CONTENTS
- 1. Situasi yang Mengharuskan Dilaksanakannya Prosedur Kepailitan Perusahaan

- - Persyaratan Utama Prosedur Kepailitan Badan Hukum
- - Proses 6 Tahap Prosedur Kepailitan Perusahaan
- 2. Bantuan Pengacara Spesialis Kepailitan pada Setiap Tahap Prosedur Kepailitan Perusahaan

- - Tahap Persiapan Permohonan Kepailitan
- - Penyusunan Strategis Surat Permohonan Kepailitan
- - Tanggapan pada Tahap Pemeriksaan Pernyataan Pailit
- - Penanganan Terpisah atas Tunggakan Upah dan Risiko Pidana
- - Penataan Struktur Tunggakan Pajak
- 3. Prosedur Kepailitan Perusahaan, Penyelesaian Cepat melalui Pernyataan Pailit

- - Tanda-Tanda Risiko Perusahaan Menjelang Kepailitan
- - Alasan Diperlukannya Pengacara Spesialis Kepailitan
1. Situasi yang Mengharuskan Dilaksanakannya Prosedur Kepailitan Perusahaan
Klien yang meminta konsultasi sebelum menjalani prosedur kepailitan perusahaan adalah direktur suatu badan hukum yang menjalankan usaha manufaktur di daerah.
Pendapatan perusahaan klien tetap berada pada tingkat tertentu, tetapi krisis likuiditas terus memburuk akibat permasalahan struktural berikut.
- Tuntutan berkelanjutan dari kontraktor utama untuk menurunkan harga satuan pasokan
- Keterlambatan penagihan piutang usaha
- Rasio biaya tenaga kerja sebesar 85% atau lebih
- Meningkatnya ketergantungan pada pinjaman jangka pendek
- Menumpuknya tunggakan pajak
Pada akhirnya, perusahaan klien mengalami keadaan berikut.
- Tunggakan pajak nasional dan pajak daerah
- Tunggakan upah dan pesangon pekerja
- Tunggakan iuran 4 program asuransi sosial utama
- Ketidakmampuan membayar utang keuangan
Meskipun aset klien hanya sekitar 20 juta won, utangnya mencapai sekitar 300 juta won sehingga perusahaan mengalami keadaan utang yang melebihi aset dan ketidakmampuan membayar.
Ketika pemberitahuan rencana penyitaan dan pengaduan kepada kantor ketenagakerjaan berlangsung secara bersamaan, serta muncul kemungkinan meluasnya tanggung jawab pribadi direktur, klien mendatangi pengacara spesialis kepailitan.
Persyaratan Utama Prosedur Kepailitan Badan Hukum
Hal-hal yang paling diperhatikan pengadilan dalam prosedur kepailitan perusahaan adalah sebagai berikut.
(1) Pembuktian keadaan tidak mampu membayar
Perusahaan harus membuktikan secara objektif bahwa keadaannya bukan sekadar mengalami defisit, melainkan “secara umum tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran”. Kepailitan hanya dapat diproses apabila perusahaan secara terus-menerus dan objektif tidak mampu membayar utangnya.
(2) Pembuktian keadaan utang yang melebihi aset
Struktur utang yang lebih besar daripada aset harus dijelaskan secara tegas dan nilai riil aset perlu dinilai kembali. Secara khusus, kurator kepailitan yang ditunjuk pengadilan menghitung kembali aset perusahaan berdasarkan nilai likuidasinya. Oleh karena itu, sekalipun suatu mesin bernilai 1 miliar won dalam pembukuan, jika nilainya hanya 20 juta won ketika segera dijual sebagai barang bekas, pengadilan akan memperhitungkan nilai tersebut untuk menentukan apakah utang melebihi aset.
(3) Pembuktian tidak adanya kemungkinan pemulihan
Jika masih terdapat kemungkinan pemulihan, permohonan kepailitan dapat ditolak sehingga harus dibuktikan bahwa pemulihan tidak mungkin dilakukan. Karena harus ditunjukkan secara jelas bahwa nilai kelangsungan usaha lebih rendah daripada nilai likuidasi, diperlukan data terukur yang membuktikan bahwa kerugian semakin menumpuk selama usaha terus dijalankan atau tidak ada kemungkinan memperoleh pendapatan karena hubungan dengan pelanggan utama telah terputus.
Proses 6 Tahap Prosedur Kepailitan Perusahaan

