Latar belakang judul halaman (versi PC)Latar belakang judul halaman (versi seluler)

Bidang Praktik

Tindak pidana pemerasan

Tindak pidana pemerasan adalah tindak pidana yang terjadi ketika seseorang menerima penyerahan barang atau keuntungan harta benda dengan mengancam atau menggunakan kekerasan terhadap pihak lain. Secara sederhana, tindak pidana ini dapat dipandang serupa dengan perampasan uang atau barang berharga.

CONTENTS
  • 1. Tindak pidana pemerasan | Definisi
    • - Unsur tindak pidana pemerasan
    • - Perbedaan dengan tindak pidana lain
  • 2. Tindak pidana pemerasan | Kasus khusus
    • - Tingkat hukuman tindak pidana pemerasan
    • - Pedoman penjatuhan pidana untuk pemerasan
  • 3. Tindak pidana pemerasan | Jika Anda menjadi tersangka
    • - Persiapan menghadapi tahap awal penyidikan
    • - Persiapan untuk prosedur selanjutnya dan keringanan hukuman
  • 4. Tindak pidana pemerasan | Jika Anda menjadi korban
    • - Pengamanan alat bukti
  • 5. Tindak pidana pemerasan | Cara menangani
    • - Menangani perkara tindak pidana pemerasan

1. Tindak pidana pemerasan | Definisi

Definisi dan bidang layanan tindak pidana pemerasan

Tindak pidana pemerasan adalah tindak pidana berupa penggunaan kekerasan atau ancaman untuk membuat seseorang merasa takut dan memperoleh barang atau keuntungan harta benda.

Secara sederhana, tindak pidana ini merupakan perbuatan merampas uang atau barang berharga dari pihak lain dengan menggunakan ancaman atau kekerasan.

Khususnya bagi anak di bawah umur, perbuatan tersebut dapat dikenai penghukuman pidana sebagai tindak pidana pemerasan sekaligus kekerasan di sekolah (perundungan), sehingga diperlukan kewaspadaan lebih besar.

Unsur tindak pidana pemerasan

① Tindakan mengancam atau mengintimidasi

Agar tindak pidana pemerasan terpenuhi, harus terdapat ancaman atau intimidasi yang cukup untuk membuat pihak lain benar-benar merasa takut.

② Tujuan merampas keuntungan, uang, atau barang berharga

Ancaman atau intimidasi tersebut tidak boleh semata-mata ditujukan untuk menakut-nakuti, tetapi harus jelas dimaksudkan sebagai sarana untuk memperoleh uang atau keuntungan yang setara dengannya.

③ Kesengajaan

Karena tindak pidana pemerasan merupakan tindak pidana yang dilakukan dengan sengaja, harus dibuktikan bahwa ancaman atau intimidasi dilakukan dengan maksud memperoleh keuntungan.

Perbedaan dengan tindak pidana lain

Tindak pidana pemerasan adalah tindak pidana memperoleh uang atau keuntungan harta benda melalui ancaman atau intimidasi sehingga mudah tertukar dengan tindak pidana pengancaman atau perampokan yang dilakukan dengan cara serupa.

Namun, tindak pidana tersebut dapat dibedakan secara jelas berdasarkan diperoleh atau tidaknya keuntungan harta benda dan ada atau tidaknya kesukarelaan pihak lain.

Perbedaan dengan tindak pidana pengancaman

Jika keuntungan harta benda diperoleh melalui tindakan mengancam, tindak pidana pemerasan terpenuhi, sedangkan jika keuntungan tidak diperoleh, perbuatan tersebut termasuk tindak pidana pengancaman.

Dengan demikian, diperoleh atau tidaknya keuntungan merupakan kriteria utama untuk membedakan kedua tindak pidana tersebut.

Perbedaan dengan perampokan

Tindak pidana pemerasan dan perampokan sama-sama merupakan tindak pidana yang merampas harta milik orang lain, tetapi berbeda dalam cara dan tingkat kekerasannya.

Jika korban merasa takut akibat ancaman lalu menyerahkan barang secara sukarela, unsur tindak pidana pemerasan terpenuhi.

Sebaliknya, jika barang dirampas secara paksa, tindak pidana perampokan terpenuhi.

2. Tindak pidana pemerasan | Kasus khusus

Analisis situasi dan bidang layanan tindak pidana pemerasan

Pemerasan dengan pemberatan (khusus)

Tindak pidana ini terjadi apabila pemerasan dilakukan dengan menunjukkan kekuatan suatu kelompok atau sejumlah besar orang, atau dengan membawa benda berbahaya.

Pemerasan berulang

Tindak pidana ini terjadi apabila pemerasan dilakukan secara berulang.

Pemerasan oleh residivis

Tindak pidana ini terjadi apabila seseorang yang pernah melakukan tindak pidana pemerasan dan dijatuhi pidana penjara tanpa kewajiban bekerja menurut hukum Korea Selatan atau pidana yang lebih berat kembali melakukan tindak pidana pemerasan dalam waktu 3 tahun setelah pelaksanaan pidananya selesai atau dibebaskan.

