Latar belakang judul halaman (versi PC)Latar belakang judul halaman (versi seluler)

Liputan Pers

Banyak media mengakui keahlian Firma Hukum Daeryun.
Jelajahi wawancara, komentar hukum, dan kolom oleh para pengacara Daeryun.

Money Today
2025-05-23
임단협 앞두고 통상임금 '동상이몽'…변호사가 알려주는 실무자 대응
'Perbedaan Pandangan' soal Upah Biasa Menjelang Perundingan Bersama...Respons Praktis yang Disampaikan Pengacara
Setiap Mei hingga Juni adalah masa perusahaan menyiapkan perjanjian kerja bersama tentang upah (imdanhyeop). Berbeda dengan perjanjian sebelumnya yang isu utamanya adalah perpanjangan usia pensiun, pengurangan jam kerja, dan perluasan aktivitas serikat, tahun ini diperkirakan akan sulit antara pihak pekerja dan pengusaha karena upah reguler (ordinary wage). Pemicu munculnya upah reguler sebagai topik utama berasal dari putusan majelis pleno Mahkamah Agung Korea Selatan pada Desember tahun lalu. Agenda inti putusan itu adalah dihapuskannya syarat 'kepastian (fixity)' dari kriteria penilaian upah reguler. Alasan banyak perusahaan menaruh perhatian pada putusan ini adalah karena, untuk pertama kalinya dalam sekitar 10 tahun sejak putusan majelis pleno Mahkamah Agung Korea Selatan tentang upah reguler pada 2013, dijatuhkan penilaian yang sama sekali berbeda dari penafsiran yang ada. Sebelumnya, saat menilai upah reguler, dipertimbangkan tiga syarat, yaitu keberkalaan, keseragaman, dan kepastian. Mahkamah Agung Korea Selatan pun dalam putusan selama beberapa dekade mendefinisikan konsep upah reguler sebagai 'upah yang ditetapkan untuk dibayarkan secara berkala, seragam, dan pasti sebagai imbalan atas kerja yang ditentukan'. Putusan majelis pleno Mahkamah Agung Korea Selatan Desember 2013 (kasus Gabeul Autotech) adalah contohnya. Namun melalui putusan kali ini, muncul kaidah hukum baru bahwa "apabila pekerja memberikan kerja yang ditentukan secara utuh, upah yang ditetapkan untuk dibayarkan secara berkala dan seragam sebagai imbalannya tergolong upah reguler". Dengan ini, bonus reguler yang 'dibayarkan secara berkala dan seragam' diperkirakan paling diuntungkan. Sebab, meskipun bonus disertai syarat seperti masa kerja, hal itu diperkirakan dapat dipenuhi oleh siapa pun yang berstatus pekerja. Karena itu, dari sudut pandang perusahaan, ada tiga hal besar yang harus ditelaah. Pertama, perlu pemeriksaan kondisi nyata terkait upah reguler. Karena lingkup pemasukan upah reguler diperluas secara signifikan, pekerjaan menyederhanakan struktur upah harus berjalan beriringan. Khususnya, perlu membedakan secara jelas antara 'upah bersifat gaji pokok' dan 'upah bersifat insentif'. Upah bersifat insentif mencakup △tunjangan keluarga berdasarkan jumlah tanggungan △insentif berdasarkan kinerja △insentif kinerja manajemen △tunjangan menurut undang-undang. Kriteria membedakannya adalah ada tidaknya pemberian 'kerja yang ditentukan', dan karena insentif dan sebagainya berubah jumlah pembayarannya sesuai kinerja, ia tidak dapat dimasukkan ke dalam upah reguler. Oleh karena itu, perlu menelaah secara progresif dan menyeluruh kekurangan dalam surat kontrak kerja. Kedua, pengelolaan hubungan industrial harus diperiksa ulang. Proses seperti perjanjian kerja bersama membutuhkan waktu yang panjang. Terkadang konflik pun mencuat. Karena itu, meski terkesan mendasar, menyelenggarakan dewan musyawarah pekerja-pengusaha secara berkala dan mengadakan sesi penjelasan tentang isu terkait upah reguler juga menjadi cara. Selain itu, pemeriksaan atas agenda baru seperti pencatatan rapat dewan musyawarah pekerja-pengusaha serta pembentukan saluran komunikasi juga merupakan salah satu solusi. Sebab, sementara para praktisi perusahaan tenggelam dalam kegelisahan mendalam hingga kehilangan tidur karena masalah upah reguler, tidak sedikit pekerja yang menganggapnya ringan sekadar sebagai 'mungkin gaji akan naik'. Terakhir, penyiapan respons risiko. Teori dan kenyataan berbeda. Meski setelah dihitung tidak ada masalah, di lapangan dapat muncul keluhan yang tercampur ketidakpuasan. Dari sudut pandang perusahaan, meminimalkan risiko semacam ini adalah