CONTENTS
- 1. Kejahatan Keuangan | Definisi

- - Dampak Kejahatan Keuangan terhadap Masyarakat dan Perusahaan
- 2. Kejahatan Keuangan | Jenis

- - Pencucian Uang
- - Penipuan Keuangan
- - Perdagangan Orang Dalam
- 3. Kejahatan Keuangan | Penyidikan

- - Dimulainya Penyidikan, Pemeriksaan, dan Penelusuran Rekening
- - Penggeledahan dan Penyitaan, Larangan Bepergian ke Luar Negeri, dan Lain-Lain
- - Pedoman Penjatuhan Pidana untuk Kejahatan Keuangan
- 4. Kejahatan Keuangan | Strategi Penanganan

- - Jika Anda Menjadi Korban Kejahatan Keuangan
- - Jika Anda Menjadi Tersangka Kejahatan Keuangan
- 5. Kejahatan Keuangan | Langkah Pencegahan dan Penguatan Pengendalian Internal

- - Pembangunan Sistem Pengendalian Internal Perusahaan
- - Pengoperasian Petugas Pengawas Kepatuhan dan Sistem Pelaporan Internal
- - Pedoman Kepatuhan Perusahaan
- 6. Kejahatan Keuangan | Penanganan Strategis

1. Kejahatan Keuangan | Definisi

Kejahatan keuangan adalah perbuatan melawan hukum yang terjadi di pasar keuangan, yaitu perbuatan menyalahgunakan sistem keuangan untuk merugikan orang lain atau memperoleh harta secara ilegal.
Jenis kejahatan keuangan yang umum mencakup pencucian uang, perdagangan orang dalam, penipuan keuangan, dan pinjaman ilegal.
Kejahatan tersebut dapat mengancam stabilitas ekonomi negara dan kepercayaan terhadap pasar keuangan sehingga dikenai hukuman berat.
Oleh karena itu, penanganan hukum dan pencegahan yang tepat sangat penting.
Dampak Kejahatan Keuangan terhadap Masyarakat dan Perusahaan
Kejahatan keuangan tidak hanya menimbulkan kerugian bagi individu, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap kepercayaan dan stabilitas seluruh pasar keuangan.
Bagi perusahaan, kejahatan keuangan yang dilakukan oleh eksekutif atau karyawan dapat berdampak serius terhadap kredibilitas perusahaan, harga saham, dan keberlanjutan usaha, serta dapat berujung pada sanksi pengawasan keuangan dan penghukuman pidana akibat kurang memadainya pengendalian internal.
Selain itu, apabila terlibat dalam kejahatan keuangan, ketiadaan sistem penanganan hukum yang profesional sejak tahap awal penyidikan hingga penyelidikan internal dan pengelolaan risiko sanksi dapat menimbulkan kerugian serius.
2. Kejahatan Keuangan | Jenis

