CONTENTS
- 1. Gim | Risiko hukum

- 2. Gim | Regulasi hukum

- - Regulasi penyediaan produk gim yang bersifat perjudian dan penukaran menjadi uang
- - Penghukuman pidana dan sanksi administratif akibat tidak melakukan klasifikasi peringkat
- - Regulasi pengoperasian tempat permainan gim tanpa pendaftaran dan secara ilegal
- - Regulasi item berbasis probabilitas dan pelanggaran kewajiban pencantuman informasi
- - Pelanggaran regulasi perlindungan remaja
- 3. Gim | Persoalan hak cipta konten

- - Pelanggaran hak atas potret dan hak publisitas karakter
- - Persoalan perlindungan data pribadi pengguna dalam pengoperasian gim
- - Sengketa hukum mengenai item gim dan barang virtual
- - Regulasi hukum mengenai iklan dan pemasaran gim
- 4. Gim | Pentingnya penanganan risiko hukum

1. Gim | Risiko hukum

Industri gim berkembang pesat dengan bertumpu pada berbagai bentuk konten dan platform, seperti gim daring, gim konsol, gim seluler, konten VR dan AR, serta olahraga elektronik.
Secara khusus, kegiatan usaha yang terhubung dengan penerbit global, pengalir siaran langsung, kreator YouTube, dan konten OTT juga semakin aktif sehingga cakupan pemanfaatan konten gim berkembang dengan cepat.
Namun, pada saat yang sama, risiko hukum dalam proses produksi dan distribusi konten serta pengoperasian layanan juga semakin beragam. Industri ini tunduk pada berbagai peraturan perundang-undangan mengenai hak cipta, hak publisitas, perlindungan data pribadi, perlindungan konsumen, persaingan usaha yang adil, dan industri gim.
Oleh karena itu, industri gim wajib membangun sistem pemeriksaan hukum preventif dan pengelolaan risiko yang mempertimbangkan kekhususan konten serta struktur usaha yang kompleks.
2. Gim | Regulasi hukum

