CONTENTS
- 1. Pengacara Penasihat Hukum Korporasi | Konflik antara Pemegang Saham Mayoritas dan Manajemen

- - Permintaan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan Dasar Hukumnya
- 2. Pengacara Penasihat Hukum Korporasi | Permintaan Pemegang Saham Mayoritas dan Penolakan Perusahaan

- - Dalil Bantahan Pihak Direktur Utama
- 3. Pengacara Penasihat Hukum Korporasi | Strategi Membuktikan Kelalaian Pengelolaan oleh Direktur Utama

- - Pemeriksaan Pengadilan dan Argumentasi Tanggapan
- 4. Pengacara Penasihat Hukum Korporasi | Izin Penyelenggaraan Rapat dan Signifikansi Perkara

- - Ketentuan Pemberitahuan Elektronik Rapat Umum Pemegang Saham Berdasarkan Perubahan Undang-Undang Hukum Dagang Korea Selatan
1. Pengacara Penasihat Hukum Korporasi | Konflik antara Pemegang Saham Mayoritas dan Manajemen
Pihak klien yang berkonsultasi dengan pengacara penasihat hukum korporasi merupakan pemegang saham mayoritas sebuah perusahaan menengah berbasis manufaktur. Dalam kasus ini, pengacara penasihat hukum korporasi mewakili pemegang saham mayoritas dan berhasil memperoleh izin untuk menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa.
Dalam proses pengelolaan perusahaan, konflik antara pemegang saham dan manajemen kerap terjadi.
Khususnya apabila pengelolaan yang ceroboh oleh direktur utama dan indikasi penyelewengan dana perusahaan secara tidak transparan terus berlanjut, prosedur yang memungkinkan pemegang saham menyuarakan pendapat secara langsung dan menuntut pemulihan pengelolaan perusahaan tidak dapat dihindari.
Dalam keadaan demikian, penyelenggaraan rapat umum pemegang saham menjadi sarana pengendalian yang utama. Namun, jika dewan direksi menolak atau menundanya, rapat hanya dapat diselenggarakan setelah melalui prosedur perizinan pengadilan.

Permintaan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan Dasar Hukumnya
Pasal 366 Undang-Undang Hukum Dagang Korea Selatan memberikan hak kepada pemegang saham yang memiliki sekurang-kurangnya 3% dari seluruh saham yang telah diterbitkan untuk meminta penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa.
Namun, jika dewan direksi tidak menjalankan prosedur tersebut tanpa alasan yang sah, pemegang saham dapat mengajukan permohonan izin penyelenggaraan kepada pengadilan dan memimpin rapat secara langsung.
Permasalahannya adalah dewan direksi sering menghindari penyelenggaraan rapat dengan alasan formal atau direktur utama menggunakan proses litigasi sebagai tameng untuk mengulur waktu.
Oleh karena itu, untuk memperoleh izin pengadilan, pemenuhan persyaratan formal semata tidaklah cukup. Pemohon harus membuktikan alasan rapat perlu diselenggarakan dan adanya kebutuhan objektif untuk kepentingan perusahaan. Dalam proses ini, peran pengacara penasihat hukum korporasi sangat menentukan.
2. Pengacara Penasihat Hukum Korporasi | Permintaan Pemegang Saham Mayoritas dan Penolakan Perusahaan
Klien dalam perkara ini merupakan pemegang saham utama perusahaan menengah D dan memiliki sekurang-kurangnya 5% dari seluruh saham yang telah diterbitkan.
Karena porsi saham yang dimiliki klien jauh melampaui persyaratan hukum untuk menggunakan hak meminta penyelenggaraan rapat umum pemegang saham, kelayakannya untuk meminta penyelenggaraan rapat umum pemegang saham sudah jelas.
Klien secara resmi meminta dewan direksi menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa dengan agenda pemberhentian direktur utama dan pengangkatan direktur baru, tetapi pihak perusahaan menunda atau menghindari permintaan tersebut.
Secara khusus, surat resmi dengan bukti isi yang pertama bahkan tidak ditanggapi, sedangkan surat resmi dengan bukti isi yang dikirimkan kembali juga dikembalikan karena penerima menolak menerimanya. Pada kenyataannya, perusahaan menghindari kewajibannya untuk menyelenggarakan rapat.
Dalil Bantahan Pihak Direktur Utama
Selain itu, setelah proses hukum dimulai, pihak direktur utama mengemukakan dua dalil.
Pertama, pemegang saham pemohon bukan pemilik sebenarnya, melainkan hanya pihak yang tercatat sebagai pemegang saham berdasarkan penitipan nama kepemilikan, sehingga tidak dapat menggunakan hak pemegang saham.
Kedua, permintaan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa merupakan penyalahgunaan hak yang dimaksudkan untuk mengganggu pengelolaan perusahaan dan menekan direktur utama.
Kedua dalil tersebut merupakan bantahan yang sering diajukan dalam perkara izin penyelenggaraan rapat umum pemegang saham dan dapat berpengaruh besar terhadap penilaian pengadilan.
Oleh karena itu, cara membantah dalil-dalil tersebut menentukan keberhasilan atau kegagalan perkara.
3. Pengacara Penasihat Hukum Korporasi | Strategi Membuktikan Kelalaian Pengelolaan oleh Direktur Utama

