Latar belakang judul halaman (versi PC)Latar belakang judul halaman (versi seluler)

Analisis Putusan / Pembaruan Hukum

Firma Hukum Daeryun, dengan keahlian di berbagai bidang praktik,
menyediakan analisis putusan pengadilan dan isu hukum.

Pengaduan Konstitusional | Putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan yang menolak ketentuan perpajakan tanpa pemeriksaan pokok perkara dan menyatakan ketentuan lainnya konstitusional dalam reformasi Undang-Undang Perumahan Sewa Swasta

Perkara ini mengajukan pengaduan konstitusional untuk meminta putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan mengenai apakah reformasi Undang-Undang Perumahan Sewa Swasta Korea Selatan telah melanggar hak asasi (hak dasar) para pelaku usaha persewaan. (Putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan tanggal 25 September 2025, Nomor 2020헌마1404)

CONTENTS
  • 1. Pengaduan Konstitusional | Gambaran Umum Perkara dan Pokok Permasalahan
    • - Alasan Pengajuan Pengaduan Konstitusional
  • 2. Pengaduan Konstitusional | Putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan
    • - Ketentuan tentang Pengecualian dari Pendaftaran dan Penghapusan Pendaftaran
    • - Ketentuan tentang Kewajiban Memperoleh Jaminan dan Sanksi Pidana
    • - Ketentuan tentang Kewajiban Pencatatan Tambahan dalam Register
  • 3. Pengaduan Konstitusional | Arti Penting Putusan Ini
    • - Implikasi dan Strategi Konsultasi

1. Pengaduan Konstitusional | Gambaran Umum Perkara dan Pokok Permasalahan

Perkara yang diajukan melalui pengaduan konstitusional untuk memperoleh putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan ini mempermasalahkan apakah reformasi Undang-Undang Perumahan Sewa Swasta Korea Selatan telah melanggar hak asasi (hak dasar) para pelaku usaha persewaan.

Secara khusus, dipersoalkan apakah ketentuan mengenai pengecualian dari pendaftaran, penghapusan pendaftaran, kewajiban memperoleh jaminan, dan pencatatan tambahan dalam register melanggar kebebasan memilih pekerjaan, hak atas kekayaan, serta asas perlindungan kepercayaan yang sah.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan memutuskan untuk menolak bagian mengenai ketentuan perpajakan tanpa pemeriksaan pokok perkara karena tidak memenuhi unsur dampak langsung, sedangkan seluruh ketentuan lainnya yang berkaitan dengan Undang-Undang Perumahan Sewa Swasta dinyatakan konstitusional.

Putusan ini dinilai memperjelas bahwa perubahan kebijakan perumahan sewa tidak melanggar asas perlindungan kepercayaan yang sah maupun asas larangan pembatasan berlebihan berdasarkan konstitusi.

Alasan Pengajuan Pengaduan Konstitusional

Para pemohon merupakan sejumlah pelaku usaha persewaan terdaftar. Mereka menyatakan bahwa perubahan Undang-Undang Perumahan Sewa Swasta Korea Selatan pada 2020 melanggar kebebasan memilih pekerjaan, hak atas kekayaan, dan asas perlindungan kepercayaan yang sah karena ①pendaftaran perumahan sewa jangka pendek dan perumahan sewa umum jangka panjang berupa apartemen yang dibeli dibatasi, ②penghapusan pendaftaran yang telah ada direncanakan, dan ③kewajiban memperoleh jaminan serta melakukan pencatatan tambahan dalam register diperketat.

Selain itu, dengan alasan bahwa manfaat perpajakan yang sebelumnya diberikan kepada pelaku usaha persewaan telah dikurangi, mereka juga menyatakan bahwa ketentuan undang-undang perpajakan terkait, antara lain Undang-Undang Pajak Komprehensif atas Real Estat dan Undang-Undang Pajak Penghasilan, bertentangan dengan konstitusi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan memutuskan bahwa bagian mengenai ketentuan perpajakan tidak dapat diterima karena tidak memenuhi unsur dampak langsung, sedangkan ketentuan dalam Undang-Undang Perumahan Sewa Swasta dinyatakan konstitusional.