Industri gim tunduk pada berbagai regulasi hukum yang terutama berlandaskan Undang-Undang Promosi Industri Gim Korea Selatan.
Pengendalian hukum diterapkan pada seluruh proses usaha, termasuk produksi, distribusi, penyediaan dan pengiklanan gim, serta penukaran menjadi uang. Selain itu, industri ini juga tunduk pada undang-undang lain, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Korea Selatan, Undang-Undang Perlindungan Remaja Korea Selatan, dan Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi Korea Selatan.
Secara khusus, seiring dengan berkembangnya sektor industri baru seperti regulasi item berbasis probabilitas, gim NFT, dan gim berbasis rantai blok, jenis dan kemungkinan timbulnya risiko hukum juga meningkat dengan cepat.
Risiko hukum yang umum terjadi meliputi regulasi produk gim yang bersifat perjudian, klasifikasi peringkat gim, penukaran menjadi uang secara ilegal, pelanggaran pembatasan penggunaan oleh remaja, dan persoalan ketentuan kontrak yang tidak adil. Risiko tersebut dapat secara bersamaan menimbulkan penghukuman pidana, sanksi administratif, dan gugatan ganti rugi perdata.
Oleh karena itu, pelaku usaha gim harus merancang seluruh proses usahanya agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan, apabila terjadi pelanggaran, segera menanganinya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Regulasi penyediaan produk gim yang bersifat perjudian dan penukaran menjadi uang
Undang-Undang Promosi Industri Gim Korea Selatan secara tegas melarang produksi, penyediaan, distribusi, dan penukaran menjadi uang atas produk gim yang bersifat perjudian.
Produk gim yang bersifat perjudian adalah produk gim yang menimbulkan keuntungan atau kerugian harta benda berdasarkan hasil yang bersifat kebetulan. Semua gim dengan struktur yang memungkinkan taruhan, pembayaran hasil, atau penukaran menjadi uang menjadi objek regulasi.
Pelanggaran dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 50 juta won Korea Selatan. Hukuman yang lebih berat dijatuhkan apabila pelanggaran melibatkan perantaraan penukaran menjadi uang atau pengoperasian yang terhubung dengan tempat penukaran ilegal.
Oleh karena itu, sejak tahap awal usaha perlu dilakukan pemeriksaan terhadap struktur konten dan metode pengoperasian gim untuk menganalisis ada atau tidaknya unsur perjudian, disertai perancangan sistem yang menutup kemungkinan penukaran menjadi uang.
Apabila sifat perjudian suatu gim berpotensi menimbulkan perdebatan, sebaiknya dilakukan klasifikasi peringkat terlebih dahulu oleh Komite Klasifikasi Gim Korea Selatan dan diperoleh nasihat hukum untuk mencegah sengketa.
Penghukuman pidana dan sanksi administratif akibat tidak melakukan klasifikasi peringkat
Semua produk gim wajib memperoleh klasifikasi peringkat dari Komite Klasifikasi Gim Korea Selatan sebelum didistribusikan atau disediakan. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 50 juta won Korea Selatan.
Secara khusus, produk gim yang mengandung unsur perjudian tidak dapat memperoleh klasifikasi peringkat. Oleh karena itu, pendistribusian produk tersebut tanpa klasifikasi atau penyebarannya secara daring dapat dikenai sanksi hukum yang berat.
Dengan demikian, sejak tahap produksi gim, spesifikasi dan jenis konten produk gim harus disusun, lalu permohonan klasifikasi peringkat wajib diajukan kepada Komite Klasifikasi Gim Korea Selatan sebelum produksi selesai.
Apabila klasifikasi peringkat ditolak, prosedur pengajuan keberatan atau permohonan mediasi dapat digunakan. Jika terdapat kemungkinan timbulnya sengketa, pengelolaan risiko melalui pemeriksaan hukum terlebih dahulu dianjurkan.
