CONTENTS
- 1. Lelang | Konsep

- - Lelang pengadilan
- 2. Lelang | Jenis

- - Jenis berdasarkan objek lelang
- - Jenis berdasarkan pelaksana lelang
- - Jenis berdasarkan ada atau tidaknya dasar eksekusi
- 3. Lelang | Objek lelang real estat

- - Tanah
- - Bangunan
- - Bangunan tambahan
- - Pepohonan
- - Bagian kepemilikan bersama
- - Benda yang diperlakukan seperti real estat
- - Berbagai hak
- 4. Lelang | Prosedur lelang real estat

- - Permohonan lelang dan pengadilan yang berwenang
- - Penetapan dimulainya lelang dan persiapan penjualan oleh pengadilan
- - Pengumuman tanggal penjualan dan penetapan metode penawaran
- - Pengumpulan informasi dan keputusan penawaran oleh peserta
- - Keikutsertaan dan pelaksanaan prosedur penawaran
- - Pelaporan penawar tertinggi dan penetapan izin penjualan
- - Pembayaran harga penjualan dan perolehan hak
- - Prosedur pembagian hasil kepada kreditor
- 5. Lelang | Perolehan real estat oleh pembeli

- - Perolehan hak milik
- - Pembayaran pajak
- 6. Lelang | Daftar periksa

- - Sistem bantuan pengacara real estat
1. Lelang | Konsep

Lelang adalah bentuk transaksi untuk menjual barang dengan harga tertinggi melalui penawaran yang bersaing di antara sejumlah calon pembeli, kemudian menjualnya kepada pihak yang mengajukan harga tertinggi.
Lelang pengadilan
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, lelang dapat diselenggarakan secara langsung oleh penjual untuk menjual suatu barang, tetapi juga dapat diselenggarakan oleh kreditor untuk memperoleh kembali piutangnya yang belum dibayar oleh debitur.
Apabila debitur tidak mampu membayar utangnya, kreditor dapat mengajukan permohonan lelang kepada pengadilan.
Selanjutnya, pengadilan menjual barang milik debitur (real estat) melalui penawaran dan menggunakan hasil penjualan tersebut untuk melunasi piutang kreditor.
2. Lelang | Jenis
Lelang terbagi menjadi berbagai jenis berdasarkan objek, pihak pelaksana, dan persyaratan hukumnya.
Pembagian ini juga sangat memengaruhi cara pelaksanaan prosedur lelang dan kedudukan hukum pemenang lelang sehingga diperlukan pemahaman yang tepat.
Jenis berdasarkan objek lelang
Berdasarkan objek yang dijual, lelang terbagi menjadi ‘lelang real estat’ dan ‘lelang benda bergerak’, dengan peraturan dan praktik yang berbeda.
Kategori | Contoh objek | Karakteristik |
Lelang real estat | Tanah, rumah, tempat usaha, lahan hutan, lahan pertanian, pabrik, dan sebagainya | Terutama real estat terdaftar dan benda yang melekat secara tetap |
Lelang benda bergerak | Peralatan elektronik rumah tangga, perabot, kendaraan, hak keanggotaan kondominium, benda bergerak berwujud, piutang, dan sebagainya | Mencakup benda bergerak dan hak yang memiliki manfaat praktis untuk disimpan dan dialihkan |
Lelang real estat menjadikan real estat independen yang terdaftar sebagai objeknya dan umumnya dilaksanakan sebagai lelang pengadilan.
Sebaliknya, lelang benda bergerak mencakup ‘benda bergerak berwujud’, seperti kendaraan dan mesin, atau hak tertentu seperti hak keanggotaan dan piutang.
Jenis berdasarkan pelaksana lelang
Berdasarkan pihak yang melaksanakannya, lelang terbagi menjadi ‘lelang privat’ dan ‘lelang publik’, sedangkan lelang publik dibagi lagi menjadi dua jenis.
Kategori | Pihak pelaksana | Penjelasan |
Lelang privat | Perorangan atau lembaga swasta | Metode lelang privat yang dipimpin oleh penjual atau pihak ketiga |
Lelang publik | Negara atau lembaga publik (misalnya lelang pengadilan dan lelang publik administratif) | Pelaksanaan eksekusi paksa yang dipimpin oleh pengadilan atau lembaga publik |
Dalam hal ini, lelang pengadilan dapat dilaksanakan atas permohonan kreditor kepada pengadilan, sedangkan lelang publik administratif dilaksanakan oleh lembaga publik seperti Badan Pajak Nasional Korea Selatan dan Korporasi Pengelolaan Aset Korea untuk menagih tunggakan pajak dan pungutan publik.
Jenis berdasarkan ada atau tidaknya dasar eksekusi
Berdasarkan perlu atau tidaknya dasar eksekusi yang diakui pengadilan untuk memulai lelang, lelang terbagi menjadi ‘lelang untuk pelaksanaan hak jaminan’ dan ‘lelang eksekusi paksa’, yang memiliki perbedaan dalam kepastian hukumnya.
Kategori | Hak utama | Karakteristik |
Lelang untuk pelaksanaan hak jaminan | Hak hipotek, hak tanggungan untuk menjamin jumlah maksimum, hak gadai, dan sebagainya | - Lelang dapat dilakukan hanya berdasarkan hak jaminan - Tidak memerlukan dasar eksekusi |
Lelang eksekusi paksa | Putusan berkekuatan hukum tetap, berita acara perdamaian, dan sebagainya | - Dapat dilakukan tanpa jaminan - Namun, dasar eksekusi wajib tersedia |
3. Lelang | Objek lelang real estat

