CONTENTS
- 1. Klien yang Mengunjungi Kantor Pengacara di Seocho

- - Latar Belakang Klien Mengunjungi Kantor Pengacara di Seocho
- 2. Peraturan Perundang-undangan Terkait Perkara yang Dijelaskan Kantor Pengacara di Seocho

- - Yurisprudensi Terkait Upah
- 3. Bantuan Kantor Pengacara di Seocho

- - Dalil Kantor Pengacara di Seocho ① Upah yang Secara Sah Harus Diterima
- - Dalil Kantor Pengacara di Seocho ② Pengaduan Mengenai Tunggakan Upah
- - Dalil Kantor Pengacara di Seocho ③ Kesulitan Ekonomi
- 4. Putusan Pengadilan atas Dalil Kantor Pengacara di Seocho

- - Jika Anda Membutuhkan Bantuan Kantor Pengacara di Seocho
1. Klien yang Mengunjungi Kantor Pengacara di Seocho

Klien mengunjungi pengacara di Seocho karena ingin meminta nasihat dan menyerahkan perkaranya kepada kantor pengacara yang memiliki data penanganan beragam perkara.
Latar Belakang Klien Mengunjungi Kantor Pengacara di Seocho
Berikut adalah kisah klien yang menjalani konsultasi di kantor pengacara di Seocho.
Tergugat merupakan pimpinan sebuah perusahaan konstruksi, sedangkan klien adalah pekerja yang bergabung dan bekerja di perusahaan tersebut.
Klien belum menerima upah yang secara sah seharusnya dibayarkan karena kondisi pengelolaan perusahaan memburuk.
Meskipun klien memahami keadaan perusahaan dan bersedia menunggu, upah dan pesangonnya tetap belum dibayarkan hingga 6 bulan setelah ia berhenti bekerja.
Oleh karena itu, klien mengajukan pengaduan mengenai tunggakan upah kepada Kantor Ketenagakerjaan dan Perburuhan Korea Selatan, lalu tergugat membayar 10 juta won Korea Selatan kepada klien.
Tergugat berjanji akan membayar sisa jumlah tersebut kemudian, tetapi tidak memenuhi janjinya meskipun tenggat telah berlalu. Karena itu, klien memutuskan untuk menempuh langkah hukum.
Klien mengunjungi pengacara di Seocho karena ingin mengajukan gugatan 🔗Tuntutan Upah/Pesangon bersama pengacara spesialis yang memiliki pengalaman menangani beragam perkara ketenagakerjaan.
2. Peraturan Perundang-undangan Terkait Perkara yang Dijelaskan Kantor Pengacara di Seocho
Klien bermaksud mengajukan gugatan karena belum menerima upah dan pesangon sekitar 25 juta won Korea Selatan.
Gugatan upah adalah gugatan perdata yang diajukan pekerja untuk menuntut tunggakan upah ketika perusahaan tidak membayarkan upahnya.
Pengusaha yang menunggak upah dapat dijatuhi pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak 30 juta won Korea Selatan.
※ Daluwarsa hak tagih upah mulai dihitung sejak tanggal pembayaran rutin upah dan hak tersebut hapus karena daluwarsa apabila tidak dilaksanakan selama 3 tahun
Yurisprudensi Terkait Upah
Yurisprudensi Terkait Upah(Putusan 2016다239680)
Yurisprudensi yang Mengakui sebagai Upah | Apabila bonus kinerja berdasarkan evaluasi manajemen dibayarkan secara berkelanjutan dan berkala serta penerima, persyaratan pembayaran, dan hal-hal lainnya telah ditetapkan sehingga pengusaha berkewajiban membayarnya, apakah bonus tersebut termasuk upah yang menjadi dasar penghitungan upah rata-rata (ya) |
Yurisprudensi yang Menolak sebagai Upah | Apakah bonus tersebut dapat dianggap tidak dibayarkan sebagai imbalan atas pekerjaan hanya karena pembayaran atau tingkat pembayarannya dapat berbeda bergantung pada hasil evaluasi kinerja manajemen (tidak) |
3. Bantuan Kantor Pengacara di Seocho
Pengacara di Seocho mengumpulkan alat bukti semaksimal mungkin dan menyusun strategi secara sistematis.
Untuk berhasil menuntut pembayaran seluruh upah dan pesangon, pengacara mengajukan dalil-dalil berikut.
Dalil Kantor Pengacara di Seocho ① Upah yang Secara Sah Harus Diterima
Sebagai pekerja, klien telah secara sah memberikan tenaganya, tetapi tidak menerima upah yang menurut hukum seharusnya dibayarkan.
Pekerja berhak menerima upah sebagai imbalan atas pekerjaannya pada tanggal yang telah ditentukan.
Tergugat tidak membayar upah dengan alasan kondisi pengelolaan perusahaan memburuk, tetapi hal tersebut bukan alasan yang dapat membebaskannya dari kewajiban hukum.
Oleh karena itu, ditekankan bahwa klien berhak menerima seluruh upah sebagai imbalan atas pekerjaannya dan bahwa penunggakan upah secara tidak patut oleh tergugat jelas merupakan perbuatan melawan hukum.
Dalil Kantor Pengacara di Seocho ② Pengaduan Mengenai Tunggakan Upah
Klien pernah berupaya menyelesaikan masalah dengan mengajukan pengaduan mengenai tunggakan upah kepada Kantor Ketenagakerjaan dan Perburuhan Korea Selatan.
Setelah pengaduan diajukan kepada Kantor Ketenagakerjaan dan Perburuhan Korea Selatan, tergugat membayar sebagian jumlah tersebut, yaitu 10 juta won Korea Selatan, tetapi masih belum membayar sisanya.
Ditekankan bahwa hal ini menunjukkan tergugat bermaksud menghindari tanggung jawab hukum.
Dalil Kantor Pengacara di Seocho ③ Kesulitan Ekonomi
Klien mengalami kesulitan ekonomi yang serius karena upah dan pesangon yang dijanjikan masih belum dibayarkan hingga 6 bulan setelah ia berhenti bekerja.
Akibatnya, klien mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan bahkan kesulitan memperoleh sumber daya dasar untuk kehidupannya sendiri.
Ditekankan bahwa tunggakan upah oleh tergugat berdampak langsung pada kehidupan klien dan melanggar hak dasar pekerja.
4. Putusan Pengadilan atas Dalil Kantor Pengacara di Seocho
Pengadilan menerima dalil kantor pengacara di Seocho dan memutuskan bahwa ‘Tergugat harus membayar sekitar 25 juta won Korea Selatan kepada penggugat.’
Atas hasil tersebut, klien menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pengacara di Seocho.
Jika Anda Membutuhkan Bantuan Kantor Pengacara di Seocho
Jika upah yang secara sah seharusnya dibayarkan tidak diterima, bantuan pengacara spesialis yang memiliki pemahaman mendalam mengenai Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Korea Selatan sangat diperlukan.
Sebaiknya yurisprudensi terkait dianalisis, strategi tuntutan upah disusun secara menyeluruh, dan perkara diarahkan menuju hasil yang menguntungkan.
Pengacara Firma Hukum Daeryun di Seocho memberikan bantuan kepada klien dari berbagai aspek melalui pengumpulan alat bukti, perundingan, pemberian nasihat, dan proses litigasi.
Jika Anda mengalami kesulitan dalam keadaan yang serupa dengan perkara di atas, silakan serahkan perkara Anda melalui 🔗Reservasi Konsultasi Hukum.

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.









