CONTENTS
- 1. Tren terkini pemeriksaan kepabeanan: perubahan skala dan struktur temuan

- - Skala total temuan dan komposisinya
- - Peralihan menuju pemeriksaan yang berpusat pada pelanggaran peraturan
- 2. Analisis jenis temuan pemeriksaan kepabeanan: perubahan arah pemeriksaan yang terkonfirmasi melalui angka

- - Pelanggaran Undang-Undang Transaksi Valuta Asing Korea Selatan: fokus pemeriksaan bergeser ke ‘aliran dana’
- - Pelanggaran syarat impor dan sertifikasi keselamatan: perluasan area regulasi
- - Pelanggaran pencantuman negara asal: pelanggaran struktural yang mengincar keringanan tarif
- 3. Arah operasional pemeriksaan kepabeanan 2026: penanganan berpusat pada kehidupan rakyat, keselamatan, dan tatanan perdagangan

- - Pemeriksaan berpusat pada stabilisasi kehidupan rakyat: pemusatan pada bidang yang terkait langsung dengan harga
- - Pemeriksaan berpusat pada keselamatan rakyat: perluasan hingga barang kebutuhan hidup dan barang industri
- - Pemblokiran perbuatan pengganggu tatanan perdagangan: penanganan intensif atas dumping dan pelanggaran negara asal
- - Penguatan sistem pemeriksaan: pengoperasian organisasi khusus dan tim pemeriksaan khusus
- - Peringanan beban perusahaan: perluasan sistem pemeriksaan ringkas dan penundaan pemeriksaan
- 4. Risiko hukum utama akibat perluasan pemeriksaan kepabeanan

- - Risiko yang dapat timbul
- 5. Strategi penanganan Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas)

- - Strategi Daeryun
1. Tren terkini pemeriksaan kepabeanan: perubahan skala dan struktur temuan
Poin terpenting dalam hasil pemeriksaan kepabeanan tahun 2025 adalah bahwa struktur temuan berubah sepenuhnya.
Jika pada masa lalu temuan pengelakan pajak menjadi pusatnya, saat ini pelanggaran ketentuan hukum menempati sebagian besar hasil pemeriksaan, dan hal ini berarti tujuan serta metode pemeriksaan kepabeanan telah berubah secara mendasar.
Skala total temuan dan komposisinya
Total nilai yang terdeteksi tercatat sebesar 2 triliun 702 miliar won.
Dari jumlah ini, penggelapan pajak sebesar 444,2 miliar won yang merupakan sebagian dari keseluruhan, sedangkan pelanggaran peraturan sebesar 2 triliun 257,8 miliar won yang menempati sekitar 83% dari keseluruhan.
Meskipun penggelapan pajak meningkat, porsinya dalam keseluruhan struktur tetap rendah, dan sebaliknya pelanggaran peraturan menempati porsi yang dominan, sehingga dapat dipastikan bahwa pemeriksaan kepabeanan telah bergeser dari yang berpusat pada pemungutan pajak menjadi berpusat pada penindakan pelanggaran regulasi.
Peralihan menuju pemeriksaan yang berpusat pada pelanggaran peraturan
Bahwa pelanggaran peraturan menempati sebagian besar dari keseluruhan berarti otoritas kepabeanan Korea Selatan tidak lagi hanya melihat bagian pajak yang kurang dibayar, melainkan memeriksa keseluruhan kewajiban hukum terkait impor.
Perubahan ini berlanjut pada perluasan objek pemeriksaan.
Cakupan pemeriksaan diperluas menjadi turut memastikan apakah transaksi tersebut merupakan struktur yang secara hukum diperbolehkan dan apakah mematuhi ketentuan terkait.
Akibatnya, pemeriksaan kepabeanan sedang berubah sifat dari pemeriksaan perpajakan menjadi fungsi penegakan regulasi, dan hal ini berkemungkinan besar berlanjut pula dalam arah pemeriksaan ke depan.