Kejahatan keuangan dilakukan dalam berbagai bentuk dan modus, serta dikenai hukuman yang berbeda berdasarkan jenis kejahatannya.
Berikut adalah penjelasan mengenai jenis kejahatan keuangan yang umum beserta karakteristiknya.
Pencucian Uang
Pencucian uang adalah proses membuat dana yang diperoleh secara ilegal tampak seperti aset yang sah.
Tindakan menyamarkan fakta mengenai perolehan atau pelepasan harta ilegal atau menyembunyikan harta tersebut, serta tindakan menyamarkan fakta mengenai perolehan atau pelepasan harta atau menyembunyikannya dengan tujuan menghindari pajak
Karena pencucian uang membuat aset ilegal yang diperoleh dari tindak pidana asal lainnya tampak seperti aset yang sah, perbuatan ini ditetapkan sebagai tindak pidana tersendiri dan dikenai hukuman berat.
Tindak pidana yang menjadi dasar pencucian uang dan terjadi sebelum pencucian uang dilakukan
Apabila melakukan pencucian uang dengan melanggar Undang-Undang tentang Regulasi dan Penghukuman Penyembunyian Hasil Kejahatan Korea Selatan, pelaku akan dikenai hukuman berikut.
Perbuatan | Ancaman hukuman |
Orang yang menyamarkan fakta mengenai perolehan atau pelepasan hasil kejahatan dan sejenisnya | Pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 30 juta won Korea Selatan |
Orang yang menyamarkan fakta mengenai penyebab timbulnya hasil kejahatan | |
Orang yang menyembunyikan hasil kejahatan dan sejenisnya dengan tujuan mendorong tindak pidana tertentu atau menyamarkannya sebagai harta yang diperoleh secara sah | |
Orang yang melakukan persiapan atau permufakatan dengan tujuan melakukan tindak pidana di atas | Pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 10 juta won Korea Selatan |
Penipuan Keuangan
Penipuan keuangan adalah perbuatan memperoleh keuntungan secara ilegal dengan menipu atau menyesatkan seseorang dalam transaksi keuangan.
Penipuan keuangan memiliki jenis dan modus yang sangat beragam, termasuk penipuan keuangan berbasis telekomunikasi dan penipuan investasi, sementara jumlah kasus kerugian nyata terus meningkat.
Pelaku penipuan keuangan dapat dikenai penghukuman pidana dan juga dapat digugat untuk membayar ganti rugi oleh korban.
Perdagangan Orang Dalam
Perdagangan orang dalam adalah perbuatan orang dalam, seperti eksekutif, karyawan, atau pemegang saham utama perusahaan, yang memanfaatkan informasi yang belum dipublikasikan untuk memperoleh keuntungan secara tidak semestinya.
Orang yang melakukan perdagangan orang dalam akan dijatuhi pidana penjara untuk waktu tertentu sekurang-kurangnya 1 tahun atau denda sebesar 4 hingga 6 kali keuntungan yang diperoleh atau kerugian yang dihindari melalui pelanggaran tersebut. (Pasal 443 ayat (1) angka 1 Undang-Undang Jasa Investasi Keuangan dan Pasar Modal Korea Selatan)
Apabila keuntungan yang diperoleh atau kerugian yang dihindari melalui perdagangan orang dalam berjumlah sekurang-kurangnya 500 juta won Korea Selatan, pelaku akan dikenai hukuman yang diperberat.
Jumlah | Ancaman hukuman |
Apabila keuntungan atau kerugian yang dihindari berjumlah sekurang-kurangnya 5 miliar won Korea Selatan | Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun |
Apabila keuntungan atau kerugian yang dihindari berjumlah sekurang-kurangnya 500 juta won Korea Selatan tetapi kurang dari 5 miliar won Korea Selatan | Pidana penjara untuk waktu tertentu sekurang-kurangnya 3 tahun |
Lihat Juga

Ingin tahu jenis penipuan keuangan dan cara pencegahan, serta prosedur pelaporan?


Rancangan revisi Undang-Undang Pengembalian Kerugian Penipuan Keuangan Telekomunikasi Elektronik Korea Selatan, cara pemulihan yang wajib diketahui


Ingin tahu objek penerapan dan kasus pelanggaran Undang-Undang Jasa Investasi Keuangan dan Pasar Modal Korea Selatan?

