CONTENTS
- 1. Klien yang mendatangi pengacara spesialis perkara pemerkosaan terhadap korban yang tidak mampu melawan

- - Kronologi perkara
- 2. Apa yang dimaksud dengan tindakan seksual terhadap korban yang tidak mampu melawan? Penjelasan pengacara spesialis

- - Tingkat hukuman
- - Jika ingin mengajukan pengaduan pidana?
- 3. Bentuk pendampingan pengacara spesialis perkara pemerkosaan terhadap korban yang tidak mampu melawan

- - Kredibilitas keterangan
- - Sikap terdakwa
- - Latar belakang pengaduan yang diajukan belakangan
- 4. Hasil pendampingan pengacara spesialis, ‘pelaku dijatuhi pidana penjara’

- - Jika memerlukan pendampingan pengacara spesialis?
1. Klien yang mendatangi pengacara spesialis perkara pemerkosaan terhadap korban yang tidak mampu melawan
Klien yang mendatangi pengacara spesialis perkara pemerkosaan dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar atau tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan menginginkan hukuman berat bagi pelaku. Dengan pendampingan pengacara tersebut, pada akhirnya pidana penjara dapat dijatuhkan.
Kronologi perkara
Klien melakukan perjalanan dalam negeri selama 2 hari 1 malam bersama para senior dan junior dari klubnya.
Setelah perjalanan berakhir, klien yang telah minum minuman beralkohol menunggu angkutan pertama untuk pulang ke rumah.
Sementara itu, A, seorang senior di klub tersebut, melakukan tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda ke tubuh klien yang sedang tertidur.
Pada awalnya, klien memutuskan untuk tidak mengajukan pengaduan karena takut peristiwa tersebut menjadi bahan pembicaraan. Namun, setelah mengetahui hal itu, A justru menyebarkan kabar buruk mengenai klien.
Karena marah, klien memutuskan untuk mengajukan pengaduan 1 tahun setelah peristiwa tersebut. Mengingat banyak waktu telah berlalu, klien meminta pendampingan pengacara spesialis perkara pemerkosaan dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar atau tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan untuk menangani perkara tersebut.

2. Apa yang dimaksud dengan tindakan seksual terhadap korban yang tidak mampu melawan? Penjelasan pengacara spesialis
Tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan merujuk pada perbuatan melakukan tindakan seksual tersebut dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar atau tidak mampu melawan, seperti ketika korban tertidur karena mabuk atau kehilangan kesadaran.
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan tindakan seksual tersebut adalah perbuatan yang menyerupai persetubuhan dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda ke tubuh korban.
Dengan demikian, meskipun keadaan tidak mampu melawan tersebut tidak ditimbulkan melalui kekerasan fisik atau ancaman, tindak pidana ini tetap terbentuk apabila perbuatan dilakukan dengan memanfaatkan keadaan korban yang telah tidak mampu melawan.
Tingkat hukuman
Orang yang melakukan tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan dapat dihukum berdasarkan Pasal 297-2 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Korea Selatan.
Tingkat hukuman atas tindakan seksual terhadap korban yang tidak mampu melawan
| Pasal 297-2 (Tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda ke tubuh korban) | Pidana penjara untuk waktu tertentu sekurang-kurangnya 2 tahun |
Jika ingin mengajukan pengaduan pidana?
Korban kejahatan seksual dapat melapor kepada lembaga penyidik dan meminta agar pelaku dihukum.
Pengaduan pidana dapat diajukan secara lisan kepada kepolisian atau kejaksaan maupun secara tertulis dengan menyerahkan surat pengaduan.
3. Bentuk pendampingan pengacara spesialis perkara pemerkosaan terhadap korban yang tidak mampu melawan

Setelah berkonsultasi dengan klien, pengacara spesialis perkara pemerkosaan dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar atau tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan memperoleh alat bukti terkait dan menyampaikan pembelaan serta argumentasi berikut.
Kredibilitas keterangan
Klien menyatakan bahwa setelah tertidur karena minum minuman beralkohol, ia terbangun karena merasakan sesuatu yang aneh dan kemudian mengonfirmasi dari keterangan A bahwa telah terjadi tindakan seksual dengan memasukkan bagian tubuh selain alat kelamin atau benda ke tubuh korban.
Sejak tahap awal perkara, klien telah memberikan keterangan yang terperinci dan konsisten mengenai bagian-bagian utama peristiwa yang dialaminya.
Pengacara spesialis perkara pemerkosaan dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar atau tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan menekankan kredibilitas keterangan klien dengan merujuk pada fakta bahwa klien menjelaskan secara terperinci tindakan dan sensasi pada saat kejadian yang hanya dapat diketahui oleh korban.
Sikap terdakwa
Klien berkonsultasi dengan kenalan mengenai cara menangani perkara ini dan kemudian menyarankan agar A keluar dari klub, tetapi A menolaknya.
Pengacara spesialis perkara pemerkosaan dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar atau tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan menekankan bahwa meskipun A dapat mengambil tindakan yang relatif mudah, ia sama sekali tidak mempertimbangkan keadaan klien dan tidak mengambil tindakan apa pun.
Latar belakang pengaduan yang diajukan belakangan
Karena takut peristiwa yang dialaminya akan tersebar apabila mengajukan pengaduan, klien pada akhirnya mengurungkan niat untuk mengajukan pengaduan tersebut.
Namun, ketika klien memilih untuk tidak mengungkapkan perkara tersebut, A justru mulai menyebarkan kabar berniat jahat mengenai klien.
Pengacara menekankan bahwa klien, yang marah atas sikap A yang tidak tahu malu, akhirnya memutuskan untuk mengajukan pengaduan agar kebenaran terungkap dan A dijatuhi hukuman yang semestinya.
4. Hasil pendampingan pengacara spesialis, ‘pelaku dijatuhi pidana penjara’

Pengadilan menerima argumentasi pengacara spesialis perkara pemerkosaan dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar atau tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan dan menjatuhkan pidana penjara kepada pelaku.
Meskipun baru mengajukan pengaduan setelah waktu yang cukup lama sejak peristiwa terjadi, klien menyampaikan rasa terima kasih karena dengan bantuan pengacara tersebut, pelaku akhirnya dijatuhi hukuman berat.
Jika memerlukan pendampingan pengacara spesialis?
Perkara di atas merupakan contoh perkara ketika seorang korban tindakan seksual terhadap korban yang tidak mampu melawan diwakili dan ditangani secara menyeluruh sejak tahap awal, kredibilitas keterangannya diperkuat, serta prosedur hukum dijalankan secara cermat sehingga pelaku dijatuhi pidana penjara.
Dalam perkara kejahatan seksual seperti ini, penanganan awal dan pengamanan keterangan dapat memberikan pengaruh yang menentukan terhadap hasil perkara.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan penanganan yang cepat dan sistematis dengan pendampingan pengacara spesialis segera setelah peristiwa terjadi.
Firma Hukum Daeryun memiliki banyak pengacara spesialis yang berpengalaman luas dalam menangani perkara kejahatan seksual sehingga dapat menyusun penanganan strategis yang sesuai dengan keadaan perkara melalui konsultasi dengan klien.
Jika Anda memerlukan bantuan pengacara spesialis perkara pemerkosaan terhadap korban yang tidak mampu melawan dalam situasi seperti di atas, silakan meminta pendampingan kapan saja melalui 🔗reservasi konsultasi hukum.
Berita Terkait

Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.










