CONTENTS
- 1. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Konsep

- - Apa yang dimaksud dengan sengketa medis?
- 2. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Karakteristik khusus

- - Sifat invasif
- - Sifat penyelamatan nyawa
- - Ketidakpastian hasil
- - Diskresi profesional
- - Keahlian profesional
- - Ketimpangan informasi
- 3. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Jenis

- - Kesepakatan sukarela
- - Kesepakatan melalui asuransi
- 4. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Cara menyusun perjanjian kesepakatan

- - Pemeriksaan rekam medis dan peninjauan tanggung jawab hukum
- - Penentuan jumlah uang kesepakatan dan cakupan pembebasan tanggung jawab
- - Pemeriksaan daluwarsa dan pembuatan klausul untuk tidak mengajukan gugatan
- - Antisipasi efek lanjutan dan kerugian tambahan
- 5. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Dukungan hukum

1. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Konsep

Kesepakatan penyelesaian sengketa medis adalah kesepakatan antara pasien dan institusi atau tenaga medis untuk secara sukarela berkompromi dan mengakhiri perselisihan hukum yang berkaitan dengan insiden medis.
Ini merupakan cara menyelesaikan sengketa melalui perundingan antara para pihak tanpa menempuh proses litigasi atau mediasi.
Jika kesepakatan yang sah memuat klausul untuk tidak mengajukan gugatan, sengketa lebih lanjut mengenai perkara yang sama dapat dibatasi.
Apa yang dimaksud dengan sengketa medis?
Sengketa medis adalah konflik atau perselisihan dengan pasien mengenai ada atau tidaknya tanggung jawab maupun cakupannya ketika timbul persoalan kerugian yang berkaitan dengan tindakan medis tenaga kesehatan, seperti diagnosis, pemeriksaan, perawatan, peresepan dan peracikan obat, atau proses pelayanan medis di institusi medis.
Dengan kata lain, sengketa medis adalah keadaan ketika pihak pasien berselisih dengan tenaga medis atau institusi medis mengenai ada atau tidaknya tanggung jawab maupun cakupan ganti rugi atas kerugian yang timbul dalam proses pelayanan medis.
Siapakah yang dimaksud dengan tenaga kesehatan?
• Dokter, dokter gigi, dokter pengobatan tradisional Korea, bidan, perawat
• Ahli teknologi laboratorium medis, radiografer, fisioterapis, terapis okupasi, teknisi gigi, ahli kesehatan gigi
• Teknisi medis darurat tingkat 1 dan 2
• Apoteker, apoteker obat tradisional Korea
2. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Karakteristik khusus
Sengketa medis memiliki karakteristik yang berbeda dari sengketa perdata biasa.
Karena tindakan medis dilakukan dalam bidang berisiko tinggi dan sangat khusus yang secara langsung menyangkut nyawa dan tubuh pasien, sengketa akibat insiden medis juga memiliki enam karakteristik khusus berikut.
Sifat invasif
Tindakan medis mencakup prosedur yang melibatkan intervensi langsung pada bagian dalam tubuh pasien berdasarkan pertimbangan profesional tenaga medis, seperti pemberian obat, insisi, dan pembedahan.
Meskipun dilakukan untuk tujuan pengobatan, tindakan tersebut memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari tindakan biasa karena pada hakikatnya tindakan medis pasti disertai risiko tertentu.
Sifat penyelamatan nyawa
Tindakan medis pada hakikatnya dilakukan untuk melindungi nyawa pasien dan mengobati penyakit.
Oleh karena itu, apabila tenaga medis telah memberikan pelayanan medis dengan tepat dan memenuhi kewajiban kehati-hatian yang dituntut berdasarkan tingkat ilmu kedokteran serta lingkungan pelayanan medis pada saat itu, keadaan bahwa hasilnya tidak memenuhi harapan saja belum tentu dapat langsung menjadi dasar untuk mengakui tanggung jawab hukum tenaga medis.
Ketidakpastian hasil
Hasil tindakan medis, berdasarkan karakteristiknya, sulit untuk selalu diprediksi secara seragam.
Bahkan dalam perawatan atau pembedahan yang sama, efek samping atau hasil yang tidak terduga dapat timbul akibat faktor medis berikut.
Ketidakpastian ini menjadi faktor utama dalam menentukan cakupan tanggung jawab tenaga medis dalam sengketa medis.
· Penyakit penyerta
· Kompleksitas penyakit dan faktor lainnya
Diskresi profesional
Tenaga medis memiliki kewenangan diskresi profesional untuk memilih metode pemeriksaan, waktu perawatan, dan cara perawatan dengan mempertimbangkan secara menyeluruh gejala pasien, perubahan kondisi penyakit, serta lingkungan pelayanan medis.
Bahkan untuk penyakit yang sama, dalam praktik klinis sering kali tersedia beberapa pilihan medis, dan tenaga medis memberikan pelayanan dengan memilih salah satunya secara wajar.
Oleh karena itu, apabila tidak terdapat penyimpangan yang nyata dari standar dan prosedur medis pada saat pelayanan diberikan, pertimbangan tenaga medis mungkin sulit dinilai sebagai kelalaian hanya karena setelahnya diketahui bahwa terdapat pilihan lain.
Keahlian profesional
Tindakan medis memerlukan pengetahuan dan keterampilan kedokteran tingkat tinggi, sedangkan pasien pada umumnya berada dalam keadaan yang membuatnya harus bergantung pada pertimbangan tenaga medis.
Oleh karena itu, sengketa medis memiliki karakteristik khusus berupa perlunya penilaian atau konsultasi ahli dibandingkan dengan sengketa hukum biasa.
Ketimpangan informasi
Dokumen utama yang berkaitan dengan tindakan medis, seperti rekam medis, hasil pemeriksaan, dan data pencitraan, dibuat, disimpan, serta dikelola oleh institusi medis berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Oleh karena itu, dalam sengketa medis terbentuk keadaan yang mengharuskan institusi medis menjelaskan dan membuktikan rangkaian pelayanan serta proses pengambilan keputusan melalui catatan dan data. Kelayakan pengelolaan data tersebut menjadi faktor penting dalam penyelesaian sengketa.
3. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Jenis