2. Pengaduan Konstitusional | Putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan

Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang | Putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan menolak permohonan mengenai ketentuan perpajakan terkait (antara lain Undang-Undang Pajak Komprehensif atas Real Estat dan Undang-Undang Pajak Penghasilan) tanpa pemeriksaan pokok perkara karena ketentuan tersebut tidak dapat dianggap menimbulkan pelanggaran langsung terhadap hak asasi (hak dasar).

Hal ini karena undang-undang perpajakan merupakan ketentuan yang bersifat umum dan abstrak, sedangkan pembatasan hak asasi (hak dasar) baru terwujud melalui tindakan administratif konkret, seperti penetapan pajak.

Dengan kata lain, kerugian akibat pengurangan manfaat perpajakan hanyalah dampak tidak langsung yang timbul melalui tindakan pelaksanaan oleh otoritas perpajakan, bukan akibat undang-undang perpajakan itu sendiri. Oleh karena itu, Mahkamah memutuskan bahwa ketentuan perpajakan dalam perkara ini tidak dapat menjadi objek pengaduan konstitusional.

Ketentuan tentang Pengecualian dari Pendaftaran dan Penghapusan Pendaftaran

Undang-Undang Perumahan Sewa Swasta Korea Selatan yang telah diubah mengecualikan perumahan sewa jangka pendek dan perumahan sewa umum jangka panjang berupa apartemen yang dibeli dari objek pendaftaran. Untuk pelaku usaha yang telah terdaftar, pendaftaran mereka akan dihapus secara otomatis setelah masa kewajiban berakhir.

Karena keberlanjutan usaha mereka pada masa mendatang menjadi terbatas, para pelaku usaha yang telah terdaftar menyatakan bahwa perubahan tersebut melanggar kebebasan memilih pekerjaan dan asas perlindungan kepercayaan yang sah.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan terlebih dahulu menegaskan bahwa sistem pendaftaran pelaku usaha persewaan merupakan kebijakan yang ditujukan bagi kepentingan umum, yaitu menjamin stabilitas perumahan masyarakat dan melindungi penyewa.

Oleh karena itu, pembentuk undang-undang dinilai memiliki keleluasaan yang luas untuk membentuk peraturan dan mengubah sistem pelaku usaha persewaan sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi dan sosial.

Selain itu, sejak 2017 pemerintah telah mengumumkan perubahan kebijakan secara bertahap, termasuk penghapusan sistem persewaan jangka pendek, sebagai respons terhadap kondisi pasar yang terlalu panas dan permintaan spekulatif. Oleh sebab itu, Mahkamah menilai bahwa perubahan tersebut dapat diperkirakan oleh para pelaku usaha sehingga tidak melanggar asas perlindungan kepercayaan yang sah.

Mahkamah juga memutuskan bahwa penghapusan pendaftaran tidak dapat dianggap sebagai pelanggaran berlebihan karena dilakukan ketika masa kewajiban berakhir serta disertai ketentuan peralihan dan masa tenggang bagi pelaku usaha persewaan yang telah terdaftar.

Pada akhirnya, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan memutuskan bahwa hal tersebut tidak melanggar kebebasan memilih pekerjaan maupun asas perlindungan kepercayaan yang sah karena “perubahan yang wajar terhadap suatu sistem kebijakan termasuk dalam ruang lingkup keleluasaan pembentuk undang-undang, sedangkan pelanggaran terhadap kepentingan kepercayaan pelaku usaha yang telah terdaftar tidak cukup berat untuk memperoleh perlindungan konstitusional.”

Ketentuan tentang Kewajiban Memperoleh Jaminan dan Sanksi Pidana

Undang-undang yang telah diubah mewajibkan seluruh pelaku usaha perumahan sewa swasta memperoleh jaminan pengembalian uang jaminan sewa. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut dapat dikenai pidana penjara paling lama 2 tahun atau pidana denda paling banyak 20 juta won Korea Selatan.