Dalam perkara ini, pengacara penasihat hukum korporasi berfokus membuktikan bahwa cara direktur utama mengelola perusahaan telah menimbulkan risiko serius bagi perusahaan.
Pemenuhan persyaratan kepemilikan saham oleh pihak klien saja tidak memberikan dasar yang cukup kuat untuk memperoleh izin penyelenggaraan rapat. Oleh karena itu, kebutuhan rapat tersebut demi kelangsungan perusahaan harus ditunjukkan melalui bukti objektif.
Secara khusus, bukti-bukti berikut dikumpulkan.
Tindakan tersebut bukan sekadar persoalan pertimbangan bisnis pemegang saham, melainkan faktor yang mengancam kelangsungan perusahaan itu sendiri.
Oleh karena itu, ditegaskan bahwa rapat umum pemegang saham luar biasa bukanlah sarana untuk membatasi atau menekan direktur utama, melainkan tindakan yang tidak dapat dihindari untuk memulihkan pengelolaan perusahaan.
Pemeriksaan Pengadilan dan Argumentasi Tanggapan
Pengacara penasihat hukum korporasi membantah dalil pihak direktur utama mengenai penitipan nama kepemilikan dan penyalahgunaan hak sebagai berikut.
- Bantahan terhadap dalil penitipan nama kepemilikan: Mengajukan preseden Mahkamah Agung Korea Selatan (2015다248342) yang menyatakan bahwa pihak yang tercatat secara resmi dalam daftar pemegang saham dapat menggunakan hak pemegang saham sepanjang tidak terdapat keadaan khusus
- Bantahan terhadap dalil penyalahgunaan hak: Hak pemegang saham minoritas untuk meminta penyelenggaraan rapat merupakan mekanisme yang dibentuk untuk menjamin pengelolaan perusahaan yang sehat. Agar dianggap sebagai penyalahgunaan hak, penyelenggaraan rapat harus secara nyata merugikan perusahaan, sedangkan perkara ini justru bertujuan mencegah keruntuhan perusahaan
4. Pengacara Penasihat Hukum Korporasi | Izin Penyelenggaraan Rapat dan Signifikansi Perkara

Pengadilan mengabulkan permohonan klien, mengizinkan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa, dan menunjuk pemohon sebagai ketua rapat.
Pengadilan mengambil kesimpulan bahwa kebutuhan untuk menyelenggarakan rapat telah terbukti berdasarkan keadaan pengelolaan perusahaan saat ini dan tindakan direktur utama.
Berdasarkan penetapan tersebut, klien dapat menyelenggarakan rapat umum pemegang saham secara sah dan kemudian menjalankan prosedur pemberhentian direktur serta pengangkatan jajaran manajemen baru.
Prosedur perizinan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham merupakan titik penting yang menentukan arah tata kelola dan pemulihan pengelolaan perusahaan di masa mendatang.
Jika direktur utama melakukan perbuatan melawan hukum atau bertindak sewenang-wenang, nilai perusahaan hanya dapat dipertahankan dengan segera mengambil langkah hukum yang tepat, baik oleh pemegang saham mayoritas maupun minoritas.
Dalam proses tersebut, pengacara penasihat hukum korporasi tidak hanya memberikan panduan prosedural dan membantu penyerahan dokumen, tetapi juga memberikan konsultasi mengenai penyelidikan fakta, pengamanan bukti, penyusunan argumentasi hukum, hingga strategi stabilisasi hak pengendalian manajemen setelah perkara selesai.
Jika Anda memerlukan konsultasi dari firma yang dapat menyediakan solusi satu pintu melalui pengacara spesialis konsultasi korporasi untuk persoalan seperti Undang-Undang Hukum Dagang Korea Selatan, serta akuntan dan konsultan pajak, silakan ajukan 🔗reservasi konsultasi hukum.
Ketentuan Pemberitahuan Elektronik Rapat Umum Pemegang Saham Berdasarkan Perubahan Undang-Undang Hukum Dagang Korea Selatan
Setelah memperoleh izin pengadilan untuk menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa, pemberitahuan penyelenggaraan dan pengumuman yang sah juga menjadi persoalan utama.
Menurut Undang-Undang Hukum Dagang Korea Selatan yang diubah pada Juli 2025, kini perusahaan terbuka dapat menyelenggarakan rapat umum pemegang saham elektronik berdasarkan keputusan dewan direksi, kecuali anggaran dasar menentukan lain.
Pemegang saham yang menghadiri rapat umum pemegang saham elektronik dianggap telah hadir secara langsung di tempat penyelenggaraan serta dapat menggunakan hak suara dan berpartisipasi dalam rapat dari lokasi lain.
Khususnya, perusahaan terbuka berskala besar wajib menyelenggarakan rapat umum pemegang saham elektronik yang dilaksanakan bersamaan dengan rapat umum pemegang saham luring.
Ketentuan ini akan mulai diberlakukan sepenuhnya pada 1 Januari 2027.
Selain itu, terkait metode pemberitahuan elektronik, perusahaan terbuka dapat menyampaikan pemberitahuan penyelenggaraan atau membuat pengumuman secara elektronik melalui dokumen elektronik maupun pengumuman internet sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya.
Untuk agenda utama, pada prinsipnya pemberitahuan harus disampaikan secara langsung kepada setiap pemegang saham. Namun, bagi pemegang saham kecil, dalam keadaan tertentu pemberitahuan tersebut dapat digantikan dengan pengumuman elektronik.
![@[해결사례]탬플릿 기반 복사 기업자문변호사 | 주주총회 소집허가 결정 사례](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fseo%2Fsuccess%2F20250911092922623.webp&w=828&q=100)
Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.












