Latar belakang judul halaman (versi PC)Latar belakang judul halaman (versi seluler)

Analisis Putusan / Pembaruan Hukum

Firma Hukum Daeryun, dengan keahlian di berbagai bidang praktik,
menyediakan analisis putusan pengadilan dan isu hukum.

Risiko ESG | Bagaimana ESG Akan Berubah Mulai 2026 dan Menjadi “Laporan Keuangan Kedua”?

Sejak 2026, pengelolaan risiko ESG tidak lagi sekadar menjadi indikator pendukung, tetapi telah menjadi variabel manajemen utama yang secara langsung memengaruhi keseluruhan pengambilan keputusan dan struktur pertanggungjawaban perusahaan.

CONTENTS
  • 1. Risiko ESG | ESG yang Menjadi “Laporan Keuangan Kedua”
    • - Arah Kebijakan ESG Pemerintahan Lee Jae-myung
    • - Alasan Sifat ESG Berubah Menjadi “Pengungkapan Wajib” Mulai 2026
    • - Struktur yang Menjadikan Pengungkapan ESG Sebagai Objek Verifikasi Laporan Keuangan
  • 2. Risiko ESG | Aspek Utama Pengelolaan Perusahaan
    • - Standar Pengelolaan ESG Bukanlah “Waktu”, Melainkan “Kemampuan untuk Menjelaskan”
    • - Item ESG Utama dari Perspektif Keuangan dan Hukum
    • - Membangun Sistem Pengelolaan Internal ESG Setingkat Laporan Keuangan
  • 3. Risiko ESG | Persiapan Utama Perusahaan

1. Risiko ESG | ESG yang Menjadi “Laporan Keuangan Kedua”

Pentingnya Pengelolaan Risiko ESG sebagai Laporan Keuangan ke-2

Risiko ESG kini menjadi bidang yang tidak lagi dapat dikelola secara terpisah dari laporan keuangan.


Hal ini terjadi karena, sekitar tahun 2026, peralihan menuju sistem pengungkapan wajib berdasarkan hukum dan sistem kelembagaan mulai berlangsung secara nyata, sehingga pengungkapan ESG tidak lagi sebatas pelaporan yang direkomendasikan atau bersifat sukarela.


Selama ini, informasi ESG lebih menyerupai bahan rujukan yang diungkapkan perusahaan secara selektif; namun, setelah tahun 2026, informasi tersebut direncanakan untuk dimasukkan sebagai unsur pengungkapan resmi yang berkaitan langsung dengan kinerja keuangan sesuai standar global.

∙ ESG pada masa lalu
: pengungkapan selektif·informasi rujukan

∙ ESG setelah tahun 2026
: pengungkapan wajib·objek perbandingan dan verifikasi

∙ Perubahan utama
: pelaporan keberlanjutan ⇒ materi penjelas risiko keuangan

Arah Kebijakan ESG Pemerintahan Lee Jae-myung

Di Korea Selatan, ESG juga tidak lagi dipandang sebagai agenda kebijakan jangka menengah atau panjang, tetapi dengan cepat beralih menjadi standar yang tercermin secara langsung dalam sistem pengungkapan perusahaan.

Sejak sebelum dilantik, pemerintahan Lee Jae-myung telah mengajukan penanganan krisis iklim dan transisi dekarbonisasi struktur industri sebagai janji kebijakan utama serta menetapkan penguatan ESG sebagai landasan kebijakan yang jelas, dan selanjutnya memperinci rancangan regulasi dengan berfokus pada percepatan penerapan kewajiban pengungkapan ESG dan pembenahan sistem evaluasi.

Secara khusus, penetapan standar pengungkapan ESG dan penyusunan peta jalan tidak lagi dipandang sebagai “sistem yang kelak akan diterapkan”, tetapi sebagai kewajiban pengungkapan nyata yang mengharuskan perusahaan memeriksa kesiapan mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa ESG sedang beralih dari kegiatan manajemen opsional menjadi standar pengelolaan yang perlu dimasukkan terlebih dahulu ke dalam sistem keuangan dan pengungkapan.

