CONTENTS
- 1. Klien yang datang untuk menyelesaikan insiden medis di rumah sakit

- - Kronologi terjadinya insiden medis
- 2. Insiden medis di rumah sakit dan penghitungan nilai perdamaian

- - Cara menghitung nilai perdamaian dalam insiden medis
- - Tuntutan utama klien
- 3. Strategi perundingan pengacara untuk menyelesaikan insiden medis di rumah sakit

- - Verifikasi fakta dan pengumpulan bukti
- - Tuntutan atas permintaan maaf yang bertanggung jawab dan langkah pencegahan kejadian berulang dari rumah sakit
- - Bantuan dalam perundingan ganti rugi
- - Bertindak sebagai penghubung komunikasi
- 4. Hasil bantuan dalam insiden medis di rumah sakit, perdamaian tercapai

- - Saran untuk menyelesaikan insiden medis di rumah sakit
1. Klien yang datang untuk menyelesaikan insiden medis di rumah sakit
Ini merupakan kasus ketika klien yang mengalami insiden medis di rumah sakit berhasil mencapai perdamaian secara baik dengan ketentuan yang diinginkannya melalui bantuan pengacara spesialis perkara medis.
Kronologi terjadinya insiden medis
Ibu klien sedang dirawat di bangsal kedokteran rehabilitasi setelah didiagnosis mengalami pendarahan otak.
Hingga sehari sebelum kejadian, ia masih bercakap-cakap seperti biasa, dan melalui panggilan video beberapa jam sebelum meninggal dunia pun dapat dipastikan bahwa kondisinya stabil.
Namun, sekitar pukul 03.00 terjadi henti jantung secara tiba-tiba di rumah sakit dan ia akhirnya meninggal dunia setelah upaya resusitasi tidak berhasil.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa perawat yang bertugas segera memberikan pertolongan darurat setelah melihat tingkat saturasi oksigen 0%, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.
Namun, dipastikan bahwa pada saat itu perangkat pemantauan pusat tidak membunyikan alarm dan pengasuh juga sedang tertidur lelap sehingga keadaan darurat tidak terdeteksi lebih awal.
Setelah itu, keluarga mendiang mencurigai adanya kelalaian dalam pengelolaan dan kekurangan dalam penanganan awal oleh rumah sakit serta bermaksud mengajukan ganti rugi akibat insiden medis di rumah sakit, sehingga mereka meminta bantuan hukum.

2. Insiden medis di rumah sakit dan penghitungan nilai perdamaian
Insiden medis di rumah sakit adalah keadaan ketika timbul kerugian terhadap nyawa, tubuh, atau harta pasien dalam proses diagnosis, tindakan medis, pemberian obat, atau pengelolaan yang dilakukan di rumah sakit sehingga memicu sengketa.
Dalam hal ini, metode penyelesaiannya terbagi sebagai berikut.
Kategori | Penjelasan |
Perdamaian | Kesepakatan antara pasien dan rumah sakit dengan saling memberikan konsesi untuk menyelesaikan masalah kompensasi dan tanggung jawab |
Mediasi | Prosedur yang melibatkan Badan Konsumen Korea atau Badan Mediasi dan Arbitrase Sengketa Medis Korea untuk menilai ada tidaknya kelalaian serta hubungan sebab akibat dan menyusun usulan perdamaian |
Arbitrase | Prosedur penyelesaian perkara berdasarkan putusan arbiter, bukan melalui persidangan pengadilan |
Gugatan perdata | Gugatan yang diajukan dengan mempersoalkan ada tidaknya kelalaian dalam seluruh proses medis, termasuk tindakan medis oleh dokter, pengelolaan sumber daya manusia dan sarana oleh rumah sakit, atau sistem penyelenggaraan layanan medis (* Umumnya didasarkan pada tuntutan ganti rugi) |
Pengaduan pidana | Prosedur untuk meminta negara menjatuhkan hukuman atas perbuatan melawan hukum tenaga medis dengan mengajukan pengaduan atau pelaporan terhadap tenaga medis terkait insiden medis akibat kelalaian medis |
Cara menghitung nilai perdamaian dalam insiden medis
Nilai perdamaian dalam insiden medis dihitung dengan mencakup biaya perawatan, ganti rugi immateriil, kehilangan penghasilan karena tidak dapat bekerja, biaya perawatan di masa mendatang, dan biaya lainnya.
∙ Ganti rugi immateriil : kompensasi atas penderitaan mental akibat terjadinya insiden medis
∙ Kehilangan penghasilan karena tidak dapat bekerja : hilangnya penghasilan karena harus berhenti bekerja akibat insiden tersebut
∙ Biaya perawatan di masa mendatang : biaya tambahan yang timbul apabila diperkirakan terdapat disabilitas permanen atau diperlukan perawatan jangka panjang
∙ Lain-lain : biaya pengasuhan, transportasi, dan sebagainya
Dalam hal ini, nilai perdamaian berbeda-beda menurut tingkat kelalaian tenaga medis dan tingkat kerugian.
Secara khusus, jumlahnya dapat berubah secara signifikan menurut tingkat cedera, tingkat disabilitas permanen, ada tidaknya kematian, dan faktor lainnya.
Tuntutan utama klien
Dalam perkara insiden medis di rumah sakit ini, klien secara khusus mengajukan tuntutan berikut.
▷ Permintaan maaf yang tulus dari rumah sakit dan langkah pencegahan agar kejadian tidak terulang
▷ Kompensasi ganti rugi yang wajar
▷ Proses perdamaian melalui komunikasi yang lancar (mempersiapkan gugatan perdata jika perdamaian gagal)
Berdasarkan hal tersebut, pengacara spesialis perkara medis menyusun strategi perundingan yang sepenuhnya mencerminkan tuntutan klien.
3. Strategi perundingan pengacara untuk menyelesaikan insiden medis di rumah sakit