Para pemohon menyatakan bahwa ketentuan tersebut melanggar hak atas kekayaan dan menetapkan hukuman yang berlebihan.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan memutuskan bahwa kewajiban memperoleh jaminan memiliki tujuan yang sangat sah karena merupakan sistem untuk melindungi uang jaminan milik penyewa dan menjamin stabilitas tempat tinggal.

Mahkamah menilai bahwa tarif penjaminan sekitar 0.1% per tahun tidak menimbulkan beban ekonomi yang berlebihan. Karena penyewa juga menanggung sebagian biaya penjaminan, kerugian atas kekayaan yang dibebankan kepada pelaku usaha dinilai memenuhi asas pembatasan seminimal mungkin.

Mahkamah juga memutuskan bahwa ketentuan pidana merupakan sarana untuk menjamin efektivitas sistem penjaminan dan termasuk dalam ranah kebijakan legislatif sehingga tidak dapat dianggap bertentangan dengan asas proporsionalitas.

Dengan demikian, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan menyatakan bahwa “kewajiban memperoleh jaminan dan penghukuman pidana atas pelanggarannya merupakan pengaturan yang tepat dan diperlukan untuk melindungi hak atas kekayaan penyewa serta tidak bertentangan dengan asas larangan pembatasan berlebihan maupun asas proporsionalitas pidana.”

Ketentuan tentang Kewajiban Pencatatan Tambahan dalam Register

Undang-undang yang telah diubah mewajibkan pelaku usaha persewaan mencatatkan informasi penting mengenai perumahan sewa terdaftar, seperti masa wajib sewa dan batas maksimum harga sewa, sebagai catatan tambahan dalam register.

Para pemohon menyatakan bahwa kewajiban tersebut melanggar hak atas kekayaan karena membatasi hak milik dan menimbulkan biaya.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan memutuskan bahwa kewajiban pencatatan tambahan dalam register memiliki tujuan yang sah dan menggunakan sarana yang tepat karena merupakan sistem keterbukaan informasi yang memungkinkan penyewa memeriksa persyaratan sewa sebelum menyewa rumah.

Biaya pencatatan tambahan dalam register hanya sekitar 10.000 won Korea Selatan untuk setiap pencatatan sehingga sangat kecil. Pencatatan tersebut juga tidak mengalihkan atau membatasi hak milik, tetapi hanya merupakan pencatatan prosedural untuk mengungkapkan informasi. Oleh karena itu, kewajiban tersebut dinilai tidak membatasi hak atas kekayaan secara substantif.

Pada akhirnya, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan menyatakan bahwa “kewajiban pencatatan tambahan dalam register merupakan sistem yang wajar untuk melindungi penyewa serta tidak melanggar hak atas kekayaan maupun asas larangan pembatasan berlebihan.”

3. Pengaduan Konstitusional | Arti Penting Putusan Ini

Putusan ini dianggap penting karena Mahkamah Konstitusi Korea Selatan menyatakan bahwa reformasi sistem pelaku usaha persewaan tidak melanggar perlindungan kepercayaan yang sah maupun kebebasan memilih pekerjaan berdasarkan konstitusi.

Pertama, putusan ini menegaskan kembali kaidah hukum bahwa perubahan suatu sistem kebijakan tidak bertentangan dengan konstitusi apabila dapat diperkirakan dan disertai ketentuan peralihan.

Kedua, dengan menilai bahwa kepentingan umum berupa perlindungan penyewa dan stabilitas tempat tinggal lebih utama daripada kerugian ekonomi pelaku usaha, Mahkamah menekankan konstitusionalitas kewajiban memperoleh jaminan dan melakukan pencatatan tambahan dalam register.

Ketiga, Mahkamah memperjelas standar persyaratan sahnya pengaduan konstitusional dengan menerapkan secara ketat unsur dampak langsung terhadap ketentuan perpajakan.