Ketika terjadi sengketa medis, terdapat berbagai bentuk kesepakatan untuk menyelesaikannya.
Bentuk yang umum antara lain kesepakatan sukarela melalui perundingan langsung antarpihak dan kesepakatan melalui asuransi tanggung gugat medis.
Karena setiap bentuk memiliki kelebihan, kekurangan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan, penting untuk memilih bentuk yang sesuai dengan keadaan.
Kesepakatan sukarela
Kesepakatan sukarela adalah prosedur ketika pasien dan institusi medis berunding tanpa campur tangan pihak ketiga untuk mengakhiri sengketa.
Cara ini terutama digunakan dalam perkara dengan skala kerugian yang tidak besar atau perselisihan mengenai tanggung jawab hukum yang tidak terlalu berat. Pihak rumah sakit mengusulkan kompensasi uang dalam jumlah tertentu kepada pasien setelah melakukan peninjauan internal atau memperoleh nasihat pengacara, kemudian proses dilanjutkan apabila pasien menyetujuinya.
Cara ini memiliki kelebihan berupa waktu penyelesaian sengketa yang singkat dan prosedur yang sederhana, tetapi juga mengandung risiko berikut.
• Institusi medis dapat terpaksa menerima syarat yang merugikan apabila tuntutan pasien berlebihan
• Kesepakatan yang telah dibuat sulit dibatalkan hanya karena kekeliruan biasa atau perubahan pikiran
Kesepakatan melalui asuransi
Pemanfaatan asuransi tanggung jawab ganti rugi atau asosiasi bantuan bersama untuk ganti rugi medis yang telah diikuti oleh institusi medis sebagai persiapan menghadapi kecelakaan medis juga merupakan salah satu sarana perdamaian yang umum.
Apabila terjadi kecelakaan medis, pemegang polis asuransi memberitahukan kejadian tersebut kepada perusahaan asuransi, kemudian penilai kerugian meninjau fakta dan persoalan medis untuk menilai ada atau tidaknya kelalaian serta menghitung jumlah kerugian.
Apabila dinilai terdapat kelalaian, perusahaan asuransi mengajukan jumlah ganti rugi kepada pasien dan, setelah memperoleh persetujuannya, membayarkan uang pertanggungan sehingga sengketa dapat diselesaikan tanpa perselisihan hukum.
Cara ini memiliki keuntungan sebagai berikut.
• Lembaga profesional menangani sengketa sehingga kesepakatan yang objektif dapat dicapai
• Pembayaran uang pertanggungan dapat menyelesaikan sebagian besar sengketa ganti rugi perdata
Namun, kepesertaan asuransi memerlukan biaya tertentu. Batas pertanggungan dan cakupan asuransi juga perlu dipastikan dengan jelas terlebih dahulu.
4. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Cara menyusun perjanjian kesepakatan