yang terpenting. Jika kepentingan berbenturan secara tajam, kemungkinan berujung ke gugatan pun tinggi. Nyatanya, banyak perusahaan seperti Ssangyong Motor, mitra Samsung Electronics, dan Industrial Bank of Korea pernah mengalami sengketa hukum karena masalah upah reguler. Untuk mencegah kejadian semacam ini, diperlukan cara memanfaatkan secara aktif sistem penanganan keluhan internal, atau menengahi secara bertahap dengan bantuan ahli eksternal seperti pengacara spesialis ketenagakerjaan. Tim Usaha Kecil Menengah <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca artikel lengkap]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/008/0005198433?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Jelang Perjanjian Kerja Bersama, 'Mimpi Berbeda di Ranjang yang Sama' soal Upah Reguler…Respons Praktisi yang Diajarkan Pengacara (buka tautan)</a>
Seoul Shinmun
2025-05-22
동거인에 생활비 준 40대 ‘강제집행 면탈’ 기소…법원 “은닉 의도 없다” 무죄 선고
40-an yang Memberi Biaya Hidup kepada Pasangan Tinggal Bersama Dituntut 'Penghindaran Eksekusi Paksa'... Pengadilan "Tidak Ada Niat Menyembunyikan" Bebas
Seorang perempuan berusia 40-an yang didakwa atas dugaan menyembunyikan harta untuk menghindari eksekusi paksa akibat wanprestasi diputus bebas setelah membuktikan bahwa tidak ada niat menyembunyikan. Menurut kalangan hukum pada tanggal 22, Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada tanggal 9 bulan lalu memutus bebas A berusia 40-an yang dilimpahkan ke persidangan atas dugaan seperti penghindaran eksekusi paksa. A dilimpahkan ke persidangan atas dugaan menyembunyikan 25 juta won selama 1 tahun sejak 2020 dengan tujuan menghindari eksekusi paksa akibat utang. Sebelumnya, pengadilan telah menjatuhkan keputusan pembayaran uang pinjaman kepada kreditor dan pencatatan A dalam daftar penunggak. Kejaksaan Korea Selatan menilai bahwa A menyembunyikan harta dengan cara mentransfer ke rekening orang yang tinggal serumah ketika menerima gaji dan lainnya ke rekening atas namanya sendiri. Kejaksaan juga memandang bahwa dalam proses ini A mengajukan permohonan pemulihan (rehabilitasi) dengan memanfaatkan berkurangnya total asetnya. Namun, A membantah dugaan dengan menyatakan bahwa ia mengirim biaya hidup kepada orang yang tinggal serumah, dan sebaliknya ketika kekurangan uang ia pun menerima dari orang tersebut. Ia juga mendalilkan bahwa tidak ada niat menyembunyikan harta karena ketika menempuh prosedur pemulihan ia telah menyerahkan seluruh buku daftar gaji dan riwayat transaksi rekening kepada pengadilan. Pengadilan menilai bahwa jumlah yang dikirim A kepada orang yang tinggal serumah tidak dapat dipandang berlebihan sebagai biaya hidup 2 orang dewasa, dan bahwa mereka merupakan komunitas ekonomi yang saling memberi dan menerima uang sesuai keadaan ekonomi dengan orang tersebut. Pengadilan juga menilai bahwa ketika menempuh prosedur pemulihan pun, A memperoleh keputusan dengan menyerahkan rincian penggunaan yang terperinci atas jumlah yang ditransfer kepada pengadilan. Pengacara Kim Won-sang dari Firma Hukum Daeryun yang mewakili A menyatakan, “Seandainya A hendak merugikan kreditor, ia tentu akan menerima gaji secara tunai dan tidak membuat riwayat transfer rekening, tetapi ia tidak melakukan hal itu dan menyerahkan riwayat transfer rekening apa adanya ke pengadilan pemulihan, dan tampaknya atas dasar hal itulah pengadilan memutus bebas.” Wartawan Jeong Cheol-uk <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca artikel selengkapnya]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/081/0003543356?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Orang berusia 40-an yang memberi biaya hidup kepada teman serumah didakwa ‘penghindaran eksekusi paksa’…pengadilan “tidak ada niat menyembunyikan” memutus bebas (kunjungi)</a>
Yonhap News dan 75 media lainnya
2025-05-22
SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송
1.000 pengguna SKT mengajukan gugatan ganti rugi 1 juta won per orang atas peretasan USIM