Alasan Sifat ESG Berubah Menjadi “Pengungkapan Wajib” Mulai 2026

Sejalan dengan arah kebijakan di Korea Selatan, berbagai negara sedang menerapkan sistem pengungkapan ESG atau menyelaraskan sistem yang telah ada dengan ISSB (IFRS S1 dan S2) sebagai standar bersama.


Perubahan ini merupakan peralihan yang menjadikan informasi ESG sebagai item pengungkapan yang wajib disusun berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Dengan standardisasi item pengungkapan, metode penghitungan, dan ruang lingkup penerapan, perusahaan akan menghadapi lingkungan yang mengharuskan mereka menyampaikan informasi ESG sebagai data yang dapat dibandingkan dan dianalisis dengan cara yang sama seperti informasi keuangan.


Akibatnya, pengungkapan ESG akan beralih dari laporan keberlanjutan yang sekadar formalitas menjadi materi yang menjelaskan kondisi keuangan dan risiko perusahaan.

Kategori

Pengungkapan ESG sebelumnya

Pengungkapan ESG setelah 2026

Sifat

Sukarela dan bersifat anjuran

Wajib

Standar

Berbeda-beda menurut perusahaan

Standar internasional (ISSB)

Penggunaan

Citra dan reputasi

Analisis keuangan dan risiko

Struktur yang Menjadikan Pengungkapan ESG Sebagai Objek Verifikasi Laporan Keuangan

Informasi ESG disebut sebagai “laporan keuangan kedua” karena setelah 2026 pengungkapan ESG tidak lagi sekadar menjadi materi penjelasan, tetapi akan diverifikasi dalam bentuk angka yang berkaitan dengan biaya, laba, dan kerugian aktual.

Salah satu contoh utamanya adalah Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon Uni Eropa (CBAM).

Selama masa transisi (1 Oktober 2023–31 Desember 2025), CBAM telah mewajibkan pelaporan emisi karbon setiap kuartal. Ketika memasuki periode definitif mulai 1 Januari 2026, sifat data ESG akan berubah secara mendasar.

Perubahan struktur CBAM

∙ Masa transisi: berfokus pada pelaporan emisi

Periode definitif (mulai 2026) : penerapan prinsip Actual Data

∙ Nilai baku (Default Value): hanya diperbolehkan dalam keadaan tertentu

Setelah periode definitif dimulai, pada prinsipnya hanya “data emisi aktual (Actual Data)” yang dihitung dengan metode yang diakui yang akan diterima. Kesulitan memperoleh data pengukuran yang akurat dapat menimbulkan risiko sanksi langsung, seperti pengenaan denda administratif serta penundaan atau penolakan persetujuan impor.

Selain itu, mulai 2026 kewajiban untuk membeli dan menyerahkan sertifikat CBAM yang nilainya terkait dengan harga EU ETS (sistem perdagangan emisi), berdasarkan jumlah karbon yang terkandung dalam produk, akan diterapkan secara bertahap dan semakin luas.


Meskipun secara formal berbentuk pembelian sertifikat, dalam praktiknya hal ini berfungsi sebagai struktur biaya yang menyerupai bea masuk dan secara langsung memengaruhi harga ekspor serta margin keuntungan.

Faktor yang memengaruhi

Makna keuangan

Kekurangan Actual Data

Sanksi dan hambatan impor

Perubahan harga ETS

Dampak langsung terhadap biaya pokok dan margin

Intensitas karbon

Faktor penentu besarnya biaya

Dengan demikian, pengungkapan ESG yang berpusat pada CBAM mengikuti struktur berupa keakuratan data → verifikasi eksternal → pencerminan dalam biaya, laba, dan kerugian, sehingga memerlukan tingkat pengelolaan yang sama dengan laporan keuangan.

