CONTENTS
- 1. Klien yang sedang mencari pengacara perempuan

- - Latar belakang permintaan konsultasi kepada pengacara
- 2. Pokok permasalahan yang diidentifikasi pengacara perempuan

- - Dapatkah tindakan klien dianggap sebagai kecemburuan dan kecurigaan berlebihan terhadap suaminya?
- - Bantahan terhadap dalil kekerasan verbal dan penerapan prinsip pihak bersalah
- - Keinginan memulihkan keluarga dan pembelaan terkait pembagian harta bersama
- 3. Pengadilan menerima argumentasi pengacara perempuan

- - Apa yang dimaksud dengan perceraian melalui pengadilan?
- - Apa yang harus dilakukan jika menghadapi gugatan perceraian?
- 4. Jika Anda memerlukan bantuan pengacara perempuan

- - FAQ pengacara
1. Klien yang sedang mencari pengacara perempuan
Klien yang sedang mencari pengacara perempuan adalah seorang perempuan yang tengah menghadapi gugatan perceraian dari suaminya.
Klien menilai bahwa pengacara perempuan akan lebih mampu memahami situasinya secara mendalam dan menunjukkan empati dibandingkan pengacara laki-laki. Oleh karena itu, ia meminta konsultasi kepada pengacara perempuan dari Firma Hukum Daeryun.
Latar belakang permintaan konsultasi kepada pengacara
Klien telah menjalani kehidupan perkawinan yang biasa bersama suaminya selama sekitar 3 tahun.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pertengkaran di antara mereka semakin sering terjadi. Ketika suami lebih dahulu melemparkan barang dan berteriak keras, klien juga tidak dapat menahan emosinya sehingga mereka bertengkar.
Saat itu, suami membawa anak-anak meninggalkan rumah dan mengajukan gugatan perceraian dengan alasan bahwa klien terus-menerus melakukan kekerasan verbal serta memiliki kecemburuan dan kecurigaan berlebihan terhadap perselingkuhan suami sehingga kehidupan bersama menjadi sulit.
Klien menegaskan bahwa ia ingin mempertahankan keluarganya dan meminta bantuan pengacara perempuan.

2. Pokok permasalahan yang diidentifikasi pengacara perempuan
Pengacara perempuan menganalisis secara terperinci pokok permasalahan perkara dan menyusun strategi penanganan untuk setiap persoalan utama, termasuk ada atau tidaknya kekerasan verbal, perselingkuhan, serta penentuan pihak yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan.
Dapatkah tindakan klien dianggap sebagai kecemburuan dan kecurigaan berlebihan terhadap suaminya?
Untuk membuktikan bahwa klien tidak memiliki kecemburuan dan kecurigaan berlebihan terhadap perselingkuhan suaminya, pengacara perempuan menelaah secara saksama fakta perselingkuhan yang pernah dilakukan suami beserta dokumen terkait.
Selanjutnya, pasangan dari orang yang berselingkuh dengan suami mengajukan gugatan terhadap suami, dan diperoleh putusan yang menyatakan suami kalah sebagian.
Berdasarkan hal tersebut, pengacara menekankan bahwa klien tetap melanjutkan kehidupan perkawinan dengan memercayai suaminya dan membuktikan bahwa dalil pihak suami mengenai kecemburuan serta kecurigaan berlebihan tersebut tidak berdasar.
Bantahan terhadap dalil kekerasan verbal dan penerapan prinsip pihak bersalah
Suami mendalilkan bahwa klien terus-menerus melakukan kekerasan verbal, tetapi hal tersebut hanyalah pernyataan sepihak tanpa bukti objektif.
Pengacara perempuan menunjukkan bahwa ketika perselingkuhannya terancam terungkap, suami melebih-lebihkan kecenderungan klien untuk melakukan kekerasan dan mengajukan gugatan perceraian.
Berdasarkan hal tersebut, pengacara menekankan bahwa menurut prinsip pihak bersalah yang diterapkan dalam perceraian melalui pengadilan di Korea Selatan, suamilah yang memiliki alasan kesalahan sehingga gugatan perceraiannya harus ditolak.
Keinginan memulihkan keluarga dan pembelaan terkait pembagian harta bersama
Meskipun suami jelas bertanggung jawab atas keretakan perkawinan, klien secara konsisten menyatakan tidak menginginkan perceraian dan berharap keluarganya dapat dipulihkan.
Pengacara perempuan mendalilkan bahwa suami berupaya mengakhiri hubungan perkawinan secara sepihak untuk menghindari terungkapnya perselingkuhan. Pengacara juga menekankan bahwa klien tidak berniat mempermasalahkan pembagian harta bersama dan tidak menghendaki perceraian.
3. Pengadilan menerima argumentasi pengacara perempuan