"해킹 노출·유심 교체로 현실적 불편" 위자료 청구 공동소송…1차 소장 접수 SK텔레콤(SKT) 유심 정보 해킹 사태와 관련해 이용자 1천여명이 회사 측을 상대로 집단적인 손해배상 청구 공동소송을 예고했다. 법무법인 대륜 김국일 대표는 22일 영등포구 소재 법인 사무실에서 기자회견을 열고 다음 주 초 SKT 이용자 1천여명을 대리해 1인당 100만원의 위자료를 지급하라는 소송을 제기할 계획이라고 밝혔다. 김 대표는 "개인정보 보호는 국민 신뢰의 문제이자 기업의 기본 책무이지만 SKT는 지금까지도 피해 규모나 경위에 대해 충분히 밝히지 않고 있다"고 주장했다. 이어 "이 사건은 역대 최대 규모의 유심 정보 유출 사고"라며 "장기간 해킹에 노출된 정황이 있으며, 피해자들은 유심 교체를 위해 생업을 제쳐두고 대리점을 방문하는 등 현실적인 불편을 겪었다"고 강조했다. 소송 신청자는 1만명 이상이지만 서류 취합까지 완료된 이들에 한해 우선 1차 소장을 접수하며 2차 모집을 지속할 예정이라고 로펌 측은 설명했다. 이번 사례처럼 다수 피해를 낳은 사건의 경우 여러 당사자가 공동소송 형태로 손배 소송을 진행하는 형태가 많다. 다수의 당사자가 참여하게 된다. 다만 일반인의 이해를 돕기 위해 통상 '집단소송'이라는 명칭으로 집단적 소송을 수행한다. 이는 민사소송법에 근거를 두고 있다. 민소법상 다수의 피해자가 함께 소송을 제기할 수 있는 방법으로 공동소송이 규정돼 있다. 김 대표가 예고한 손해배상 소송은 형사 고발과는 별건이다. 대륜은 지난 1일 SKT가 이용자들의 유심 관련 정보 관리를 등한시했다며 SKT 유영상 대표이사와 보안 책임자를 업무상 배임과 위계공무집행방해 등의 혐의로 고발했으며 전날 남대문경찰서에서 고발인 조사를 받았다. 최윤선(ysc@yna.co.kr) <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[기사전문보기]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/001/0015404426?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">연합뉴스 - SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/421/0008266685?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">뉴스1 - '유심 해킹' SKT 1000명, 1인당 100만원 손해배상 집단소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/001/0015404426?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">SBS - [바로이뉴스] "1인당 100만 원 위자료 청구" SKT 집단소송, 나도 동참할까? (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/448/0000529436?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">TV조선 - SKT 이용자들, 유심 해킹에 1인당 100만 원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/215/0001210160?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">한국경제TV - "1인당 100만원씩 배상하라"…SKT 이용자 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/055/0001260163?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">SBS - SKT 이용자 1천 명, 유심 해킹에 1인당 100만 원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/003/0013258256?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">뉴시스 - SKT 개인정보 유출 관련 이용자 1000명 손해배상 청구 소송한다 [뉴시스Pic] (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/422/0000742812?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">연합뉴스TV - SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/277/0005596731?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">아시아경제 - 법무법인 대륜 "SKT 손배액 10억"…최태원 고발 가능성도(종합) (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/374/0000441940?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">SBS Biz - 'SKT 유심 해킹' 1천명 손배소송…1인당 100만원 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.ngonews.kr/news/articleView.html?idxno=207184#google_vignette" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">한국NGO신문 - SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/015/0005135180?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">한국경제 - SKT 이용자 1000명, 차주 1인당 100만원 손배 소송 제기 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.slist.kr/news/articleView.html?idxno=645534" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">싱글리스트 - SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/003/0013258334?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">뉴시스 - 'SKT 해킹 사태' 고발인 측 "엄정·철저한 촉구"…'1000명 규모' 집단 소송 예고도 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/031/0000934389?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">아이뉴스24 - 유심 유출 피해자 1000여명, SKT 상대로 '1인당 위자료 100만원' 공동소송 추진 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/088/0000949203?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">매일신문 - '유심 해킹' SKT 이용자 1천명, 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/005/0001778085?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">국민일보 - SKT 이용자 1000명, 1인당 100만원 손배소 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/018/0006020496?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">이데일리 - "1인당 100만원 손배소"…'SKT 해킹사태' 법적 대응 본격화 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/374/0000441958?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">SBS Biz - "SKT 유출사고 역대급"…개보위장 강력 제재 시사 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/025/0003442700?