CONTENTS
- 1. Kisah klien yang mengunjungi firma hukum properti

- - Pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan menurut pengacara properti
- 2. Firma hukum properti, strategi pembelaan atas dugaan pelaporan palsu kelayakan pemesanan

- - Pengacara spesialis properti, pembuktian fakta tempat tinggal yang nyata
- - Pengacara spesialis properti, penekanan alasan tempat tinggal sementara
- - Pengacara spesialis properti, penekanan bukan pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan
- 3. Klien terbebas dari dugaan yang tidak adil berkat bantuan firma hukum properti

- - Alasan perlunya bantuan firma hukum
1. Kisah klien yang mengunjungi firma hukum properti

Berikut kisah klien yang mengunjungi firma hukum properti.
Klien menjadi objek penyidikan polisi karena diduga mencantumkan wilayah yang sebenarnya tidak ia tinggali sebagai tempat tinggal dalam proses pemesanan sebuah apartemen di wilayah metropolitan.
Aparat penyidik menduga klien memasukkan informasi pemesanan secara palsu seolah-olah bertempat tinggal di wilayah tersebut sehingga memperoleh poin dan kelayakan pemesanan, lalu menandatangani kontrak pembelian dan memperoleh rumah.
Apabila kecurangan pemesanan diakui sebagai pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan, klien berada dalam situasi yang dapat berujung pada pembatalan hak pembelian.
Klien menilai perlu bertindak cepat untuk membela diri dari dugaan yang tidak adil dan membuktikan keabsahan syarat pemesanannya.
Klien meminta bantuan kepada Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) yang telah banyak menangani perkara pidana terkait Undang-Undang Perumahan Korea Selatan dan sengketa penjualan properti.
Pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan menurut pengacara properti
Pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan berarti segala perbuatan yang melanggar prosedur penyediaan·pemesanan·pengelolaan perumahan yang diatur dalam Undang-Undang Perumahan Korea Selatan.
Khususnya, demi menjamin penyediaan perumahan yang adil, perbuatan memperoleh rumah dengan mencantumkan secara palsu kelayakan pemesanan, masa tinggal, masa tanpa kepemilikan rumah, dan sebagainya dilarang secara ketat.
Apabila melanggar ketentuan tersebut, seseorang dapat dikenai pidana penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal 30 juta won, dan lebih jauh dapat timbul kerugian seperti pembatalan kemenangan undian, pembatalan kontrak penjualan, atau pencabutan penyediaan.
Tidak hanya itu, sanksi berat dapat berlanjut, seperti pembatalan hak pembelian atau pembatasan kelayakan pemesanan selama 10 tahun ke depan, sehingga diperlukan kehati-hatian khusus.
Berikut contoh-contoh umum pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan yang dijelaskan firma hukum properti
Dalam pemesanan perumahan, jumlah tanggungan keluarga atau masa tanpa kepemilikan rumah berperan sebagai faktor poin yang penting.
Perbuatan mendaftarkan sebagai tanggungan keluarga anggota keluarga yang sebenarnya tidak tinggal bersama demi tujuan itu, atau memperpanjang secara palsu masa tanpa kepemilikan rumah dengan tidak melaporkan riwayat kepemilikan rumah di masa lalu untuk menaikkan poin, dapat dipidana sebagai pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan.
Contoh yang umum adalah orang yang masa tinggalnya di wilayah tersebut singkat sehingga kurang memenuhi kelayakan pemesanan, yang mengajukan pemesanan melalui pindah domisili palsu dengan hanya memindahkan registrasi penduduk padahal sebenarnya tidak tinggal di sana.
Apabila memperoleh penjualan dengan cara demikian, hal itu dianggap sebagai perbuatan yang mengacaukan ketertiban penyediaan, sehingga dapat dikenai sanksi berat, tidak hanya penghukuman pidana tetapi juga pembatalan kemenangan undian dan pembatasan pemesanan di masa depan.
2. Firma hukum properti, strategi pembelaan atas dugaan pelaporan palsu kelayakan pemesanan