Di antara berbagai jenis lelang, lelang real estat dilaksanakan terhadap aset yang terdaftar atau memiliki kedudukan hukum yang setara berdasarkan Undang-Undang Eksekusi Perdata Korea Selatan.
Dalam hal ini, real estat berdasarkan Pasal 99 ayat (1) Undang-Undang Hukum Perdata Korea Selatan berarti "tanah serta benda yang melekat secara tetap padanya".
Secara khusus, konsep tanah mencakup bagian di atas dan di bawah permukaan sehingga memiliki cakupan luas dalam prosedur lelang.
Tanah
Objek utama lelang real estat adalah tanah.
Berdasarkan Pasal 99 ayat (1) Undang-Undang Hukum Perdata Korea Selatan, tanah dianggap sebagai real estat independen dan semua jenis tanah, termasuk lahan pertanian, lahan bangunan, dan lahan hutan, dapat menjadi objek lelang.
Bagian di bawah dan di atas permukaan tanah juga tercakup sejauh terdapat kepentingan tertentu (Pasal 212 Undang-Undang Hukum Perdata Korea Selatan).
Bangunan
Terpisah dari tanah, bangunan diklasifikasikan sebagai real estat independen (Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Pendaftaran Real Estat Korea Selatan).
Namun, persyaratan berikut harus dipenuhi agar bangunan diakui sebagai real estat independen.
▷ Pembangunannya telah mencapai tahap yang secara umum memungkinkan objek tersebut dikenali sebagai bangunan
Bangunan yang masih dalam proses pembangunan dapat menjadi objek lelang benda bergerak karena masih dipandang sebagai ‘benda bergerak berwujud’ (Pasal 189 ayat (2) angka 1 Undang-Undang Eksekusi Perdata Korea Selatan).
Bangunan tambahan
Bagian yang ditambahkan pada bangunan yang sudah ada dapat menjadi real estat independen atau benda yang menyatu dengan bangunan tersebut, bergantung pada keadaannya.
Penilaiannya didasarkan pada tiga kriteria berikut.
② Apakah dari segi peruntukan dan fungsi, bagian tersebut memiliki manfaat ekonomi yang independen dari bangunan yang sudah ada serta dapat menjadi objek hak milik tersendiri dalam transaksi
③ Kehendak orang yang membangun dan memiliki bagian tambahan tersebut
Pepohonan
Pepohonan umumnya dianggap sebagai benda yang melekat secara tetap pada tanah dan dilelang bersama tanah tersebut.
Namun, pepohonan dapat dilelang sebagai real estat independen yang terpisah dari tanah apabila memenuhi salah satu keadaan berikut.
∙ Telah dilengkapi metode pengumuman kepemilikan, seperti penandaan batas atau pemasangan papan
Bagian kepemilikan bersama
Apabila real estat dimiliki bersama, hanya bagian kepemilikan Anda yang dapat dilelang secara terpisah (Pasal 139 Undang-Undang Eksekusi Perdata Korea Selatan).
Namun, hak penggunaan tanah pada bangunan bersama seperti apartemen tidak dapat dilelang secara terpisah dari bagian yang dimiliki secara eksklusif, kecuali terdapat perjanjian khusus.
Benda yang diperlakukan seperti real estat
Prosedur lelang real estat berdasarkan Undang-Undang Eksekusi Perdata Korea Selatan berlaku secara mutatis mutandis terhadap benda bergerak tertentu yang dapat didaftarkan.
Jenis | Dasar penerapan |
Kapal, kendaraan bermotor, pesawat udara, dan mesin konstruksi (Pasal 172 dan Pasal 187 Undang-Undang Eksekusi Perdata Korea Selatan) | Diperlakukan seperti real estat karena dapat dicatat atau didaftarkan |
Kesatuan aset pabrik dan kesatuan aset pertambangan (Pasal 12 dan Pasal 54 Undang-Undang Hipotek atas Kesatuan Aset Pabrik dan Pertambangan Korea Selatan) | Seluruh aset yang berkaitan dengan pabrik atau tambang dapat dilelang sebagai satu kesatuan |
Berbagai hak
Hak-hak khusus berikut juga dapat menjadi objek lelang real estat.
Meskipun tidak dianggap sebagai ‘real estat’ berdasarkan hukum, hak-hak tersebut diproses dengan cara yang sama seperti real estat dalam lelang.
Jenis hak | Peraturan terkait |
Hak pertambangan dan hak eksploitasi pertambangan | Undang-Undang Pertambangan Korea Selatan |
Hak perikanan | Undang-Undang Perikanan Korea Selatan |
Hak pengelolaan jalan tol | Undang-Undang Jalan Tol Korea Selatan |
Hak penggunaan bendungan | Undang-Undang Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan Korea Selatan |
Meskipun tidak memiliki wujud fisik, hak-hak tersebut diakui sebagai objek lelang seperti real estat karena memberikan hak eksklusif untuk menggunakan dan memperoleh manfaat dari wilayah tertentu.
4. Lelang | Prosedur lelang real estat