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">중앙일보 - '유심 해킹' SKT 이용자 1000명, 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.asiatoday.co.kr/kn/view.php?key=20250522010011188" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">아시아투데이 - ‘SKT 집단소송’ 대륜 다음주 예고…법적 분쟁 가시화 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/023/0003906701?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">조선일보 - “정보 보호비 어디로?” SKT 첫 형사 고발한 법무법인 대륜, 1000명 집단 소송도 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/629/0000392154?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">더팩트 - 'SKT 해킹' 피해자 1000명 집단 손배소…총 10억 규모 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.newspim.com/news/view/20250522000425" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">뉴스핌 - '유심 해킹' SKT 이용자 1천명, 100만원 손해배상 공동소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.digitaltoday.co.kr/news/articleView.html?idxno=567484" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">디지털투데이 - SKT 이용자 1000명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/241/0003439179?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">일간스포츠 - SKT 유심 교체 323만명…이용자 1000명 위자료 100만원 소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/586/0000103853?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">시사저널 - '유심 해킹' SKT 이용자 1000명 소송…"1인당 100만원 배상" 요구 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.asiatime.co.kr/article/20250522500197" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">아시아타임즈 - 이용자 1천명, SKT에 1인당 100만원 손배소 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.goodnews1.com/news/articleView.html?idxno=447776" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">데일리굿뉴스 - SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손배 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/014/0005353253?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">파이낸셜뉴스 - SKT 이용자 1000명, '해킹 사태' 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/214/0001425713?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">MBC - SKT 이용자들, '유심 해킹' 1인당 1백만 원 손해배상 소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://it.chosun.com/news/articleView.html?idxno=2023092141322" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">IT조선 - 사용자 1000여명, SKT에 10억원대 집단 소송 제기 [SKT 유심 해킹] (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="http://www.m-economynews.com/news/article.html?no=54770" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">M이코노미뉴스 - SKT 이용자 1천명, 1인당 '100만원 손배소' 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/448/0000529479?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">TV조선 - '유심 해킹' SKT 이용자 1000명, 손해배상 소송…"1인당 100만 원 배상하라" (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/422/0000742860?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">연합뉴스TV - SKT 이용자 1천명 소송…"1인당 100만원 배상" (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/008/0005197831?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">머니투데이 - "SKT 고발 어떻게?" 1만건 쏟아져…'인당 100만원' 손배 소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.youthdaily.co.kr/news/article.html?no=185734" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">청년일보 - SKT 이용자 1천여명, 공동 손배소 예고…1인당 100만원 청구 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://hobbyen-news.com/news/view/1065589666331788" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">하비엔뉴스 - SKT 유심 해킹, 법정으로 번지는 분노…1천명 추가 집단소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="http://www.seouleconews.com/news/articleView.html?idxno=83670" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">서울이코노미뉴스 - SKT 이용자 1천명,유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.smartfn.co.kr/news/articleView.html?idxno=110522" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">스마트에프엔 - "SK텔레콤 이용자 1천명 대리 손해배상 소송" (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.ilyo.co.kr/?ac=article_view&entry_id=492938" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">일요신문 - ‘SKT 유심 해킹’에 이용자 1000명 1인당 100만 원 손해배상 소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.lawissue.co.kr/view.php?ud=2025052214453816529a8c8bf58f_12" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">로이슈 - 대륜, '고발인 조사서 SKT 정보보호 소홀 강조…다음주 손해배상 청구' (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.newscj.com/news/articleView.html?idxno=3272820" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">천지일보 - SKT 해킹에 이용자 1000명, 1인당 100만원 손배소 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.ebn.co.kr/news/articleView.html?idxno=1663749" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">EBN - SKT 고객 1000명, 집단 손해배상 소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/448/0000529513?