2. Bantuan Pengacara Spesialis Kepailitan pada Setiap Tahap Prosedur Kepailitan Perusahaan

Dalam perkara ini, Daeryun mengambil langkah strategis pada setiap tahap prosedur kepailitan perusahaan.
Tahap Persiapan Permohonan Kepailitan
✔ Analisis terperinci atas struktur keuangan
- Analisis arus rekening selama 1 tahun terakhir
- Penataan struktur utang yang belum dibayar kepada mitra usaha
- Penataan catatan dana talangan yang disetorkan oleh direktur
- Penataan riwayat desakan pembayaran pajak dan pemberitahuan penyitaan
✔ Penilaian kembali nilai riil aset
- Perhitungan konservatif atas kemungkinan pencairan aset persediaan
- Penerapan penyusutan
- Pengecualian piutang usaha yang tidak dapat ditagih
- Pemeriksaan ada atau tidaknya hak jaminan
Karena penilaian aset yang terlalu tinggi dapat menimbulkan risiko ditolaknya permohonan kepailitan, pengacara spesialis kepailitan menata aset perusahaan klien berdasarkan nilai riil yang dapat dicairkan.
Penyusunan Strategis Surat Permohonan Kepailitan
Dalam prosedur kepailitan perusahaan, surat permohonan merupakan bahan pertama yang digunakan pengadilan untuk melakukan penilaian.
Pengacara spesialis kepailitan menyusunnya sebagai berikut.
- Penjelasan mengenai latar belakang pendirian dan struktur usaha perusahaan: Membuktikan bahwa perusahaan klien, yang sebelumnya menghasilkan nilai ekonomi secara wajar, mengalami keruntuhan karena keadaan yang tidak dapat dihindari, sekaligus menunjukkan kesungguhan pengelolaan dan kredibilitas moral direktur
- Penentuan waktu terjadinya kerugian secara terperinci: Menjelaskan secara tegas waktu tertentu ketika defisit perusahaan memburuk hingga pembayaran utang tidak lagi dapat dilakukan untuk membuktikan bahwa keadaan tersebut bukan kepailitan yang dilakukan secara curang
- Analisis penyebab penurunan pendapatan: Membuktikan bahwa penurunan tajam pendapatan bukan akibat pengelolaan yang ceroboh oleh manajemen ataupun penyembunyian atau pengalihan aset secara sengaja
- Lampiran bahan mengenai upaya memulihkan kegiatan usaha: Memperoleh dan melampirkan data yang membuktikan kegagalan langkah penyelamatan perusahaan, seperti restrukturisasi tenaga kerja, penjualan aset, upaya menarik investasi baru, dan perundingan perpanjangan jatuh tempo dengan lembaga keuangan
- Penegasan bahwa kegiatan usaha telah dihentikan: Mencegah menumpuknya piutang untuk kepentingan bersama yang tidak perlu setelah permohonan kepailitan, seperti tambahan upah, pesangon, dan uang sewa, sehingga jumlah utang badan hukum tidak bertambah
Tanggapan pada Tahap Pemeriksaan Pernyataan Pailit
Jika perintah untuk melengkapi dokumen berulang kali dikeluarkan dalam pemeriksaan pengadilan, prosedur dapat tertunda.
Pengacara spesialis kepailitan segera menyelesaikan pemeriksaan dengan menyerahkan bahan objektif mengenai ketidakmampuan membayar, menyusun tabel perbandingan utang dan aset, membuktikan tidak adanya kemungkinan pemulihan, serta membuktikan upaya klien untuk memperbaiki pengelolaan perusahaan.
Penanganan Terpisah atas Tunggakan Upah dan Risiko Pidana
Tunggakan upah pekerja selanjutnya dapat meluas menjadi pertanggungjawaban pidana pribadi direktur.
Pengacara spesialis kepailitan secara bersamaan menetapkan jumlah tunggakan setiap pekerja, menyerahkan dasar perhitungan pesangon, dan menyusun argumentasi untuk mencegah meluasnya pertanggungjawaban pidana sehingga penyebaran risiko pidana pribadi direktur dapat dicegah.
Penataan Struktur Tunggakan Pajak
Pengacara spesialis kepailitan menata struktur tunggakan pajak sebagai berikut.
- Pemisahan perincian tunggakan pajak pertambahan nilai
- Pemeriksaan ada atau tidaknya tunggakan pajak yang dipotong pada sumbernya
- Analisis kemungkinan penyitaan terkait pajak daerah
- Penataan kewajiban yang harus dibayar lebih dahulu
Persyaratan yang Harus Diperiksa hingga Tahap Akhir Kepailitan Perusahaan
3. Prosedur Kepailitan Perusahaan, Penyelesaian Cepat melalui Pernyataan Pailit

