan
-Apabila kecelakaan terjadi karena sistem pengelolaan barang militer tidak memadai, tanggung jawab tersangka dapat dikurangi.
-Contoh: petunjuk perawatan tidak disampaikan secara jelas atau kerusakan tidak dapat dihindari karena peralatan telah usang.
Penanganan ganti rugi perdata juga diperlukan
Perusakan barang militer bukanlah masalah yang selesai hanya dengan hukuman berdasarkan Undang-Undang Hukum Pidana Militer Korea Selatan.
Atas kerugian nyata yang timbul akibat tindakan perusakan, perintah penggantian kerugian atau gugatan ganti rugi perdata dapat diajukan secara bersamaan terhadap tersangka sehingga menimbulkan risiko ganda berupa penghukuman pidana dan tanggung jawab perdata yang timbul secara bersamaan.
Misalnya, apabila barang militer bernilai tinggi seperti kendaraan militer, peralatan komunikasi, atau senjata perorangan mengalami kerusakan, biaya perbaikan atau penggantian akan dihitung dan kewajiban mengganti kerugian atas aset negara tersebut dapat dibebankan kepada tersangka.
Dalam hal ini, tersangka perlu membela diri di pengadilan perdata dengan menelaah apakah perusakan barang militer tersebut dilakukan tanpa kesengajaan, apakah tingkat kelalaiannya ringan, dan apakah biaya perbaikan dihitung secara berlebihan.
Karena tanggung jawab penggantian ini dapat diterapkan terhadap perusakan yang terjadi akibat kesengajaan maupun kelalaian, tersangka perlu menerapkan strategi untuk mengurangi ruang lingkup tanggung jawab bersamaan dengan pembelaan terhadap hukuman pidana. Strategi tersebut antara lain memperoleh bukti yang menjadi dasar perhitungan kerugian, meninjau kemungkinan pemulihan, menyatakan kesediaan menanggung sebagian biaya, dan mengajukan dalil mengenai adanya tanggung jawab bersama atas insiden tersebut.
Khususnya apabila tanggung jawab bersumber dari masalah dalam keseluruhan sistem pengelolaan militer, penting untuk menganalisis, mendokumentasikan, dan mengajukan faktor eksternal seperti tidak memadainya petunjuk perawatan yang konkret, tidak adanya pendidikan keselamatan, dan kondisi peralatan yang telah usang.
Lihat Juga
Perusakan barang militer, jika memerlukan bantuan hukum
Perusakan barang militer bukan sekadar perkara pidana, melainkan masalah serius dalam bidang hukum khusus militer yang melibatkan berbagai unsur kompleks seperti disiplin militer, fungsi peralatan, dan keamanan negara.
Karena perkara ini khususnya dapat berkaitan dengan penilaian mengenai kesengajaan, pembuktian kelalaian, perselisihan mengenai jumlah kerugian, hingga tanggung jawab perdata, diperlukan pendekatan strategis sejak tahap pemberian keterangan awal.
Firma Hukum Daeryun menyediakan layanan hukum terpadu untuk seluruh proses, mulai dari penyusunan bukti yang menjadi dasar penilaian kesengajaan dan kelalaian hingga penanganan penyidikan dan persidangan serta analisis risiko penggantian kerugian dan ganti rugi.
Jika Anda memerlukan bantuan hukum karena menghadapi dugaan perusakan barang militer, pertimbangkan untuk memperoleh bantuan dari Firma Hukum Daeryun yang mengoperasikan kantor cabang di berbagai wilayah di seluruh negeri serta memiliki sistem tanggap darurat 24 jam sehari dan 365 hari setahun, layanan konsultasi video jarak jauh, dan sistem konsultasi cepat di wilayah garnisun.