Untuk menyelesaikan perkara insiden medis di rumah sakit, pengacara spesialis perkara medis menguraikan persoalan hukum secara jelas, memperoleh bukti objektif, dan secara aktif memperjuangkan hak klien selama proses perundingan.
Verifikasi fakta dan pengumpulan bukti
Terkait tidak berfungsinya alarm pada perangkat pemantauan pusat yang menjadi persoalan utama dalam perkara ini, pihak rumah sakit menyatakan bahwa kesalahan tersebut disebabkan oleh gangguan komunikasi biasa, bukan kerusakan perangkat.
Menanggapi hal tersebut, pengacara spesialis perkara medis melakukan verifikasi dan bantahan berikut, lalu menggabungkan dokumen dan pernyataan yang diperoleh selama proses ini untuk mendukung kemungkinan adanya tanggung jawab rumah sakit.
∙ Mengupayakan verifikasi teknis melalui lembaga independen pihak ketiga
∙ Menyampaikan bantahan logis terhadap dalil adanya gangguan komunikasi
∙ Memeriksa dan menganalisis ada tidaknya keterlambatan dalam penanganan awal
Tuntutan atas permintaan maaf yang bertanggung jawab dan langkah pencegahan kejadian berulang dari rumah sakit
Dalam keadaan tersebut, luka batin klien sulit dipulihkan hanya dengan kompensasi berupa uang.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pengacara spesialis perkara medis mendesak pihak rumah sakit untuk menyampaikan permintaan maaf resmi dan menyusun langkah pencegahan agar kejadian tidak terulang.
∙ Menuangkan secara tertulis langkah pencegahan kejadian berulang dan penguatan pengelolaan keselamatan
∙ Mencantumkan klausul pelaksanaan yang konkret dalam perjanjian perdamaian
Bantuan dalam perundingan ganti rugi
Berdasarkan doktrin hukum mengenai kelalaian medis, pengacara spesialis perkara medis mengajukan usulan ganti rugi yang mempertimbangkan kerugian mental maupun ekonomi dan melaksanakan perundingan perdamaian.
▷ Menanggapi bantahan rumah sakit selama perundingan untuk menghitung nilai perdamaian yang wajar
Bertindak sebagai penghubung komunikasi
Pengacara spesialis perkara medis menjadi penengah untuk mencegah kesalahpahaman antara klien dan rumah sakit serta mengelola seluruh proses perundingan secara saksama.
Secara khusus, perkembangan perundingan disampaikan secara transparan dan bantuan diberikan untuk menjaga kelancaran komunikasi demi meminimalkan konflik emosional.
Selain itu, pengacara secara aktif membantu seluruh proses hingga perkara selesai, termasuk pembuatan surat pemberitahuan resmi dengan bukti isi dan dokumen lainnya serta penelaahan perjanjian perdamaian.
4. Hasil bantuan dalam insiden medis di rumah sakit, perdamaian tercapai

Melalui bantuan sistematis pengacara spesialis perkara medis yang menangani perkara insiden medis di rumah sakit, perkara tersebut diselesaikan secara damai.
Pihak rumah sakit mengakui kemungkinan adanya kelalaian tenaga medis dan menerima usulan perdamaian yang mencakup ganti rugi, permintaan maaf resmi, serta langkah pencegahan agar kejadian tidak terulang.
Dengan demikian, klien dapat memperoleh kompensasi atas kerugiannya dan pengungkapan fakta secara jelas tanpa melalui proses litigasi yang tidak perlu, sehingga perkara berhasil diselesaikan.
Saran untuk menyelesaikan insiden medis di rumah sakit
Karena insiden medis di rumah sakit merupakan persoalan yang berkaitan langsung dengan nyawa dan kesehatan pasien, penanganan yang cepat dan profesional sangatlah penting.
Firma Hukum Daeryun memiliki banyak pengacara yang berpengalaman menangani perkara medis serta keahlian untuk memberikan penanganan menyeluruh, mulai dari perdamaian, mediasi, dan arbitrase hingga gugatan perdata dan perkara pidana.
Selain itu, terdapat banyak pengacara spesialis perkara medis yang memiliki pengetahuan khusus, termasuk pengalaman bekerja di Badan Mediasi dan Arbitrase Sengketa Medis Korea serta kualifikasi sebagai apoteker, sehingga strategi dapat disusun sesuai keadaan klien.
Jika Anda memerlukan langkah hukum akibat insiden medis, silakan percayakan perkara Anda melalui 🔗Reservasi Konsultasi Hukum.
Konten ini didasarkan pada studi kasus nyata Firma Hukum Daeryun dengan beberapa penyesuaian, dan hak ciptanya milik firma kami.
Reproduksi, penggandaan, atau distribusi tanpa izin dan pelanggaran hak cipta lainnya dapat dikenai tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.