2. Analisis jenis temuan pemeriksaan kepabeanan: perubahan arah pemeriksaan yang terkonfirmasi melalui angka
〈 Capaian temuan menurut jenis 〉 (satuan: 100 juta won) | |||||
Klasifikasi | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 | |
Penggelapan pajak | 1,418 | 1,900 | 2,945 | 4,442 | |
Pelanggaran peraturan | Pelanggaran pemenuhan syarat impor | 2,612 | 581 | 670 | 3,643 |
Pelanggaran pencantuman negara asal | 2,205 | 4,077 | 1,219 | 1,805 | |
Pelanggaran Undang-Undang Transaksi Valuta Asing Korea Selatan | 4,063 | 2,504 | 1,605 | 17,130 | |
Subtotal | 8,880 | 7,162 | 3,494 | 22,578 | |
Total | 10,298 | 9,062 | 6,439 | 27,020 | |
Sumber - Otoritas Kepabeanan Korea Selatan | |||||
Hasil pemeriksaan kepabeanan tahun 2025 menunjukkan secara jelas melalui angka pada jenis mana kapasitas pemeriksaan sedang dipusatkan.
Khususnya, bahkan di dalam pelanggaran peraturan, temuan terpusat pada butir tertentu, dan melalui hal ini dapat dipastikan sampai sejauh mana pemeriksaan kepabeanan saat ini telah diperluas.
Pelanggaran Undang-Undang Transaksi Valuta Asing Korea Selatan: fokus pemeriksaan bergeser ke ‘aliran dana’
Nilai temuan pelanggaran Undang-Undang Transaksi Valuta Asing Korea Selatan pada tahun 2025 sebesar 1 triliun 713 miliar won.
Dibandingkan dengan 160,5 miliar won pada tahun sebelumnya, jumlah ini meningkat sekitar lebih dari 10 kali lipat dalam waktu singkat.
Apabila pemeriksaan kepabeanan sebelumnya berpusat pada harga impor atau akurasi isi pemberitahuan, hal ini berarti bahwa saat ini pergerakan dana yang timbul dalam proses transaksi pun langsung diperiksa.
Ini adalah bagian yang paling jelas menunjukkan bahwa pemeriksaan kepabeanan telah ditata ulang bukan berpusat pada barang, melainkan pada keseluruhan struktur transaksi, dan khususnya pada aliran dana.
Pelanggaran syarat impor dan sertifikasi keselamatan: perluasan area regulasi
Pelanggaran pemeriksaan syarat impor tercatat sebesar 364,3 miliar won per tahun 2025.
Dibandingkan dengan tingkat 58,1 miliar won pada 2023 dan 67 miliar won pada 2024, ini merupakan angka yang kembali meningkat besar.
Butir ini terhubung langsung dengan boleh tidaknya produk tersebut diedarkan di dalam negeri.
Contoh yang umum adalah produk yang belum memperoleh sertifikasi keselamatan seperti sertifikasi KC.
Khususnya, dalam pemeriksaan kali ini tercakup bukan hanya produk yang dekat dengan kehidupan seperti alat kelistrikan, tetapi juga produk industri seperti alat berat konstruksi, sehingga dapat dipastikan bahwa cakupan penerapan regulasi sedang diperluas.
Pelanggaran pencantuman negara asal: pelanggaran struktural yang mengincar keringanan tarif
Nilai temuan pelanggaran pencantuman negara asal sebesar 180,5 miliar won per tahun 2025.
Dibandingkan dengan 407,7 miliar won pada 2023, angka ini menurun, tetapi tetap dipertahankan sebagai jenis pelanggaran utama.
Masalah ini bermakna karena terhubung langsung dengan beban tarif bea masuk.
Contohnya, yang umum adalah cara mencantumkan seolah-olah suatu barang merupakan produk dari negara yang memperoleh keringanan tarif, padahal sesungguhnya barang tersebut diproduksi di negara tertentu.
Dalam praktik, digunakan cara mengubah jalur impor dengan melewati negara ketiga atau memberitahukan negara yang berbeda dari negara produksi sebagai negara asal.
Cara ini banyak dilakukan dengan tujuan memperoleh tarif rendah menurut perjanjian perdagangan bebas, dan akibatnya hal ini merupakan perbuatan yang mendistorsi kondisi persaingan dengan perusahaan yang membayar pajak secara normal.
Karena itu, pelanggaran pencantuman negara asal dipandang sebagai masalah yang mengguncang tatanan perdagangan, dan dalam pemeriksaan kepabeanan pun terus menjadi sasaran penindakan utama.
3. Arah operasional pemeriksaan kepabeanan 2026: penanganan berpusat pada kehidupan rakyat, keselamatan, dan tatanan perdagangan
Apabila hasil pemeriksaan kepabeanan tahun 2025 merupakan data yang menunjukkan perubahan struktur, arah operasional pemeriksaan kepabeanan tahun 2026 merupakan tolok ukur kebijakan yang menunjukkan bagaimana alur ini akan berlanjut.