Setelah pengacara perempuan memberikan bantuan kepada klien, pengadilan menolak gugatan suami dengan alasan-alasan berikut.
· Bukti tidak cukup untuk menyatakan bahwa klien melakukan kekerasan verbal
· Sulit untuk menyimpulkan bahwa hubungan perkawinan para pihak telah berada dalam keadaan yang tidak dapat dipulihkan sejak sebelum perselingkuhan terungkap
Apa yang dimaksud dengan perceraian melalui pengadilan?
Dalam perkara ini, klien berada dalam situasi yang memerlukan penanganan proses perceraian melalui pengadilan.
Perceraian melalui pengadilan adalah proses ketika perceraian berdasarkan kesepakatan tidak dapat dilakukan, sehingga salah satu pasangan mengajukan gugatan perceraian kepada pengadilan dan perkawinan diakhiri berdasarkan putusan.
Menurut Pasal 840 Undang-Undang Hukum Perdata Korea Selatan, perceraian melalui pengadilan dapat dikabulkan apabila terdapat salah satu alasan berikut.
· Pasangan dengan iktikad buruk menelantarkan pasangan lainnya
· Mendapat perlakuan yang sangat tidak patut dari pasangan atau leluhur dalam garis lurus pasangan
· Leluhur dalam garis lurus dari pihak yang mengajukan gugatan mendapat perlakuan yang sangat tidak patut dari pasangannya
· Keberadaan pasangan, apakah masih hidup atau telah meninggal, tidak diketahui selama 3 tahun atau lebih
· Alasan serius lainnya yang menyebabkan perkawinan sulit dipertahankan
Apa yang harus dilakukan jika menghadapi gugatan perceraian?
Setelah gugatan perceraian dimulai, pengadilan menetapkan tanggal sidang pemeriksaan. Para pihak yang berperkara atau perwakilan hukumnya hadir di pengadilan untuk menyampaikan dalil masing-masing, mengajukan bukti terkait, dan memberikan keterangan.
Agar gugatan dapat ditolak, tidak cukup hanya menyampaikan dalil. Diperlukan persiapan konkret sebagai berikut.
· Menyiapkan dasar hukum
· Menyusun strategi pembelaan dan argumentasi di persidangan
4. Jika Anda memerlukan bantuan pengacara perempuan
Dalam menangani perkara perceraian, pengacara perempuan memeriksa secara terperinci hubungan perkawinan dan keadaan konflik serta mengumpulkan dokumen dan bukti terkait secara sistematis.
Dengan menganalisis bukti yang terkumpul dan keadaan perkara, pengacara menyusun strategi hukum yang disesuaikan untuk setiap persoalan, seperti penentuan pasangan yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan, pembuktian perselingkuhan, serta ada atau tidaknya kekerasan verbal dan fisik.
Jika Anda menghadapi gugatan perceraian dalam situasi seperti di atas, silakan meminta bantuan pengacara perempuan melalui 🔗Reservasi konsultasi hukum.
FAQ pengacara
A. Jika pasangan yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan mengajukan gugatan perceraian, pengadilan akan menilai tanggung jawab dan bukti terkait secara menyeluruh.Q. Ibu pengacara, apa yang terjadi jika pasangan yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan mengajukan gugatan perceraian?
Dikabulkan atau tidaknya gugatan bergantung pada fakta dan bukti konkret dalam setiap perkara.
A. Pengadilan menentukan proporsi pembagian harta bersama dengan mempertimbangkan secara menyeluruh jangka waktu perkawinan, kontribusi masing-masing pihak terhadap pembentukan harta, pekerjaan rumah tangga, dan faktor lainnya.Q. Ibu pengacara, bagaimana persoalan pembagian harta bersama ditangani dalam gugatan perceraian?
Ruang lingkup dan cara pembagian dapat berbeda sesuai dengan keadaan perkara serta ada atau tidaknya kesepakatan.

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.












