CONTENTS
- 1. Klien yang Menghubungi Pengacara Ketenagakerjaan Busan

- - Latar Belakang Menghubungi Pengacara Ketenagakerjaan Busan
- 2. Peraturan Terkait Perkara yang Dijelaskan oleh Pengacara Ketenagakerjaan Busan

- 3. Bantuan Pengacara Ketenagakerjaan Busan

- - Dalil Pengacara Ketenagakerjaan Busan ① Tidak Ada Penyelesaian Pesangon di Tengah Masa Kerja
- - Dalil Pengacara Ketenagakerjaan Busan ② Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak
- 4. Putusan Pengadilan atas Dalil Pengacara Ketenagakerjaan Busan

- - Jika Anda Memerlukan Bantuan Pengacara Ketenagakerjaan Busan
1. Klien yang Menghubungi Pengacara Ketenagakerjaan Busan

Klien menghubungi pengacara ketenagakerjaan di kantor Busan untuk mendapatkan bantuan dari pengacara spesialis yang memiliki banyak pengalaman menangani perkara seperti pemutusan hubungan kerja yang tidak sah dan gugatan kecelakaan kerja.
Latar Belakang Menghubungi Pengacara Ketenagakerjaan Busan
Berikut adalah latar belakang klien yang mendesak meminta konsultasi kepada Pengacara Ketenagakerjaan Busan.
Klien adalah seorang pekerja yang telah bekerja lama di perusahaan terkait perkara ini sebelum mengundurkan diri, sedangkan tergugat merupakan perwakilan perusahaan tersebut.
Pada suatu hari, terjadi perselisihan kecil antara klien dan tergugat di perusahaan.
Konflik tersebut semakin memanas. Tergugat yang marah berteriak menyuruh klien pulang, sehingga klien untuk sementara kembali ke rumah.
Keesokan harinya, klien meminta kepastian kepada tergugat mengenai apakah dirinya telah diberhentikan, dan tergugat secara tegas menyatakan kehendaknya untuk memberhentikan klien.
Dengan demikian, klien menerima pemberitahuan pemutusan hubungan kerja secara sepihak dari pihak perusahaan.
Klien telah meminta pembayaran pesangon dan kompensasi pengganti pemberitahuan pemutusan hubungan kerja kepada pihak tergugat, tetapi tidak kunjung menerimanya. Oleh karena itu, klien memutuskan untuk mengajukan 🔗gugatan pembayaran upah (pesangon).
Klien meminta bantuan Pengacara Ketenagakerjaan Busan karena ingin menangani perkara tersebut bersama pengacara spesialis yang berpengalaman dalam berbagai perkara ketenagakerjaan, termasuk pemutusan hubungan kerja yang tidak sah dan gugatan kecelakaan kerja.
2. Peraturan Terkait Perkara yang Dijelaskan oleh Pengacara Ketenagakerjaan Busan
Pasal 43 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Korea Selatan memuat ketentuan mengenai tata cara pembayaran upah.
Pertama, upah harus dibayarkan dalam bentuk uang, yaitu secara tunai dan langsung kepada pekerja.
Kedua, upah harus dibayarkan setidaknya sekali setiap bulan pada tanggal yang telah ditentukan.
① Upah harus dibayarkan dalam mata uang secara langsung dan penuh kepada pekerja. Namun, apabila terdapat ketentuan khusus dalam peraturan perundang-undangan atau perjanjian kerja bersama, sebagian upah dapat dipotong atau dibayarkan dalam bentuk selain mata uang.
② Upah harus dibayarkan sekurang-kurangnya sekali setiap bulan pada tanggal yang telah ditentukan. Namun, ketentuan ini tidak berlaku terhadap upah yang dibayarkan untuk sementara, tunjangan, pembayaran lain yang sejenis, atau upah yang ditentukan berdasarkan Peraturan Presiden Korea Selatan.
Pasal 109 mengatur sanksi atas pelanggaran undang-undang ini.
Orang yang melanggar ketentuan pembayaran upah dapat dijatuhi pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak 30 juta won Korea Selatan.