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">TV조선 - '유심 해킹' SKT 이용자 1000명 소송 예고…"1인당 100만원" (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/025/0003442739?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">중앙일보 - SKT 유심 교체 300만명 넘어…"위자료 10만원 지급하라" 1000명 집단소송 [팩플] (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/214/0001425737?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">MBC - SKT 이용자, '유심 해킹' 1인당 1백만 원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.kizmom.com/news/articleView.html?idxno=100349" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">키즈맘 - SKT 이용자들, 유심 해킹 관련 집단 손해배상 소송 건다 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.autodaily.co.kr/news/articleView.html?idxno=531418" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">엠투데이 - SKT 이용자 1,000명, 유심 해킹 사태에 1인당 100만원 손해배상 집단소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/117/0003945865?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">마이데일리 - SKT 유심 해킹 피해자 1000명, ‘100만원씩 배상하라’ 공동소송 돌입 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/082/0001327048?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">부산일보 - SKT, 유심 수급이 교체 속도 결정…이심 활용 높여야 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.newsfc.co.kr/news/articleView.html?idxno=71405" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">금융소비자뉴스 - SKT 이용자 1천명 내주 집단소송..."1인당 100만원 손배 청구" (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.sisunnews.co.kr/news/articleView.html?idxno=224814" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">시선뉴스 - SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.businesspost.co.kr/BP?command=article_view&num=396272" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">비즈니스포스트 - SK텔레콤 가입자 1천여 명, 1인당 100만 원 집단 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.ltn.kr/news/articleView.html?idxno=48556" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">법률방송뉴스 - SKT 이용자 1,000명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.delighti.co.kr/news/articleView.html?idxno=96683" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">딜라이트닷넷 - SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 예정 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.newsquest.co.kr/news/articleView.html?idxno=245405" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">뉴스퀘스트 - SKT, 유심교체 323만명 돌파...일부 가입자 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.kbsm.net/news/view.php?idx=476047" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">경북신문 - SKT 이용자 1천명, 유심 해킹에 1인당 100만원 손해배상 소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.kyeongin.com/article/1740494" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">경인일보 - SKT 이용자 1000명 집단 손해배상 소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.4th.kr/news/articleView.html?idxno=2086566#google_vignette" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">포쓰저널 - [SKT 해킹] 집단소송 추가…"1천명, 인당 100만원" (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://woman.chosun.com/news/articleView.html?idxno=121062" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">여성조선 - ‘SKT 집단소송’ 대륜, “1인당 100만원 배상해야… 미국이었으면 망했다” (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/640/0000070596?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">코리아중앙데일리 - Plaintiffs chase 1 million won each in new class-action suit against SK Telecom over hack (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/658/0000107950?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">국제신문 - 대륜, ‘해킹 사태’ SKT 상대로 1인당 100만원 손배소 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/028/0002747224?