Lelang bukan sekadar ‘sarana membeli real estat dengan harga murah’, melainkan tindakan eksekusi hukum yang mengikuti prosedur yang diatur secara sistematis oleh hukum.
Berbeda dari transaksi jual beli biasa, lelang dilaksanakan di bawah pimpinan pengadilan dan berfokus pada perlindungan hak pihak-pihak yang berkepentingan serta jaminan keadilan prosedural.
Bagian ini menjelaskan prosedur lelang real estat tahap demi tahap sesuai alurnya.
Ringkasan prosedur lelang real estat
2. Pengumuman batas akhir permintaan pembagian hasil
3. Persiapan penjualan (pemeriksaan kondisi dan penilaian)
4. Penetapan metode penawaran dan pengumuman tanggal penjualan
5. Pengumpulan informasi oleh peserta dan keikutsertaan dalam penawaran
6. Pelaporan penawar tertinggi dan penetapan izin penjualan
7. Pembayaran harga penjualan dan perolehan hak
8. Permohonan perintah penyerahan
9. Prosedur pembagian hasil kepada kreditor
Permohonan lelang dan pengadilan yang berwenang
Lelang pada umumnya dimulai ketika kreditor mengajukan permohonan lelang atas real estat debitur kepada pengadilan. Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan distrik di lokasi real estat tersebut.
Berikut adalah daftar dokumen utama yang harus diserahkan kepada pengadilan saat mengajukan permohonan lelang eksekusi paksa.
Dokumen wajib (untuk lelang eksekusi paksa)
Nama dokumen | Keterangan |
Surat permohonan lelang eksekusi paksa real estat | Menggunakan formulir standar |
Salinan resmi dasar eksekusi yang memiliki kekuatan eksekutorial | Putusan, akta autentik, dan sebagainya |
Dokumen yang membuktikan persyaratan dimulainya eksekusi paksa | Bukti penyampaian, perintah eksekusi, dan sebagainya |
Sertifikat lengkap catatan pendaftaran real estat | Bukti informasi real estat |
10 salinan daftar real estat | Perincian objek penjualan |
Meterai pendapatan dan meterai pendapatan Mahkamah Agung Korea Selatan | Masing-masing KRW 5000 dan KRW 3000 |
Pajak pendaftaran dan pajak pendidikan daerah | Dibayar berdasarkan jumlah piutang |
Pembayaran biaya di muka | Biaya penyampaian, biaya penilaian, dan sebagainya |
Penetapan dimulainya lelang dan persiapan penjualan oleh pengadilan
Setelah permohonan lelang diterima, pengadilan memeriksa dokumen untuk memutuskan apakah proses lelang akan dimulai dan meminta pencatatan penyitaan atas real estat terkait.
Setelah itu, prosedur berikut dilaksanakan.
: Kreditor dan lembaga publik diberi tahu untuk mengajukan permintaan pembagian hasil
∙ Pemeriksaan kondisi dan penilaian
: Juru sita memeriksa kondisi aktual dan penilai menaksir harga
∙ Penetapan harga penjualan minimum dan penyusunan perincian objek penjualan
Dokumen-dokumen berikut yang disusun dalam proses ini ditempatkan di pengadilan paling lambat 1 minggu sebelum tanggal penjualan atau tanggal dimulainya penawaran agar dapat diperiksa oleh siapa pun.
Dokumen lelang yang dapat diperiksa
∙ Laporan pemeriksaan kondisi
∙ Laporan penilaian
Pengumuman tanggal penjualan dan penetapan metode penawaran
Pengadilan menetapkan metode dan jadwal lelang, kemudian mengumumkannya melalui lembaran negara, surat kabar, papan pengumuman pengadilan, dan media lainnya.
Jenis metode penawaran
Kategori | Metode | Karakteristik |
Penawaran pada tanggal tertentu | Menyerahkan formulir penawaran pada tanggal yang ditentukan | Keikutsertaan langsung di lokasi |
Penawaran dalam jangka waktu tertentu | Menyerahkan melalui pos selama jangka waktu tertentu | Dapat dilaksanakan tanpa kehadiran langsung |
Pengumpulan informasi dan keputusan penawaran oleh peserta
Peserta mengumpulkan informasi mengenai objek penjualan melalui papan pengumuman pengadilan, portal daring, dan media lainnya, kemudian memutuskan keikutsertaannya setelah melakukan analisis hak dan pemeriksaan lapangan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
▶ Kondisi fisik perlu diperiksa melalui kunjungan lapangan
Keikutsertaan dan pelaksanaan prosedur penawaran
Peserta harus menyerahkan formulir penawaran dan uang jaminan permohonan pembelian (biasanya 10% dari harga minimum) sesuai metode yang dipilih (tanggal tertentu/jangka waktu tertentu).
Prosedur penawaran pada tanggal tertentu
② Menyerahkan formulir bersama uang jaminan
③ Pembukaan penawaran (formulir penawaran dibuka setelah batas waktu berakhir)
Prosedur penawaran dalam jangka waktu tertentu
② Menyerahkannya melalui pos tercatat atau secara langsung
③ Membukanya di pengadilan pada tanggal pembukaan penawaran
Pelaporan penawar tertinggi dan penetapan izin penjualan
Setelah penawaran berakhir, pelapor penawaran pembelian tertinggi dan pelapor penawaran urutan berikutnya ditetapkan.
Pada tanggal penetapan penjualan, pengadilan kemudian mendengarkan pendapat pihak-pihak yang berkepentingan dan memeriksa adanya keberatan sebelum menetapkan izin atau penolakan penjualan.
Pembayaran harga penjualan dan perolehan hak
Setelah penetapan izin penjualan berkekuatan hukum tetap, pembeli harus melunasi harga penjualan dalam batas waktu yang ditetapkan.
Pelunasan tersebut menimbulkan akibat berikut.
▶ Hapusnya hak yang tidak diambil alih
▶ Dapat mengajukan permohonan perintah penyerahan terhadap penghuni (dalam waktu 6 bulan)
Prosedur pembagian hasil kepada kreditor
Setelah harga penjualan dilunasi, pengadilan menetapkan tanggal pembagian hasil, memberitahukannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan, dan melaksanakan pembagian hasil melalui prosedur berikut.
② Mendengarkan pendapat pihak-pihak yang berkepentingan dan melakukan koreksi
③ Pembagian hasil berdasarkan hukum setelah daftar ditetapkan
5. Lelang | Perolehan real estat oleh pembeli