Pengadilan memutuskan untuk menyatakan badan hukum klien pailit.
Pengelolaan setelah pernyataan pailit sangat penting dalam prosedur kepailitan perusahaan.
Daeryun tetap memberikan layanan hukum berikut setelah perusahaan klien dinyatakan pailit.
- Dukungan dalam menanggapi kurator kepailitan
- Penataan tanggapan atas pengajuan tagihan kreditor
- Kerja sama dalam proses pencairan aset
- Penjelasan mengenai struktur pembagian hasil pemberesan
Apa yang Dimaksud dengan Kepailitan Sederhana?
Kepailitan sederhana merupakan prosedur yang diputuskan pengadilan bersamaan dengan pernyataan pailit ketika nilai aset milik debitur yang termasuk dalam harta pailit, yaitu aset yang dapat dicairkan, dinilai kurang dari 500 juta won.
Dalam kepailitan sederhana, tidak dibentuk komite pengawas tersendiri dan rapat kreditor dapat ditiadakan atau dipersingkat sehingga prosedurnya lebih sederhana dan biayanya lebih rendah.
Ciri prosedur ini adalah memungkinkan prosedur kepailitan perusahaan diselesaikan dengan cepat.
Tanda-Tanda Risiko Perusahaan Menjelang Kepailitan
Jika tidak ditangani pada tahap ini, kemungkinan besar keadaan tersebut pada akhirnya akan berujung pada prosedur kepailitan perusahaan.
Alasan Diperlukannya Pengacara Spesialis Kepailitan
Prosedur kepailitan perusahaan merupakan perkara kompleks yang memerlukan penyusunan secara bersamaan atas langkah penanganan risiko pertanggungjawaban pidana, risiko perpajakan, perselisihan ketenagakerjaan, masalah tanggung jawab pribadi direktur, dan strategi untuk kembali menjalankan usaha pada masa mendatang.
Daeryun memberikan penanganan terpadu melalui kerja sama erat antara pengacara spesialis kepailitan, pengacara spesialis pidana, pengacara spesialis perpajakan, konsultan ketenagakerjaan, akuntan, dan konsultan pajak.
Jika struktur utang dirancang kembali, perundingan dengan lembaga keuangan dilakukan, dan pengendalian internal diperiksa pada tahap awal memburuknya kondisi keuangan, terdapat kemungkinan krisis dapat dicegah tanpa harus menjalani prosedur kepailitan perusahaan.
Pada dasarnya, mencegah semua risiko yang dapat timbul dalam pengelolaan badan hukum sebelum risiko tersebut terjadi lebih menguntungkan dari segi biaya, reputasi, dan stabilitas pengelolaan.
Namun, jika terdapat tanda-tanda tidak wajar pada kondisi keuangan perusahaan, menjalani pemeriksaan pada tahap ini juga dapat menjadi pilihan yang bijaksana.
Jika perusahaan diduga mengalami ketidakmampuan membayar, kondisi perusahaan saat ini perlu didiagnosis secara akurat.

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.