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">한겨레 - “1인 100만원씩 배상”…SKT 이용자 1천명 소송 예고 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/020/0003636816?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">동아일보 - SKT 해킹 사태 한달…40만명 통신사 갈아탔다 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/009/0005497145?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">매일경제 - "1인당 100만원씩 배상하라" SKT 이용자 1천명 손배소 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.pointdaily.co.kr/news/articleView.html?idxno=249041" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">포인트데일리 - SKT 유심 해킹 피해자 1000명 집단소송… "최태원 회장까지 고발 검토" (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.ksmnews.co.kr/news/view.php?idx=541858" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">경상매일신문 - SKT 유심 해킹 피해고객 집단 손배소 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/422/0000743028?sid=161" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">연합뉴스TV - SKT 이용자 1천여 명 집단소송…100만원 위자료 청구 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/020/0003636929?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">동아일보 - SKT 이용 1000명 “1인당 100만원 위자료 지급하라” (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/214/0001425903?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">MBC - [와글와글 플러스] SKT 이용자 1천 명, 손배 '공동소송' (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://slownews.kr/137130" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">슬로우뉴스 - SK텔레콤 1000명 집단 소송. (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.newsverse.kr/news/articleView.html?idxno=7735" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">뉴스버스 - "SKT 해킹 노출·유심 교체로 현실적 불편" 위자료 청구 공동소송 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.greened.kr/news/articleView.html?idxno=326885" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">녹색경제신문 - SK텔레콤 유심 해킹 사태 고객 천여명 1인당 100만원 집단 손해배상 소송...사태 장기화 전망 (바로가기)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.tbc.co.kr/news/view?pno=20250522171942AE05653&id=195912" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">TBC - 유심해킹 SKT 이용자 1천명 소송예고...1인당 100만 원 (바로가기)</a>
Yonhap News dan 34 media lainnya
2025-05-21
경찰, 'SKT 해킹 늑장 대처 의혹' 고발인 소환(종합)
Polisi memanggil pelapor 'dugaan kelambatan respons peretasan SKT' (komprehensif)
Advokat pihak Daeryun "Mengkhianati tanggung jawab sosial dan kepercayaan rakyat…akan meminta pertanggungjawaban sampai tuntas" Terkait kontroversi bahwa SK Telecom (SKT) lamban menangani insiden peretasan, kepolisian pada tanggal 21 memanggil pihak pelapor. Kantor Polisi Namdaemun Seoul pada sore hari itu memanggil advokat Son Gye-jun dan Cheon Jeong-min dari Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas), yang melaporkan Direktur Utama SKT Yoo Young-sang dan penanggung jawab keamanan SKT atas sangkaan ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan serta menghalangi tugas pejabat dengan tipu daya, untuk menanyakan latar belakang pelaporan dan hal-hal lainnya. Sebelum pemeriksaan, advokat Son menggelar konferensi pers di pintu utama kantor polisi dan berkata, "Insiden kebocoran akibat peretasan SKT adalah kecelakaan keamanan terburuk dalam sejarah telekomunikasi," dan "Kami berharap fakta hubungannya terungkap dengan jelas melalui penyidikan yang menyeluruh atas pengkhianatan terhadap tanggung jawab sosial dan kepercayaan rakyat sebagai penyelenggara telekomunikasi dasar." Ia mendalilkan, "Berdasarkan data tahun 2024, rata-rata biaya investasi perlindungan informasi per orang dari dua penyelenggara telekomunikasi lain adalah 5.751 won, tetapi SKT hanya berinvestasi 3.531 won," dan "Terdapat selisih 2.220 won per orang, dan angka inilah yang ditetapkan sebagai nilai ingkar amanah. Jika dikalikan dengan jumlah pelanggan sekitar 24 juta orang, SKT telah memperoleh keuntungan tidak sah sebesar 54 miliar won melalui ingkar amanah." Advokat Son menegaskan, "Kami tidak berniat mencabut laporan dan bermaksud meminta pertanggungjawaban sampai tuntas." Kepada awak media yang menanyakan