3. Kejahatan Keuangan | Penyidikan

Berbeda dengan perkara pidana biasa, kejahatan keuangan merupakan objek penyidikan yang sangat kompleks karena melibatkan penelusuran aliran dana yang rumit dan analisis bukti digital.
Penyidikan dimulai berdasarkan analisis informasi oleh otoritas keuangan, kemudian dilanjutkan dengan tindakan penyidikan paksa seperti penggeledahan dan penyitaan, penelusuran rekening, serta forensik digital.
Dimulainya Penyidikan, Pemeriksaan, dan Penelusuran Rekening
Penyidikan kejahatan keuangan umumnya dimulai dari pemeriksaan oleh lembaga pengawas keuangan atau terdeteksinya transaksi tidak wajar oleh Unit Intelijen Keuangan Korea Selatan (FIU).
Berdasarkan informasi seperti aliran dana tidak wajar, transaksi tunai bernilai besar, dan laporan transaksi mencurigakan, Unit Intelijen Keuangan Korea Selatan (FIU) menyampaikan pemberitahuan kepada lembaga keuangan atau instansi penyidik, kemudian penelusuran rekening terkait dan analisis riwayat transaksi mulai dilakukan secara menyeluruh.
Dalam proses tersebut, berbagai modus seperti peminjaman rekening bank, penyalahgunaan rekening badan hukum, dan transaksi dompet aset virtual dapat terungkap, sementara instansi penyidik berupaya segera mengidentifikasi sumber dan tujuan aliran dana.
Penggeledahan dan Penyitaan, Larangan Bepergian ke Luar Negeri, dan Lain-Lain
Setelah dugaan tindak pidana menjadi konkret, instansi penyidik melakukan penggeledahan dan penyitaan, penelusuran rekening, serta pemeriksaan forensik berdasarkan surat perintah dari pengadilan.
Karena analisis jejak digital dan aliran dana sangat penting dalam kejahatan keuangan, server, surel, serta catatan layanan pesan milik tersangka atau perusahaan juga dapat menjadi objek pemeriksaan.
Selain itu, apabila dinilai terdapat risiko melarikan diri atau kemungkinan penghilangan alat bukti, terhadap tersangka dapat dilakukan tindakan paksa seperti larangan bepergian ke luar negeri, permintaan data konfirmasi komunikasi, dan pengajuan surat perintah penahanan.
Pedoman Penjatuhan Pidana untuk Kejahatan Keuangan
Komisi Pemidanaan Korea Selatan menetapkan pedoman penjatuhan pidana berikut untuk kejahatan keuangan.
▶ Faktor yang meringankan
• Tidak memiliki riwayat penghukuman pidana
• Perbuatan hanya sebatas permintaan atau janji
• Menyerahkan diri atau melaporkan korupsi internal
• Tingkat keterlibatan atau jumlah keuntungan aktual tergolong kecil
▶ Faktor yang memberatkan
• Perbuatan aktif
• Menghasut bawahan
• Memiliki keterkaitan yang erat dengan pekerjaan
• Modus tindak pidana sangat buruk
• Pengulangan tindak pidana yang berbeda atau riwayat tindak pidana sejenis yang tidak memenuhi kriteria pengulangan tindak pidana
4. Kejahatan Keuangan | Strategi Penanganan
Ketika terjadi kejahatan keuangan, kedudukan korban dan tersangka sama sekali berbeda, tetapi hal yang sama-sama penting bagi keduanya adalah ‘penanganan awal’.
Bagi korban, pemulihan kerugian secara cepat dan perlindungan hukum merupakan hal utama, sedangkan bagi tersangka, strategi pemberian keterangan secara profesional dan pengamanan alat bukti sangat diperlukan untuk mengurangi kerugian yang mungkin dialami.
Jika Anda Menjadi Korban Kejahatan Keuangan
Apabila menjadi korban kejahatan keuangan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah secara aktif membuat laporan dan pengaduan pidana.
Selain mengajukan pengaduan pidana melalui kantor kepolisian atau Kejaksaan Korea Selatan, korban juga dapat mengajukan pengaduan atau laporan kerugian kepada Layanan Pengawas Keuangan Korea Selatan, Unit Intelijen Keuangan Korea Selatan (FIU), dan lembaga lainnya sesuai dengan jenis perkaranya.
Selain menuntut penghukuman pidana terhadap tersangka, korban juga dapat memulihkan kerugian finansial secara nyata melalui gugatan ganti rugi perdata.
Khususnya apabila terdapat dana yang disembunyikan dalam bentuk aset virtual atau rekening atas nama pihak lain, tindakan hukum yang cepat seperti permohonan sita jaminan menjadi kunci pemulihan kerugian.
※ Pengumpulan alat bukti sangat penting. Rekaman percakapan telepon, catatan pesan teks atau layanan pesan, riwayat pengiriman uang, dan laporan transaksi merupakan bahan utama untuk membuktikan pertanggungjawaban hukum.
Jika Anda Menjadi Tersangka Kejahatan Keuangan
Apabila diperiksa sebagai tersangka kejahatan keuangan, arah penanganan pada tahap awal dapat menentukan hasil perkara.
Ketika memenuhi panggilan instansi penyidik, sebaiknya pahami terlebih dahulu secara memadai fakta dugaan tindak pidana, ruang lingkup pemeriksaan, dan bukti terkait, serta jangan menanganinya sendiri dan lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pengacara spesialis.
Khususnya dalam perkara dengan aliran dana atau struktur kontrak yang rumit, dugaan tindak pidana tidak dapat diselesaikan hanya dengan penjelasan sederhana. Memastikan penjelasan yang logis dan memiliki dasar hukum merupakan hal utama.
Selain itu, karena keterangan yang tidak diperlukan justru dapat digunakan sebagai unsur yang merugikan diri sendiri, arah pemberian keterangan perlu ditetapkan secara strategis.
※ Kesalahpahaman bahwa ‘hukuman akan menjadi lebih ringan jika mengakui dugaan tindak pidana’ selama proses pemeriksaan merupakan hal yang berbahaya. Keputusan untuk memberikan keterangan harus diambil setelah memperoleh nasihat hukum.
5. Kejahatan Keuangan | Langkah Pencegahan dan Penguatan Pengendalian Internal