Pemerasan bersama-sama

Tindak pidana ini terjadi apabila dua orang atau lebih bersekongkol untuk mengancam korban dan melakukan tindak pidana pemerasan.

Tingkat hukuman tindak pidana pemerasan

▶ Pasal 350 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan

Pemerasan

Pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak 20.000.000 won Korea Selatan

▶ Pasal 350-2 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan

Pemerasan dengan pemberatan (khusus)

Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 15 tahun

▶ Pasal 351 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan

Pelaku berulang

Pidana diperberat hingga setengahnya

▶ Undang-Undang Penghukuman Tindak Kekerasan Korea Selatan

Pemerasan bersama-samaPidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak 30.000.000 won Korea Selatan

Pedoman penjatuhan pidana untuk pemerasan

Pemerasan umum

▷ Tingkat pemerasan tergolong ringan

▷ Terdapat alasan yang secara khusus patut dipertimbangkan dalam keterlibatan pada tindak pidana

▷ Pemerasan dilakukan sebagai sarana untuk melaksanakan hak

▷ Kemampuan mental berkurang

▷ Menyerahkan diri atau melaporkan pelanggaran internal

▷ Korban tidak menghendaki penghukuman atau kerugian telah dipulihkan secara substansial, termasuk melalui penitipan resmi

▷ Perbuatan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, biaya pengobatan, atau tujuan serupa

▷ Sebagian besar hasil tindak pidana tidak sempat digunakan dan juga tidak dikuasai

▷ Keterlibatan pasif

▷ Penyesalan yang sungguh-sungguh

▷ Tidak memiliki riwayat penghukuman pidana

Pemerasan berulang, pemerasan dengan pemberatan (khusus), dan pemerasan oleh residivis

▷ Tingkat pemerasan tergolong ringan

▷ Terdapat alasan yang secara khusus patut dipertimbangkan dalam keterlibatan pada tindak pidana

▷ Pemerasan dilakukan sebagai sarana untuk melaksanakan hak (hanya untuk pemerasan dengan pemberatan)▷ Tingkat pemerasan tergolong ringan

▷ Terdapat alasan yang secara khusus patut dipertimbangkan dalam keterlibatan pada tindak pidana

▷ Pemerasan dilakukan sebagai sarana untuk melaksanakan hak▷ Perbuatan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, biaya pengobatan, atau tujuan serupa

▷ Sebagian besar hasil tindak pidana tidak sempat digunakan dan juga tidak dikuasai

▷ Keterlibatan pasif

▷ Penyesalan yang sungguh-sungguh

▷ Tidak memiliki riwayat penghukuman pidana

3. Tindak pidana pemerasan | Jika Anda menjadi tersangka

Tindak pidana pemerasan merupakan tindak pidana yang terhadap pelakunya dapat dilakukan penyidikan dengan penahanan meskipun baru pertama kali melakukan tindak pidana, bergantung pada beratnya perkara, keterangan korban, serta ada atau tidaknya alat bukti.

Khususnya jika perdamaian dengan korban belum tercapai atau terdapat indikasi perbuatan yang berulang maupun terorganisasi, kemungkinan diajukannya permohonan surat perintah penahanan untuk menempatkan tersangka dalam tahanan juga tidak dapat dikesampingkan.

Karena ada atau tidaknya dasar sangkaan serta arah penyidikan ditentukan berdasarkan isi keterangan awal, sangat penting untuk menata fakta perkara secara memadai dan menyusun strategi penanganan sebelum pemeriksaan.

Persiapan menghadapi tahap awal penyidikan

Selama proses pemeriksaan, hindari perkataan yang tidak perlu atau ungkapan yang ambigu dan jawablah pertanyaan berdasarkan fakta.

Keterangan yang tidak konsisten dapat menimbulkan keraguan mengenai kredibilitasnya, sehingga diperlukan kehati-hatian ketika menyusun surat pernyataan.

Khususnya pada tahap awal pemeriksaan, keterangan yang berfokus pada fakta konkret lebih penting daripada penjelasan emosional atau perkataan yang menekankan bahwa Anda diperlakukan secara tidak adil.

Persiapan untuk prosedur selanjutnya dan keringanan hukuman

Jika fakta tindak pidana sudah jelas, sebaiknya upayakan keringanan hukuman melalui perdamaian secara baik-baik dengan korban.

Selain itu, berdasarkan pedoman penjatuhan pidana untuk pemerasan, upaya memulihkan kerugian korban dan penyesalan yang sungguh-sungguh dapat menjadi faktor positif dalam pengurangan hukuman.

Sebaliknya, jika isi sangkaan tidak sesuai dengan fakta atau terdapat dugaan pengaduan palsu, bukti yang menyangkal sangkaan tersebut harus segera dipersiapkan sebagai tanggapan.

4. Tindak pidana pemerasan | Jika Anda menjadi korban

Ketika menjadi korban tindak pidana pemerasan, penting untuk segera mengamankan alat bukti.