2. Risiko ESG | Aspek Utama Pengelolaan Perusahaan

Aspek utama pengelolaan risiko ESG perusahaan

Sehubungan dengan pengelolaan risiko ESG, ketika ESG memasuki tahap verifikasi bersama laporan keuangan menjelang 2026, pendekatan perusahaan terhadap ESG juga perlu beralih dari “berfokus pada pelaporan” menjadi “berfokus pada pengelolaan”.


Hal yang kini penting bukanlah seberapa baik laporan disusun, melainkan apakah informasi ESG yang diungkapkan berada dalam kondisi yang dapat dijelaskan dari sudut pandang keuangan dan hukum, serta kepada investor dan pasar keuangan.

Standar Pengelolaan ESG Bukanlah “Waktu”, Melainkan “Kemampuan untuk Menjelaskan”

Risiko ESG umumnya tidak muncul secara tiba-tiba pada akhir tahun atau tepat sebelum pengungkapan.


Emisi karbon, rantai pasokan, serta persoalan hak asasi manusia dan keselamatan terakumulasi sejak pertama kali terjadi. Sulit untuk memastikan kesesuaiannya dengan laporan keuangan jika angka baru diselaraskan setelah kejadian.

∙ Penataan tepat sebelum pengungkapan
: meningkatkan risiko yang tidak dapat dijelaskan

∙ Pengelolaan sejak terjadinya peristiwa
: memastikan kesesuaian keuangan dan hukum

∙ Standar utama
: “Dapatkah hal tersebut dijelaskan kapan saja?”

Dengan demikian, meskipun waktu penerapan kewajiban pengungkapan ESG di Korea Selatan belum ditetapkan, perusahaan perlu mempersiapkan diri “hingga dapat segera memberikan penjelasan ketika kewajiban tersebut diberlakukan”.

Item ESG Utama dari Perspektif Keuangan dan Hukum

Setelah 2026, risiko ESG perlu dikelola bukan sebagai persoalan individual, melainkan sebagai unit risiko yang terkait langsung dengan laporan keuangan.


Secara khusus, item berikut memerlukan verifikasi keuangan dan hukum secara bersamaan pada tahap pengungkapan.

∙ Data karbon dan lingkungan
: terkait dengan struktur biaya, biaya investasi, dan biaya CBAM

∙ Persoalan hak asasi manusia dan lingkungan dalam rantai pasokan
: terkait dengan tanggung jawab kontraktual, ganti rugi, dan risiko penghentian transaksi

∙ Indikator keselamatan dan ketenagakerjaan
: terkait dengan provisi serta risiko litigasi dan sanksi administratif

Sejak item-item tersebut dicantumkan dalam laporan ESG, kesesuaiannya dengan laporan keuangan dan kemungkinan timbulnya tanggung jawab hukum juga menjadi objek pemeriksaan.


Oleh karena itu, pengelolaan risiko ESG sedang beralih menjadi persoalan yang harus ditangani dalam sistem manajemen risiko perusahaan secara keseluruhan, bukan hanya sebagai tugas departemen tertentu.

Membangun Sistem Pengelolaan Internal ESG Setingkat Laporan Keuangan

Perusahaan perlu mempersiapkan diri untuk memasukkan ESG ke dalam sistem pengelolaan keuangan dan hukum, bukan menempatkannya sebagai bidang pelaporan yang terpisah.

Item persiapan

Aspek pemeriksaan

Sistem pengelolaan data ESG

Memperjelas standar, ruang lingkup, dan periode penghitungan serta mengelola riwayat perubahan

Struktur keterkaitan dengan laporan keuangan

Memeriksa keterkaitan dengan item keuangan seperti investasi, biaya, dan provisi

Proses verifikasi internal

Peninjauan awal dari perspektif keuangan dan hukum sebelum pengungkapan

Penetapan pihak yang bertanggung jawab

Memperjelas jalur pertanggungjawaban internal jika terjadi kesalahan angka ESG

Hal yang sangat penting adalah membangun struktur yang memungkinkan perusahaan menjelaskan secara internal siapa yang menghasilkan data ESG, standar yang digunakan untuk menghitungnya, dan cara data tersebut terhubung dengan angka keuangan.