Regulasi pengoperasian tempat permainan gim tanpa pendaftaran dan secara ilegal
Usaha tempat permainan gim wajib didaftarkan kepada instansi yang berwenang di wilayah setempat. Pengoperasian usaha tanpa pendaftaran dapat dikenai pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 20 juta won Korea Selatan.
Secara khusus, sering ditemukan kasus pengoperasian produk gim yang bersifat perjudian atau mesin gim dengan item berbasis probabilitas tanpa pendaftaran, maupun pengoperasian tempat permainan gim ilegal yang melampaui ruang lingkup usaha.
Untuk menanganinya, sebelum memulai kegiatan usaha, pelaku usaha harus memastikan pendaftaran usaha penyediaan gim pada kantor distrik atau balai kota yang berwenang dan tidak boleh memulai kegiatan usaha sebelum pendaftaran selesai.
Selain itu, setelah pendaftaran, penggantian produk gim atau perubahan fasilitas harus terlebih dahulu dilaporkan dan memperoleh persetujuan. Pelaku usaha juga harus mempertahankan sistem pengelolaan yang menyediakan tabel klasifikasi peringkat, surat pendaftaran, dan formulir pelaporan perangkat gim untuk menghadapi pemeriksaan mendadak.
Regulasi item berbasis probabilitas dan pelanggaran kewajiban pencantuman informasi
Undang-Undang Promosi Industri Gim Korea Selatan telah mewajibkan pencantuman jenis item berbasis probabilitas dan informasi mengenai probabilitas perolehannya.
Pelanggaran dapat mengakibatkan pengenaan sanksi administratif berupa pembayaran sejumlah uang dan sanksi administratif lainnya, serta pertanggungjawaban perdata untuk mengganti kerugian pengguna.
Sebelumnya, kerugian konsumen akibat tidak dicantumkannya probabilitas atau pencantuman informasi palsu sulit dibuktikan dalam praktik. Namun, undang-undang yang telah diubah memungkinkan pengadilan memperkirakan jumlah kerugian yang wajar dan menetapkan kewajiban mengganti jumlah kerugian apabila pelanggaran dilakukan dengan sengaja, sehingga risiko hukumnya meningkat secara signifikan.
Untuk menanganinya, ketika merancang item berbasis probabilitas, pelaku usaha perlu mencantumkan seluruh informasi probabilitas secara transparan dan menyediakan informasi yang sama melalui semua saluran, termasuk situs web, aplikasi, dan layar pembelian item.
Apabila dugaan pelanggaran diajukan, diperlukan strategi untuk segera melakukan pemeriksaan risiko melalui nasihat hukum dan terlebih dahulu mengambil tindakan perbaikan secara sukarela guna mengupayakan pengurangan sanksi moneter administratif atau pembebasan dari tindakan administratif.
Pelanggaran regulasi perlindungan remaja
Undang-Undang Promosi Industri Gim Korea Selatan dan Undang-Undang Perlindungan Remaja Korea Selatan secara tegas membatasi penyediaan produk gim yang ditetapkan sebagai media berbahaya bagi remaja.
Penyediaan media berbahaya kepada remaja di bawah usia 19 tahun atau pemberian akses gim kepada remaja pada larut malam dapat secara bersamaan mengakibatkan pengenaan denda administratif, penghentian usaha, dan penghukuman pidana.
Pelaku usaha penyediaan gim bagi remaja yang telah terdaftar wajib mengoperasikan sistem pemblokiran akses pada larut malam. Pelanggaran dapat mengakibatkan penghukuman pidana dan tindakan administratif secara bersamaan.
Oleh karena itu, ketika meluncurkan gim, klasifikasi peringkat berdasarkan boleh atau tidaknya gim digunakan oleh remaja harus dipatuhi secara ketat dan sistem pengoperasian server harus dilengkapi dengan fungsi pembatasan akses pada larut malam.
3. Gim | Persoalan hak cipta konten