Simpan secara sistematis materi terkait, seperti pesan teks, rekaman percakapan telepon, dan keterangan saksi, serta segera laporkan perkara tersebut kepada kepolisian.

Setelah melapor, sampaikan fakta perkara secara akurat dan pastikan isi keterangan tetap konsisten selama proses pemeriksaan.

Butir

Rincian dan strategi konkret

Persiapan keterangan awal

Jelaskan secara terperinci fakta konkret mengenai perkara, seperti waktu, tempat, dan cara tindak pidana dilakukan serta penampilan dan ciri-ciri pelaku

Menyampaikan secara jelas keinginan agar pelaku dihukum

Sampaikan secara jelas keinginan agar pelaku dihukum berat melalui surat pernyataan atau pendapat korban dalam proses pidana dan, jika perlu, ajukan petisi

Menentukan penerimaan perdamaian

Jika tersangka meminta perdamaian, tinjau cakupan ganti rugi dan ketulusannya; penerimaan perdamaian dapat memengaruhi peringanan pidana

Pengamanan alat bukti

Pertama-tama, pesan teks serta isi percakapan melalui KakaoTalk atau layanan pesan lain yang memuat ancaman atau tindakan pemerasan harus disimpan dalam bentuk tangkapan layar atau berkas cadangan yang memperlihatkan tanggal, waktu, pengirim, dan penerima secara jelas.

Jika terdapat video atau foto yang merekam situasi di lokasi kejadian, penting untuk mempertahankan berkas aslinya tanpa kerusakan. Apabila materi objektif seperti rekaman CCTV tersedia, meminta atau mengamankan materi tersebut juga akan membantu.

Selain itu, riwayat transaksi uang atau catatan dana masuk dan keluar dari rekening yang berkaitan dengan perkara juga dapat menjadi alat bukti kuat untuk mendukung argumentasi pembelaan, sehingga catatan keuangan tersebut harus diamankan secara menyeluruh.

5. Tindak pidana pemerasan | Cara menangani

Cara menangani dan bidang layanan tindak pidana pemerasan

Perkara tindak pidana pemerasan merupakan persoalan serius yang menimbulkan kerugian finansial dan psikologis berat bagi korban serta risiko penghukuman pidana berat bagi tersangka.

Bagi tersangka, penting untuk meninjau secara cermat latar belakang tindak pidana dan alat bukti serta menyusun strategi penanganan hukum sejak tahap awal.

Berhati-hatilah karena menyangkal sangkaan tanpa pertimbangan atau memberikan tanggapan yang tidak tepat dapat mengakibatkan pemberatan pidana.

Dari sudut pandang korban, bukti mengenai ancaman atau perampasan uang harus dikumpulkan secara menyeluruh dan tindakan hukum harus segera diambil.

Karena tindak pidana pemerasan merupakan tindak pidana kompleks yang melibatkan ancaman sekaligus permintaan uang atau barang berharga, kesalahan kecil dalam menanganinya pun dapat menimbulkan kerugian besar.

Menangani perkara tindak pidana pemerasan

Firma kami membentuk satuan tugas khusus perkara pidana bersama para advokat spesialis hukum pidana yang terdaftar secara resmi pada Asosiasi Advokat Korea dan menyediakan penanganan hukum yang sistematis serta profesional untuk perkara tindak pidana pemerasan.

Secara khusus, melalui pusat investigasi alat bukti dan forensik digital milik kami, firma bekerja sama dengan para ahli untuk menganalisis secara terperinci berbagai alat bukti, seperti catatan percakapan digital, rekaman percakapan telepon, dan rekaman video, sehingga pokok perkara dapat segera diketahui.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam menangani perkara tindak pidana pemerasan, silakan meminta bantuan kapan saja melalui 🔗Reservasi konsultasi hukum dengan advokat pidana.

Informasi Terkait
Background

Daeryun's Key Strengths

Daeryun's exclusive AI · IT
litigation strategies
Over 240
key members
1,200+ cases
handled monthly

* January 2026 Bar Association Transit Permit Issuance Criteria

*Mematuhi Pasal 4 Peraturan Periklanan Asosiasi Pengacara Korea Paragraph 1

Pengacara
Reservasi konsultasi hukum

Semua konsultasi dilakukan oleh pengacara spesialis setelah meninjau perkara. Konsultasi dilaksanakan dengan sistem reservasi untuk memastikan proses yang profesional.Kami menganjurkan Anda membuat reservasi konsultasi lebih awal, dan meminta kepatuhan terhadap waktu yang dijadwalkan. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk memberikan konsultasi yang memuaskan.

Telepon
konsultasi 1800-7905

Tersedia 24/7, 365 hari
untuk permintaan konsultasi

Reservasi telepon

KakaoTalk
konsultasi

Kanal KakaoTalk

Pengacara Firma Hukum Daeryun

Reservasi KakaoTalk

Daring
konsultasi

Kami menyediakan layanan hukum
yang disesuaikan.

Reservasi daring
Menu Cepat

KakaoTalk