Hal ini merupakan persyaratan pengelolaan minimum yang diperlukan bukan hanya untuk menghadapi audit eksternal atau regulasi, tetapi juga untuk mengurangi risiko lanjutan akibat kesalahan atau distorsi pengungkapan dan menjaga kepercayaan investor serta lembaga keuangan.

3. Risiko ESG | Persiapan Utama Perusahaan

Persiapan utama perusahaan dalam menghadapi risiko ESG bersama pengacara korporasi

Pengelolaan risiko ESG tidak lagi sekadar menjadi sarana mengelola citra, tetapi akan menjadi informasi manajemen utama yang diverifikasi bersama laporan keuangan dan dinilai oleh pasar.


Pengungkapan ESG dikelola dengan asumsi bahwa informasi tersebut akan diverifikasi oleh pihak ketiga eksternal atau kantor akuntan, dan hasilnya sedang beralih menjadi bahan pertimbangan investor serta lembaga keuangan, bukan hanya digunakan untuk memenuhi regulasi.

∙ Data ESG = indikator risiko keuangan

∙ Kegagalan pengelolaan = peningkatan biaya dan tanggung jawab serta penurunan kepercayaan

∙ Penanganan proaktif = daya saing jangka panjang

Tanpa sistem pengelolaan setingkat laporan keuangan dan proses verifikasi internal yang dibangun terlebih dahulu, pengungkapan ESG dapat menjadi beban baru.


Namun, jika struktur pengelolaan ESG yang sistematis mulai dibangun sejak sekarang, ESG dapat menjadi aset strategis yang memperkuat kepercayaan pasar dan daya saing jangka panjang, bukan sekadar regulasi.

Secara khusus, dengan mempertimbangkan arah kebijakan ESG pemerintahan Lee Jae-myung belakangan ini, pengungkapan ESG bukanlah “sistem yang perlu dipersiapkan kelak”, tetapi lebih menyerupai agenda manajemen yang sudah berada di depan mata.

Jika perusahaan memerlukan penanganan pengungkapan ESG, peninjauan keterkaitannya dengan laporan keuangan, atau pemeriksaan sistem pengelolaan internal, disarankan untuk melakukan pemeriksaan risiko secara proaktif melalui diagnosis awal dari perspektif 🔗pengacara korporasi, akuntansi, dan kepatuhan.

Background

Daeryun's Key Strengths

Daeryun's exclusive AI · IT
litigation strategies
Over 240
key members
1,200+ cases
handled monthly

* January 2026 Bar Association Transit Permit Issuance Criteria

*Mematuhi Pasal 4 Peraturan Periklanan Asosiasi Pengacara Korea Paragraph 1

Pengacara
Reservasi konsultasi hukum

Semua konsultasi dilakukan oleh pengacara spesialis setelah meninjau perkara. Konsultasi dilaksanakan dengan sistem reservasi untuk memastikan proses yang profesional.Kami menganjurkan Anda membuat reservasi konsultasi lebih awal, dan meminta kepatuhan terhadap waktu yang dijadwalkan. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk memberikan konsultasi yang memuaskan.

Telepon
konsultasi 1800-7905

Tersedia 24/7, 365 hari
untuk permintaan konsultasi

Reservasi telepon

KakaoTalk
konsultasi

Kanal KakaoTalk

Pengacara Firma Hukum Daeryun

Reservasi KakaoTalk

Daring
konsultasi

Kami menyediakan layanan hukum
yang disesuaikan.

Reservasi daring
Informasi Terkait
Menu Cepat

KakaoTalk