Proses produksi konten gim mencakup berbagai ciptaan, seperti grafis, desain karakter, skenario, musik, antarmuka, dan kode sumber pemrograman. Sengketa mengenai kepemilikan hak dan cakupan hak penggunaan atas ciptaan tersebut sering terjadi.
Khususnya dalam kontrak produksi bersama atau produksi yang dialihdayakan, apabila klausul mengenai kepemilikan hak dalam kontrak tidak jelas, persoalan pelanggaran hak cipta dapat timbul ketika konten tersebut kelak digunakan atau ketika karya turunan dibuat.
Apabila menggunakan karya asli dari luar negeri atau konten berlisensi, hukum hak cipta internasional dan peraturan perundang-undangan setempat harus diperiksa secara bersamaan.
Untuk mencegahnya, sejak tahap awal produksi perlu dibuat kontrak yang secara jelas mengatur kepemilikan hak cipta, cakupan penggunaan, dan pembagian pendapatan. Kontrak tersebut juga perlu terlebih dahulu mengatur hak penggunaan sekunder serta penggunaan konten tambahan seperti pembuatan ulang, adaptasi, dan DLC.
Pelanggaran hak atas potret dan hak publisitas karakter
Apabila penampilan, pengaturan karakter, suara, atau latar belakang cerita suatu karakter gim menyerupai citra orang tertentu atau tokoh terkenal, hal tersebut dapat berkembang menjadi persoalan pelanggaran hak publisitas.
Sengketa khususnya timbul apabila citra, nama, atau suara selebritas, atlet, maupun pemengaruh nyata digunakan tanpa izin untuk membuat karakter atau dimanfaatkan dalam iklan dan acara.
Hak publisitas adalah hak untuk memanfaatkan nama, potret, suara, dan citra seseorang secara komersial. Pertanggungjawaban hukum dapat timbul apabila persetujuan tegas berdasarkan kontrak tidak diperoleh.
Untuk mencegahnya, pada tahap desain karakter perlu dilakukan pemeriksaan hukum guna memeriksa terlebih dahulu ada atau tidaknya kemiripan dengan orang nyata. Persetujuan tertulis juga wajib diperoleh ketika membuat iklan atau konten kolaborasi.
Persoalan perlindungan data pribadi pengguna dalam pengoperasian gim
Dalam proses penyediaan layanan gim, data pribadi pengguna dikumpulkan melalui pendaftaran anggota, partisipasi dalam acara, pembayaran, dan kegiatan komunitas.
Data tersebut khususnya mencakup informasi sensitif seperti nama asli, informasi kontak, informasi rekening, alamat IP, catatan permainan, dan riwayat pembelian. Penanganan yang tidak tepat dapat mengakibatkan sanksi moneter administratif, penghukuman pidana, dan gugatan ganti rugi karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Korea Selatan serta Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi Korea Selatan.
Karena kebocoran atau penggunaan data pribadi tanpa izin juga dapat merusak citra merek secara fatal, pelaku usaha harus menerapkan prosedur persetujuan yang jelas untuk pengumpulan, penggunaan, dan penyediaan data serta senantiasa mengelola kebijakan pemrosesan data pribadi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, ketika menghubungkan layanan dengan platform eksternal seperti Facebook dan Google, dasar hukum untuk pemindahan dan pemrosesan data pribadi juga harus dipastikan.
Sengketa hukum mengenai item gim dan barang virtual
Barang virtual seperti item dalam gim, mata uang gim, poin, dan karakter NFT sering dapat ditukar atau diperdagangkan dengan nilai ekonomi nyata sehingga menjadi penyebab sengketa.
Secara khusus, apabila ketentuan penggunaan gim tidak mengatur secara jelas pengembalian dana, larangan transaksi, dan penghapusan, pengguna sering mengajukan tuntutan ganti rugi terkait penarikan item, penghentian layanan, atau penolakan pengembalian dana.
Belakangan ini, persoalan hukum mengenai kepemilikan hak cipta dan struktur pembagian pendapatan atas item berbasis NFT juga mengemuka.
Untuk mencegahnya, ketentuan penggunaan perlu menyatakan secara jelas kepemilikan barang virtual, syarat penggunaan, ketentuan pengembalian dana, dan alasan penghapusan. Untuk NFT serta aset berbasis rantai blok, perlu disiapkan ketentuan penggunaan dan kontrak pembagian pendapatan secara tersendiri.
Regulasi hukum mengenai iklan dan pemasaran gim
Iklan dan promosi sangat diperlukan dalam proses peluncuran serta pemasaran layanan gim. Namun, terdapat risiko pelanggaran Undang-Undang Regulasi Monopoli dan Perdagangan yang Adil Korea Selatan serta Undang-Undang Pelabelan dan Periklanan yang Adil Korea Selatan akibat iklan berlebihan, iklan palsu, atau iklan yang menyesatkan konsumen.
Secara khusus, apabila probabilitas perolehan item berbasis probabilitas model undian dilebih-lebihkan atau kinerja hasil dalam gim disimpangkan dalam iklan, pelaku usaha dapat dikenai sanksi moneter administratif dan larangan beriklan serta menghadapi gugatan perdata.
Selain itu, iklan berbayar melalui pengalir siaran langsung atau pemengaruh terkenal yang tidak diberi keterangan sebagai iklan berbayar dapat menjadi objek sanksi berdasarkan Undang-Undang Pelabelan dan Periklanan yang Adil Korea Selatan.
Untuk mencegahnya, pemeriksaan hukum harus dilakukan pada tahap perencanaan iklan, probabilitas item model undian harus diumumkan secara akurat sesuai dengan Undang-Undang Promosi Industri Gim Korea Selatan, dan semua iklan berbayar wajib diberi keterangan ‘Iklan Berbayar’.
4. Gim | Pentingnya penanganan risiko hukum
Industri gim memiliki struktur kompleks yang menimbulkan risiko hukum dalam setiap proses, termasuk produksi konten, pemasaran, pengoperasian layanan, pengelolaan pengguna, pembagian pendapatan, dan penyediaan layanan global.
Berbagai peraturan perundang-undangan mengenai hak cipta, hak publisitas, perlindungan data pribadi, persaingan usaha yang adil, pelabelan dan periklanan, serta industri gim berlaku. Persoalan hukum baru juga muncul di sektor industri baru seperti NFT, metaversum, dan konten NPC berbasis AI.
Pelaku usaha gim harus membangun sistem pemeriksaan hukum dan pengelolaan risiko sejak tahap perencanaan dan pengembangan, mematuhi secara ketat prosedur peninjauan serta klasifikasi peringkat sebelum meluncurkan konten, dan mencegah sengketa hukum melalui pemeriksaan ketentuan penggunaan serta kontrak.
Apabila memerlukan bantuan hukum dalam pengoperasian usaha gim, Anda dianjurkan untuk meminta bantuan pengacara khusus korporasi.
Lihat Juga

Menyimak klasifikasi peringkat gim berdasarkan Undang-Undang Promosi Industri Gim Korea Selatan


Kasus membela klien dari dugaan pelanggaran Undang-Undang Promosi Industri Gim Korea Selatan hingga terhindar dari pidana penjara efektif


Kasus yang menghasilkan hukuman masa percobaan (pidana bersyarat) atas pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta Korea Selatan karena mengoperasikan ‘server pribadi gim’