Pembeli yang memenangkan penawaran real estat melalui lelang memperoleh hak, termasuk hak milik atas real estat tersebut, dengan melunasi harga penjualan.
Namun, perolehan hak tidak berlangsung secara otomatis, melainkan disertai prosedur hukum tertentu dan pembayaran pajak yang harus dilaksanakan secara tepat agar pembeli dapat menikmati hak tersebut secara efektif.
Perolehan hak milik
Pembeli memperoleh hak milik setelah melunasi seluruh harga penjualan dalam batas waktu yang ditetapkan oleh pengadilan.
Dalam hal ini, hak milik dialihkan melalui permintaan langsung dari pengadilan kepada pejabat pendaftaran untuk melakukan pendaftaran peralihan hak milik, tanpa perlu mengajukan tuntutan pendaftaran terhadap pemilik sebelumnya.
Namun, karena tindakan pengalihan seperti jual beli dan hibah dibatasi apabila pendaftaran belum dilakukan, prosedur pendaftaran wajib diselesaikan.
Saat pengadilan meminta pendaftaran, pembeli harus menyerahkan dokumen berikut kepada pengadilan
Dokumen yang diperlukan untuk mengajukan permohonan permintaan pendaftaran oleh pengadilan
② 4 salinan daftar real estat
③ Sertifikat lengkap catatan pendaftaran real estat
④ Salinan buku tanah dan daftar bangunan
⑤ Salinan registrasi penduduk
⑥ Tanda terima pajak perolehan dan pajak izin pendaftaran
⑦ Meterai pendapatan Mahkamah Agung Korea Selatan (peralihan KRW 15000 / pencoretan KRW 3000)
⑧ Nomor penerimaan pendaftaran yang akan dicoret, dan sebagainya
⑨ Formulir permohonan pengiriman sertifikat pendaftaran melalui pos (opsional)
⑩ Surat kuasa dan sertifikat cap terdaftar apabila terdapat beberapa orang
Pembayaran pajak
Jika real estat diperoleh melalui lelang, pajak seperti pajak perolehan, bea meterai, pajak pendidikan daerah, dan pajak khusus untuk wilayah pertanian dan perikanan harus dibayar.
Seperti jual beli biasa, perolehan melalui kemenangan lelang tergolong sebagai 'perolehan dengan imbalan' untuk tujuan perpajakan, dan pembeli harus melaporkan serta membayar sendiri pajak terkait.
Pajak utama
- Perhitungan: nilai perolehan × tarif standar (4% pada umumnya, 3% untuk lahan pertanian)
- Pelaporan: paling lambat 60 hari sejak hari berikutnya setelah tanggal pelunasan penuh
- Pengurangan: dapat diberikan berdasarkan peraturan pemerintah daerah atau jenis perumahan
② Bea meterai
- Dikenakan ketika kontrak real estat dibuat
- KRW 100000000 atau kurang: KRW 70000 / lebih dari KRW 1000000000: KRW 350000
③ Pajak pendidikan daerah dan pajak khusus untuk wilayah pertanian dan perikanan
- Dikenakan secara otomatis sehubungan dengan pajak perolehan
- Lahan pertanian, hutan, dan sebagainya dapat memperoleh pembebasan pajak khusus untuk wilayah pertanian dan perikanan
6. Lelang | Daftar periksa