3. Bantuan Pengacara Ketenagakerjaan Busan
Pengacara Ketenagakerjaan Busan membentuk tim khusus yang terutama terdiri dari pengacara spesialis ketenagakerjaan yang sebelumnya berkarier di pengadilan, Kejaksaan Korea Selatan, Komisi Banding Administratif, Kementerian Ketenagakerjaan Korea Selatan, dan perusahaan besar, lalu menganalisis perkara tersebut secara terperinci.
Melalui konsultasi mendalam dengan klien, tim menyusun langkah penanganan yang disesuaikan dan mengemukakan dalil-dalil berikut.
Dalil Pengacara Ketenagakerjaan Busan ① Tidak Ada Penyelesaian Pesangon di Tengah Masa Kerja
Pihak tergugat menyatakan bahwa para pihak telah sepakat untuk menyerahkan kendaraan sebagai pembayaran pesangon.
Bukti-bukti yang diajukan tergugat saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa klien dan tergugat telah mencapai kesepakatan mengenai penyelesaian pesangon di tengah masa kerja.
Pengacara juga menekankan bahwa persyaratan penyelesaian pesangon di tengah masa kerja sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-undangan tidak terpenuhi, sehingga tergugat harus membayarkan pesangon yang semestinya kepada klien.
Dalil Pengacara Ketenagakerjaan Busan ② Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak
Pihak tergugat menyatakan bahwa mereka tidak pernah memberhentikan klien.
Klien mengirimkan pesan teks kepada tergugat untuk menanyakan apakah dirinya telah diberhentikan dan menyampaikan bahwa ia akan masuk kerja apabila tidak memperoleh jawaban.
Tergugat kemudian menjawab bahwa klien tidak perlu lagi datang ke perusahaan.
Oleh karena tergugat telah memberhentikan klien secara sepihak, pengacara menekankan bahwa dalil tergugat tersebut tidak beralasan.
4. Putusan Pengadilan atas Dalil Pengacara Ketenagakerjaan Busan
Pengadilan menerima dalil Pengacara Ketenagakerjaan Busan dan memutuskan, ‘Tergugat harus membayar sekitar 33 juta won Korea Selatan kepada penggugat.’
Dengan menangani perkara bersama Pengacara Ketenagakerjaan Busan, klien berhasil memperoleh putusan yang mengabulkan seluruh jumlah tuntutan dalam gugatan upah tersebut.
Jika Anda Memerlukan Bantuan Pengacara Ketenagakerjaan Busan
Kelompok Ketenagakerjaan dan Kecelakaan Kerja Firma Hukum Daeryun menyusun strategi melalui kolaborasi para pengacara spesialis ketenagakerjaan yang sebelumnya berkarier di Komisi Banding Administratif dan Kementerian Ketenagakerjaan Korea Selatan serta memiliki banyak pengalaman menangani perkara seperti pemutusan hubungan kerja yang tidak sah dan gugatan kecelakaan kerja.
Kelompok ini menangani dari berbagai sudut beragam persoalan yang dapat timbul di lingkungan kerja, termasuk upah dan pesangon, pemutusan hubungan kerja yang tidak sah, serta perundungan di tempat kerja.
Selain itu, kelompok ini menyediakan solusi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, seperti penilaian risiko, diagnosis terkait keselamatan dan kesehatan kerja serta penelaahan regulasi, penanganan kecelakaan, dan nasihat hukum perdata maupun pidana.
Sebanyak 3 hingga 20 tenaga ahli, termasuk pengacara spesialis kecelakaan kerja dan konsultan ketenagakerjaan bersertifikat yang memahami lokasi industri dengan baik, membentuk satu tim terpadu untuk secara aktif membantu klien.
Apabila Anda memerlukan bantuan pengacara spesialis dalam situasi yang serupa dengan perkara di atas, silakan menghubungi 🔗Pengacara Busan kapan saja.

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.