Pencegahan sebelum kejadian jauh lebih penting daripada penanganan setelah terjadinya kejahatan keuangan. Khususnya bagi perusahaan, pembangunan sistem pengelolaan yang terorganisasi merupakan hal utama.
Tidak cukup hanya menetapkan peraturan. Diperlukan struktur yang dapat mendeteksi dan mencegah risiko sejak dini melalui perangkat pengendalian internal serta sistem kepatuhan yang benar-benar berfungsi.
Pembangunan Sistem Pengendalian Internal Perusahaan
Perusahaan harus membangun sistem pengendalian internal secara sistematis untuk mencegah sejak dini risiko yang dapat terjadi dalam organisasi, seperti penyalahgunaan dana, kebocoran informasi, dan pelaporan palsu.
Sistem tersebut harus mencakup prosedur pembayaran dan persetujuan dana, pembatasan akses terhadap informasi pelanggan, serta pemeriksaan ganda dalam proses akuntansi.
Sistem pengendalian internal tidak boleh berhenti pada dokumentasi, tetapi harus terdiri atas prosedur yang dapat diterapkan dalam pekerjaan nyata serta mempertahankan struktur untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan kelemahan melalui pemeriksaan risiko dan audit internal secara berkala.
Pengoperasian Petugas Pengawas Kepatuhan dan Sistem Pelaporan Internal
Sebagian besar kejahatan keuangan di lingkungan perusahaan sering terjadi akibat kesengajaan atau kelalaian orang dalam.
Untuk mencegahnya, perusahaan harus mengoperasikan sistem petugas pengawas kepatuhan yang independen dan membangun mekanisme yang dapat memantau risiko kepatuhan di setiap bagian secara berkelanjutan.
Selain itu, sistem pelaporan internal merupakan sarana penting untuk mendeteksi dan menangani pelanggaran hukum atau perbuatan tidak patut di dalam perusahaan sejak dini.
Anonimitas pelapor dan langkah perlindungannya harus dijamin secara menyeluruh, sementara sistem harus dirancang agar laporan yang diterima dapat ditangani secara objektif oleh bagian hukum, audit, atau bagian terkait lainnya.
Pedoman Kepatuhan Perusahaan
Perusahaan harus menetapkan dan menjalankan pedoman kepatuhan yang sistematis untuk mencegah kejahatan keuangan serta mematuhi peraturan perundang-undangan.
Pedoman tersebut harus mencakup pencegahan pencucian uang (AML), perlindungan data pribadi, dan prosedur pengendalian internal. Pelatihan dan pemeriksaan berkala juga harus dilaksanakan agar pedoman tersebut dapat dipahami dan diterapkan dalam praktik.
6. Kejahatan Keuangan | Penanganan Strategis
Karena karakteristiknya, kejahatan keuangan tidak hanya berupa pelanggaran peraturan, tetapi juga merupakan risiko serius yang dapat mengakibatkan menurunnya kredibilitas perusahaan, rusaknya citra eksternal, hingga timbulnya tanggung jawab hukum manajemen.
Khususnya, pencucian uang, perdagangan orang dalam, penggelapan, dan ingkar amanah merupakan perkara yang diawasi secara ketat oleh otoritas pengawas keuangan. Arah penanganan awal bahkan dapat memengaruhi kelangsungan perusahaan.
Namun, karena pada kenyataannya sulit bagi perusahaan untuk memprediksi dan mengelola sendiri seluruh risiko hukum, bantuan pengacara yang memiliki keahlian di bidang keuangan dapat dianggap sebagai kebutuhan, bukan sekadar pilihan.
Firma Hukum Daeryun, firma hukum peringkat ke-9 di Korea Selatan (berdasarkan pelaporan pajak pertambahan nilai kepada Dinas Pajak Nasional Korea Selatan pada 2025), memberikan konsultasi yang berorientasi pada praktik, mulai dari penanganan kejahatan keuangan hingga pembangunan sistem kepatuhan, analisis regulasi keuangan, dan penanganan terhadap otoritas keuangan, serta memberikan dukungan berkelanjutan untuk membantu membangun landasan manajemen yang stabil.
Jika ingin menemukan langkah penanganan yang efektif dalam situasi krisis akibat kejahatan keuangan, semoga Anda dapat menemukan jalan yang aman dan efisien melalui bantuan dan konsultasi strategis dari 🔗pengacara spesialis bidang keuangan.
Berita Terkait