Otoritas Kepabeanan Korea Selatan sedang mengonkretkan arah pemeriksaan dengan berpusat pada stabilisasi kehidupan rakyat dan perlindungan industri.
Pemeriksaan berpusat pada stabilisasi kehidupan rakyat: pemusatan pada bidang yang terkait langsung dengan harga
Di tengah berlanjutnya kondisi dalam dan luar negeri yang tidak menentu serta harga yang tinggi, Otoritas Kepabeanan Korea Selatan menetapkan stabilisasi kehidupan rakyat sebagai prioritas utama guna meminimalkan beban terhadap perekonomian nasional.
Sejalan dengan itu, keseluruhan skala pemeriksaan dipertahankan pada tingkat tahun-tahun sebelumnya, tetapi kapasitas pemeriksaan diterapkan dengan cara dipusatkan secara selektif.
Khususnya, ini merupakan struktur yang mengutamakan penanganan area yang memengaruhi harga, bahkan di antara perbuatan penggelapan pajak yang berbasis perdagangan.
Secara konkret, dengan berpusat pada «Tim Pemeriksaan Khusus Harga Kehidupan Rakyat Otoritas Kepabeanan», dilakukan pemeriksaan intensif atas perbuatan ilegal seperti manipulasi harga dan penggelapan pajak, dengan sasaran komoditas pangan rakyat seperti daging dan barang impor yang terhubung langsung dengan harga kebutuhan hidup.
Pemeriksaan berpusat pada keselamatan rakyat: perluasan hingga barang kebutuhan hidup dan barang industri
Otoritas Kepabeanan Korea Selatan berencana memperkuat lebih lanjut pemeriksaan atas perbuatan ilegal yang memengaruhi jiwa dan keselamatan rakyat.
Pada tahun lalu, melalui ‘Pusat Penanganan Kejahatan Transnasional’, telah dilakukan pemeriksaan atas impor dan peredaran barang kebutuhan hidup serta produk industri yang belum memperoleh sertifikasi keselamatan, dan berhasil menemukan pelanggaran senilai 139,1 miliar won.
Alur ini berlanjut pula pada tahun ini, dan pemeriksaan akan terus dilakukan atas perbuatan mengimpor dan mengedarkan tanpa pemeriksaan keselamatan, dengan berpusat pada produk yang langsung digunakan dalam kehidupan rakyat dan lapangan industri seperti barang kebutuhan hidup serta mesin dan peralatan industri.
Pemblokiran perbuatan pengganggu tatanan perdagangan: penanganan intensif atas dumping dan pelanggaran negara asal
Penanganan terhadap perbuatan tidak adil yang menyalahgunakan transaksi perdagangan juga diperkuat.
Otoritas Kepabeanan Korea Selatan berencana memperkenalkan ‘Sistem Pemeriksaan Dumping Berkala’ mulai tahun 2026 untuk terus memeriksa perbuatan perusahaan asing yang menggerus pasar domestik melalui dumping dan dumping berkelok.
Selain itu, fokusnya diarahkan pada pemeliharaan tatanan pasar yang adil dengan memperkuat pengawasan atas perbuatan yang mendistorsi pilihan konsumen, seperti pencantuman negara asal palsu yang menyamar sebagai produk dalam negeri dan manipulasi negara asal melalui impor berkelok.
Penguatan sistem pemeriksaan: pengoperasian organisasi khusus dan tim pemeriksaan khusus
Otoritas Kepabeanan Korea Selatan telah membentuk organisasi khusus baru di kantor kepabeanan utama seperti Seoul, Busan, dan Incheon serta menyelesaikan penempatan personel, dan khususnya menambah 2 tim pemeriksaan khusus di Kantor Kepabeanan Pusat Seoul untuk menangani perbuatan tidak adil yang jahat dan cerdik.
Tim pemeriksaan khusus ini menangani secara khusus perkara berat dan memiliki struktur yang dapat langsung beralih ke prosedur penyidikan paksa apabila diperlukan.
Peringanan beban perusahaan: perluasan sistem pemeriksaan ringkas dan penundaan pemeriksaan
Sementara itu, seiring penguatan pemeriksaan, Otoritas Kepabeanan Korea Selatan juga menjalankan kebijakan peringanan beban perusahaan secara paralel.