Dengan demikian, putusan ini dinilai sebagai perkara yang sekali lagi menegaskan bahwa reformasi sistem untuk melaksanakan kebijakan perumahan negara dan menstabilkan pasar sewa termasuk dalam ruang lingkup keleluasaan kebijakan yang diperbolehkan oleh konstitusi.

Implikasi dan Strategi Konsultasi

· Strategi Menanggapi Perubahan Kebijakan

Perubahan sistem pelaku usaha persewaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan arah yang telah diumumkan. Oleh karena itu, perusahaan maupun pelaku usaha persewaan perorangan harus memahami secara tepat ketentuan peralihan akibat perubahan undang-undang dan waktu penghapusan pendaftaran.

Secara khusus, pelaku usaha perumahan sewa jangka pendek atau persewaan apartemen yang dibeli harus memeriksa terlebih dahulu status hukum dan perubahan manfaat perpajakan setelah masa pendaftaran berakhir.

· Konsultasi Pelaksanaan Kewajiban Penjaminan dan Pencatatan Tambahan dalam Register

Kewajiban memperoleh jaminan pengembalian uang jaminan sewa dan melakukan pencatatan tambahan dalam register telah beralih dari sekadar kewajiban administratif menjadi tanggung jawab hukum untuk melindungi hak penyewa.

Firma Hukum Daeryun memberikan dukungan dengan meninjau secara menyeluruh informasi pendaftaran pelaku usaha persewaan, jenis perumahan, dan status perolehan jaminan agar risiko keputusan tata usaha negara dan pertanggungjawaban pidana akibat pelanggaran dapat dicegah sejak awal.

· Penanganan Pengaduan Konstitusional dan Sengketa Tata Usaha Negara

Bahkan ketika reformasi kebijakan menimbulkan kerugian, kerugian ekonomi semata sulit memenuhi persyaratan sahnya pengaduan konstitusional, yaitu dampak langsung, aktualitas, dan subsidiaritas.

Oleh karena itu, jika suatu keputusan konkret telah diterbitkan, sebaiknya penanganan dilakukan secara bersamaan melalui sengketa tata usaha negara atau prosedur keberatan pajak.

Kepentingan pelaku usaha persewaan atas perlindungan kepercayaan yang sah tidak lebih utama daripada pelaksanaan kebijakan perumahan negara untuk kepentingan umum. Kewajiban memperoleh jaminan dan melakukan pencatatan tambahan dalam register juga dapat dianggap sebagai pengaturan yang sah untuk melindungi penyewa, yang merupakan kepentingan umum yang penting.

Jika Anda memerlukan bantuan terkait pengaduan konstitusional, silakan melakukan 🔗Reservasi Konsultasi Hukum.

Background

Daeryun's Key Strengths

Daeryun's exclusive AI · IT
litigation strategies
Over 240
key members
1,200+ cases
handled monthly

* January 2026 Bar Association Transit Permit Issuance Criteria

*Mematuhi Pasal 4 Peraturan Periklanan Asosiasi Pengacara Korea Paragraph 1

Pengacara
Reservasi konsultasi hukum

Semua konsultasi dilakukan oleh pengacara spesialis setelah meninjau perkara. Konsultasi dilaksanakan dengan sistem reservasi untuk memastikan proses yang profesional.Kami menganjurkan Anda membuat reservasi konsultasi lebih awal, dan meminta kepatuhan terhadap waktu yang dijadwalkan. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk memberikan konsultasi yang memuaskan.

Telepon
konsultasi 1800-7905

Tersedia 24/7, 365 hari
untuk permintaan konsultasi

Reservasi telepon

KakaoTalk
konsultasi

Kanal KakaoTalk

Pengacara Firma Hukum Daeryun

Reservasi KakaoTalk

Daring
konsultasi

Kami menyediakan layanan hukum
yang disesuaikan.

Reservasi daring
Informasi Terkait
Menu Cepat

KakaoTalk