Firma hukum properti menyusun strategi pembelaan yang sistematis untuk klien yang menghadapi pemeriksaan polisi atas dugaan pelaporan palsu terkait kelayakan pemesanan.
Klien selama waktu yang lama secara nyata bertempat tinggal di sebuah rumah di wilayah tersebut dan menjalani sebagian besar kehidupan sehari-hari di sana, seperti pekerjaan, pendidikan anak, dan penggunaan rumah sakit.
Namun, ia sempat pindah untuk sementara ke wilayah pinggiran tempat pekerjaan istrinya berada demi merawat istrinya yang akan melahirkan, dan aparat penyidik mempermasalahkan hal itu sehingga mengajukan dugaan pemesanan palsu.
Atas hal ini, firma hukum properti menyusun strategi pembelaan dengan menganalisis secara menyeluruh pusat kehidupan klien, latar belakang perpindahan tempat tinggal, dan niat tempat tinggal yang sesungguhnya.
Pengacara spesialis properti, pembuktian fakta tempat tinggal yang nyata
Pengacara spesialis properti menekankan bahwa klien telah lama secara nyata bertempat tinggal di wilayah tersebut dan menjalani kehidupan sehari-hari seperti berangkat kerja, kegiatan sekolah anak, dan pemeriksaan di rumah sakit.
Untuk mendukung hal itu, ia mengumpulkan dokumen objektif seperti surat keterangan kerja, surat keterangan bersekolah anak, dan rekam medis rumah sakit, lalu menyerahkannya kepada polisi untuk menegaskan fakta tempat tinggal klien yang sesungguhnya.
Pengacara spesialis properti, penekanan alasan tempat tinggal sementara
Pengacara spesialis properti menekankan bahwa klien sempat tinggal untuk sementara di wilayah pinggiran tempat istrinya bekerja demi merawat istrinya yang akan melahirkan.
Ia berargumen bahwa hal itu merupakan keputusan yang tidak terhindarkan demi kesehatan istri dan perawatan keluarga.
Selain itu, ia menyajikan sebagai bukti pendukung fakta bahwa klien tetap membayar biaya pengelolaan dan biaya utilitas rumah tempat tinggalnya yang lama sehingga mempertahankan kewajiban tinggalnya.
Pengacara spesialis properti, penekanan bukan pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan
Agar pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan dapat terpenuhi, harus dibuktikan fakta bahwa seseorang memperoleh rumah dengan memalsukan kelayakan pemesanan melalui cara palsu atau curang.
Namun, pengacara mengemukakan logika bahwa hal itu bukan pelanggaran karena klien tetap memiliki tempat tinggal yang nyata di wilayah tersebut dan telah cukup memenuhi syarat pemesanan.
Selain itu, dengan berdasar pada yurisprudensi Mahkamah Agung Korea Selatan, ia menyajikan kaidah hukum bahwa pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan hanya diakui apabila digunakan cara yang tidak sah, seperti memalsukan kelayakan pemesanan.
Untuk dapat dikategorikan sebagai pelanggaran Undang-Undang Perumahan Korea Selatan, harus ada 'perbuatan memperoleh rumah melalui cara palsu atau cara curang lainnya'. Ini berarti perbuatan memperoleh rumah melalui cara curang yang tidak sah, seperti seseorang yang tidak memenuhi syarat menyamar seolah-olah memenuhi syarat.
3. Klien terbebas dari dugaan yang tidak adil berkat bantuan firma hukum properti
Berkat bantuan yang cepat dan strategis dari firma hukum properti, klien akhirnya memperoleh keputusan tidak dilimpahkan dan dapat menyelesaikan perkara.
Aparat penyidik mengakui bahwa klien hanya sementara tinggal di tempat tinggal pasangannya karena keadaan khusus, sementara basis tempat tinggalnya yang sesungguhnya berada di wilayah tersebut.
Selain itu, karena terbukti bahwa pada saat pemesanan tidak ada kesengajaan untuk melaporkan tempat tinggal secara palsu dan bahwa klien telah cukup memenuhi kelayakan tempat tinggal yang sesungguhnya, dijatuhkan keputusan tidak ada tindak pidana (tidak dilimpahkan).
Alasan perlunya bantuan firma hukum
Penyidikan terkait pemesanan perumahan sering kali menimbulkan kecurigaan hanya berdasarkan perpindahan alamat registrasi penduduk atau lapor pindah domisili.
Hasil pemeriksaan kompleks penjualan di wilayah metropolitan pada paruh kedua tahun lalu menunjukkan jumlah kasus kecurangan pemesanan yang terdeteksi mencapai 390 kasus, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan paruh pertama tahun lalu, sehingga penindakan terkait kecurangan pemesanan diperkirakan akan semakin diperketat.
Dalam situasi seperti ini, apabila seseorang terjerat dugaan kecurangan pemesanan yang tidak adil dan tidak dapat membuktikannya secara jelas, ia dapat menerima penghukuman pidana secara tidak adil atau mengalami kerugian serius seperti pembatalan kemenangan undian atau pembatalan kontrak penjualan.
Oleh karena itu, memperoleh bantuan pengacara spesialis properti seperti firma hukum properti dan menghadapi perkara secara strategis sejak tahap awal adalah hal yang paling penting.
Untuk mencegah penghukuman pidana yang tidak adil atau pembatalan pemesanan, disarankan untuk memperoleh bantuan ahli.
Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) menyediakan layanan hukum menyeluruh di bidang pidana∙administrasi terkait properti, seperti ▲penanganan sengketa pembatalan∙pemutusan kontrak penjualan ▲pembelaan terhadap pindah domisili palsu∙pelaporan palsu ▲penanganan prosedur administratif seperti pembatalan pemesanan∙tindakan administratif.

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.