Bagi perusahaan yang patuh, otoritas mendukung agar perusahaan dapat berfokus pada kegiatan manajemen dengan mengaktifkan «Sistem Pemeriksaan Kepabeanan Ringkas» yang mempersingkat masa pemeriksaan kunjungan lapangan dan mengakhiri pemeriksaan secara cepat.
Selain itu, bagi perusahaan yang mengalami kesulitan akibat situasi kawasan Timur Tengah belakangan ini, diterapkan langkah penundaan pemeriksaan kepabeanan, dan masa pemberitahuan awal pemeriksaan pun diperluas dari 15 hari yang berlaku menjadi 20 hari guna memperkuat transparansi prosedural.
4. Risiko hukum utama akibat perluasan pemeriksaan kepabeanan
Melihat tren pemeriksaan kepabeanan yang telah diuraikan sebelumnya, pelanggaran terjadi secara bersamaan di berbagai area seperti harga, negara asal, sertifikasi, dan valuta asing.
Risiko hukum utama yang dapat timbul pada perusahaan akibat hal ini adalah sebagai berikut.
Risiko yang dapat timbul
Klasifikasi | Isi utama |
Manipulasi harga | Pemberitahuan palsu harga impor, pemberitahuan harga rendah |
Pelanggaran negara asal | Pencantuman negara asal palsu, impor berkelok |
Pelanggaran sertifikasi | Tidak memenuhi syarat keselamatan seperti sertifikasi KC |
Pelanggaran valuta asing | Pelanggaran struktur pengiriman uang ke luar negeri, kelalaian pemberitahuan |
Ciri pemeriksaan kepabeanan adalah bahwa risiko-risiko tersebut muncul secara bersamaan dalam satu transaksi.
Contohnya, dalam proses memberitahukan harga secara rendah, struktur transaksi valuta asing dapat turut menjadi masalah, dan banyak pula kasus pelanggaran negara asal yang terhubung dengan masalah keringanan tarif.
Seiring terbentuknya struktur ketika satu pelanggaran menyebar secara bersamaan menjadi risiko perpajakan, pidana, dan usaha, tingkat risiko yang harus ditanggung perusahaan pun meningkat drastis.
Oleh karena itu, pemeriksaan kepabeanan saat ini perlu dipahami bukan pada tingkat memastikan ada tidaknya pelanggaran tertentu, melainkan sebagai cara memeriksa keseluruhan struktur transaksi.
5. Strategi penanganan Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas)
Seiring pemeriksaan kepabeanan yang meluas hingga ke struktur transaksi dan aliran dana, penanganan profesional yang dapat meninjau area kompleks seperti kepabeanan, perpajakan, dan valuta asing secara bersamaan menjadi semakin penting.
Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) menyediakan bantuan hukum satu pintu atas seluruh proses pemeriksaan kepabeanan dengan berpusat pada pengacara perdagangan internasional, komisioner spesialis kepabeanan yang memiliki kualifikasi ahli kepabeanan, dan pengacara spesialis perpajakan.
Strategi Daeryun
• Pembangunan sistem verifikasi negara asal dan penataan bukti : Meninjau penetapan negara asal dan kelayakan penerapan FTA serta menata bukti terkait secara sistematis.
• Pemeriksaan awal risiko syarat impor dan sertifikasi : Memastikan syarat sertifikasi tiap produk untuk memeriksa lebih awal risiko yang dapat berujung pada pembatasan peredaran dan sanksi administratif.
• Peninjauan struktur transaksi valuta asing dan penyusunan logika penanganan : Menganalisis struktur pengiriman uang dan pembayaran ke luar negeri untuk merapikan kemungkinan pelanggaran Undang-Undang Transaksi Valuta Asing Korea Selatan dan logika penanganannya.
• Penanganan pemeriksaan kepabeanan dan dukungan terpadu prosedur pasca: Memberikan dukungan terpadu atas seluruh proses, mulai dari pendampingan pemeriksaan, penyerahan pendapat, hingga penanganan keputusan.
Apabila membutuhkan bantuan terkait penanganan pemeriksaan kepabeanan atau risiko hukum terkait, silakan memastikan arah penanganan yang lebih akurat melalui 🔗reservasi konsultasi hukum pengacara kepabeanan.