apakah menurutnya Ketua SK Chey Tae-won tidak memiliki tanggung jawab dalam insiden ini, advokat Cheon menjelaskan, "Direktur utama yang dapat dipastikan dalam salinan akta pendaftaran badan hukum (SKT) bukanlah Ketua Chey Tae-won, sehingga ada hal yang menyulitkan untuk meminta pertanggungjawaban pidana," dan menyatakan bahwa rencana pelaporan lanjutan belum ditetapkan. Sebelumnya, pihak Daeryun menyatakan, "Meskipun SKT menyadari perlunya penanganan urusan terkait penyimpanan dan pemanfaatan informasi USIM para pengguna, ia mengabaikan pengelolaannya," dan mengajukan surat laporan ke Kantor Polisi Namdaemun pada tanggal 1 lalu. Mengenai kecurigaan atas waktu SKT menyadari peretasan dan waktu pelaporannya, ia juga mendalilkan bahwa hal itu merupakan "pelanggaran hukum berat yang menghambat tanggapan awal yang tepat dari lembaga pemerintah." Kantor Polisi Namdaemun pada tanggal 23 mendatang juga akan melaksanakan pemeriksaan pelapor atas laporan Komite Tindakan Kesejahteraan Rakyat Kecil (Seomin-wi) terhadap Direktur Yoo dan Ketua Chey. Seomin-wi mendalilkan bahwa Ketua Chey dan pihak lain melakukan pelaporan yang tertunda meskipun sudah mengetahui fakta peretasan, sehingga melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Korea Selatan dan Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi Korea Selatan, serta peraturan lainnya. Di Satuan Siber Kepolisian Metropolitan Seoul, secara terpisah tengah berlangsung penyidikan yang mengejar dalang di balik insiden peretasan ini. Kim Jun-tae (readiness@yna.co.kr) <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca berita selengkapnya]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/001/0015403134?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Yonhap News - Kepolisian panggil pelapor 'dugaan penanganan lamban peretasan SKT' (ringkasan) (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/448/0000529229?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">TV Chosun - Kepolisian panggil pelapor 'dugaan penanganan lamban insiden peretasan SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/374/0000441752?sid=103" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">SBS Biz - Kepolisian panggil pelapor 'dugaan penanganan lamban insiden peretasan SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.tjb.co.kr/news05/bodo/view/id/75352/version/1" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">TJB Daejeon Broadcasting - Kepolisian panggil pelapor 'dugaan penanganan lamban insiden peretasan SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/055/0001259880?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">SBS - Hadir pada pemeriksaan pelapor 'peretasan SKT'…"keuntungan tidak sah 54,5 miliar won (buka tautan)"</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/003/0013256575?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Newsis - Kepolisian mulai menyidik peretasan USIM SKT…panggil pelapor (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.newspim.com/news/view/20250521000838" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Newspim - Kepolisian panggil pelapor 'insiden peretasan SKT'…"kecelakaan keamanan terburuk dalam sejarah" (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/008/0005197301?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Money Today - Kepolisian mulai menyidik secara resmi jajaran manajemen SKT dalam 'peretasan USIM' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/421/0008265175?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">News1 - Kepolisian panggil dan periksa pelapor 'dugaan penanganan lamban peretasan USIM SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/052/0002196043?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">YTN - Pemeriksaan pelapor SKT 'kebocoran informasi USIM'..."keuntungan tidak sah 54,5 miliar" (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/018/0006019925?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Edaily - Perang gugatan 'peretasan SKT' resmi dimulai…pihak pelapor "tidak ada pencegahan yang memadai" (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/469/0000865959?