Meskipun uang kesepakatan telah dibayarkan setelah terjadi sengketa medis, dalam keadaan tertentu pihak terkait belum tentu sepenuhnya terbebas dari tanggung jawab hukum perdata atau pidana.
Oleh karena itu, proses mencapai kesepakatan dan penyusunan perjanjian kesepakatan memerlukan perhatian yang cermat serta persiapan atas berbagai hal.
Pemeriksaan rekam medis dan peninjauan tanggung jawab hukum
Direktur rumah sakit harus memeriksa rekam medis secara cermat bersama dokter yang menangani dan bagian administrasi serta departemen terkait lainnya untuk memahami secara tepat rangkaian perawatan.
Selain itu, perlu meminta pendapat tenaga medis yang menangani serta ahli hukum dan medis eksternal untuk menentukan ada atau tidaknya tanggung jawab perdata dan pidana, kemudian memutuskan perlu atau tidaknya kesepakatan serta jumlahnya dengan mempertimbangkan karakter dan keadaan pasien.
Dalam proses ini, pihak yang menangani kesepakatan perlu dipusatkan pada satu orang agar saluran komunikasi dengan pihak pasien jelas, dan kemungkinan perekaman percakapan juga harus diperhitungkan.
Penentuan jumlah uang kesepakatan dan cakupan pembebasan tanggung jawab
Apabila berdasarkan rekam medis dinilai tidak terdapat kelalaian medis atau pelanggaran kewajiban memberikan penjelasan, pihak rumah sakit harus dengan tegas menyatakan pembebasan tanggung jawab atau menyelesaikan perkara melalui pembebasan biaya perawatan atau pembayaran uang santunan dengan syarat dibuatnya perjanjian untuk tidak mengajukan gugatan kembali.
Sebaliknya, apabila kelalaian medis diakui, penting untuk menentukan jumlah uang kesepakatan yang tepat dengan mempertimbangkan kehilangan pendapatan korban, penurunan kemampuan bekerja, penyakit yang telah diderita sebelumnya, dan biaya perawatan.
Selain itu, perjanjian kesepakatan wajib disusun untuk mengantisipasi tuntutan penggantian biaya manfaat perawatan medis dari Badan Asuransi Kesehatan Nasional Korea Selatan. Untuk sengketa yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas atau pasien korban kecelakaan kerja, pihak pasien juga perlu diberi tahu mengenai pilihan untuk mengajukan gugatan terhadap perusahaan asuransi.
Pemeriksaan daluwarsa dan pembuatan klausul untuk tidak mengajukan gugatan
Pada saat mencapai kesepakatan, perlu dipastikan apakah daluwarsa telah berakhir dan klausul larangan mengajukan gugatan kembali wajib dicantumkan.
Apabila perawatan gratis diberikan kepada pasien dalam sengketa medis tanpa klausul untuk tidak mengajukan gugatan, hal tersebut dalam keadaan tertentu dapat ditafsirkan sebagai pengakuan utang atau pelepasan manfaat daluwarsa sehingga merugikan pihak rumah sakit.
Khusus apabila pasien telah meninggal dunia, seluruh pemegang hak waris harus dicantumkan dalam perjanjian untuk tidak mengajukan gugatan. Jika kesepakatan hanya dibuat dengan satu orang perwakilan pasien, hubungan kewenangan perwakilannya harus dinyatakan secara jelas melalui tanda tangan dan cap.
Antisipasi efek lanjutan dan kerugian tambahan
Karena tuntutan ganti rugi tambahan dapat timbul setelah kesepakatan dibuat, disarankan agar perjanjian kesepakatan memuat ketentuan bahwa pasien tidak akan menuntut pertanggungjawaban perdata maupun pidana apa pun, disertai penjelasan yang memadai dan isi kesepakatan mengenai kemungkinan efek lanjutan yang dapat diperkirakan.
Langkah ini bertujuan meminimalkan ketidakpastian kesepakatan yang dibuat ketika cakupan kerugian masih sulit diketahui secara tepat.
5. Kesepakatan penyelesaian sengketa medis | Dukungan hukum
Kesepakatan penyelesaian sengketa medis merupakan prosedur hukum penting yang memungkinkan tenaga medis dan institusi medis meminimalkan risiko litigasi yang tidak perlu serta mengakhiri sengketa secara cepat dan stabil.
Namun, apabila cakupan tanggung jawab hukum, kemungkinan sengketa perdata atau pidana pada masa mendatang, dan kemungkinan meluasnya perkara menjadi tindakan administratif tidak ditinjau secara memadai dalam proses mencapai kesepakatan, institusi medis dapat mengalami kerugian yang serius sehingga diperlukan perhatian khusus.
Firma kami memiliki pengacara yang berpengalaman di Badan Mediasi dan Arbitrase Sengketa Medis Korea Selatan serta memberikan bantuan yang disesuaikan bagi institusi medis, mulai dari tahap penentuan jumlah uang kesepakatan dan penyusunan perjanjian hingga perumusan strategi dengan mempertimbangkan litigasi serta prosedur administratif selanjutnya.
Secara khusus, kami menganalisis secara cermat kelayakan proses pelayanan medis, pemenuhan kewajiban kehati-hatian oleh tenaga medis, dan batas cakupan tanggung jawab untuk merancang strategi penanganan yang meminimalkan beban hukum institusi medis. Apabila diperlukan, kami juga menangani perkara secara lebih terperinci melalui kerja sama dengan ahli di berbagai bidang, termasuk medis, penilaian ahli, dan akuntansi.
Jika Anda mengalami kesulitan terkait kesepakatan penyelesaian sengketa medis, silakan menyusun strategi bersama 🔗pengacara spesialis medis kapan saja.
Lihat Juga
Berita Terkait
Tonton konten video terkait
untuk studi kasus ini.
Bagaimana menyelesaikan sengketa medis? Tips berharga dari pengacara!