Proses mengikuti lelang atau menjadi pembeli melibatkan prosedur dan hubungan hukum yang kompleks. Oleh karena itu, hal-hal yang wajib diperiksa pada setiap tahap perlu ditinjau terlebih dahulu.
Berikut adalah hal-hal utama yang wajib diperiksa sebelum dan setelah mengikuti lelang.
Kategori | Hal yang diperiksa |
Informasi dasar | Memeriksa nomor perkara, jenis objek, dan lokasi |
Analisis hak | Memeriksa salinan daftar pendaftaran real estat (hak milik, hak tanggungan untuk menjamin jumlah maksimum, dan sebagainya) |
Memeriksa hubungan sewa-menyewa | |
Pemeriksaan lapangan | Meninjau laporan pemeriksaan kondisi dan laporan penilaian |
Melakukan kunjungan langsung | |
Persiapan penawaran | Menyiapkan uang jaminan penawaran |
Mengisi dan menyerahkan dokumen penawaran | |
Prosedur setelah memenangkan lelang | Penetapan izin penjualan dan pembayaran harga |
Pendaftaran peralihan hak milik dan pengosongan | |
Pajak dan biaya | Membayar pajak perolehan dan pajak izin pendaftaran |
Memeriksa biaya pengelolaan dan pungutan layanan publik |
Sistem bantuan pengacara real estat
Firma hukum kami memiliki banyak pengacara spesialis real estat yang terdaftar pada Asosiasi Advokat Korea serta pengacara profesional dengan pengalaman rata-rata sedikitnya 10 tahun.
Kami dapat memberikan bantuan hukum yang cermat dan menyeluruh dalam seluruh proses, mulai dari penagihan piutang, analisis hak, dan penyusunan strategi penawaran hingga pembagian hasil penjualan dan peralihan hak milik atas real estat.
Jika sulit menangani seluruh prosedur sendiri, pertimbangkan untuk menjalani prosedur secara lebih akurat dan cepat dengan bantuan pengacara real estat.