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Hankook Ilbo - Kepolisian mulai menyidik jajaran manajemen 'insiden peretasan SKT'… pemeriksaan pelapor (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/629/0000391922?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">The Fact - Kepolisian periksa pelapor peretasan SKT…"nilai ingkar amanah diperkirakan 54 miliar won" (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/022/0004037327?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Segye Ilbo - Kepolisian resmi menyidik dugaan penanganan lamban peretasan USIM SKT... panggil pelapor (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.newdaily.co.kr/site/data/html/2025/05/21/2025052100313.html" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">New Daily - Kepolisian panggil pelapor 'insiden peretasan SKT' … "melapor dengan lamban meski sudah menyadari peretasan" (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/014/0005352807?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Financial News - Kepolisian resmi menyidik 'insiden peretasan SKT'…pemeriksaan pelapor (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/079/0004026911?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Nocut News - "Kecelakaan keamanan terburuk dalam sejarah telekomunikasi"…Kepolisian periksa pelapor 'peretasan USIM SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.gokorea.kr/news/articleView.html?idxno=827519" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Gonggam Sinmun - Insiden peretasan terburuk SK Telecom…latar belakang masalah keamanan yang terungkap melalui pemeriksaan kepolisian (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.kdfnews.com/news/articleView.html?idxno=156863" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Korea Duty Free News - Kepolisian panggil pelapor 'dugaan penanganan lamban insiden peretasan SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.shinailbo.co.kr/news/articleView.html?idxno=2056111" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Shinailbo - Kepolisian panggil dan periksa advokat pelapor 'dugaan penanganan lamban peretasan USIM SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/056/0011955758?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">KBS - Kepolisian periksa pelapor terkait dugaan 'penanganan lamban peretasan SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/032/0003370991?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Kyunghyang Sinmun - Kepolisian panggil pelapor 'dugaan penanganan lamban peretasan SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/016/0002474460?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Herald Economy - Membidik jajaran manajemen SKT yang USIM-nya dibobol…Kepolisian panggil dan periksa pelapor 'insiden peretasan' [Sesang&] (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/422/0000742613?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Yonhap News TV - Kepolisian panggil pelapor 'dugaan penanganan lamban insiden peretasan SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/028/0002746993?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Hankyoreh - 'Reservasi daring' penggantian USIM SKT kacau sepanjang bulan…pelanggan gusar (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/082/0001326914?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Busan Ilbo - Kepolisian resmi menyidik insiden peretasan SKT (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.obsnews.co.kr/news/articleView.html?idxno=1484076#google_vignette" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">OBS - Kepolisian resmi menyidik 'insiden peretasan SKT'…panggil pelapor (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.weeklytoday.com/news/articleView.html?idxno=698147" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Weekly Today - [Weekly Today] Kepolisian resmi menyidik 'insiden peretasan USIM SKT'...panggil pelapor (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.nspna.com/news/?mode=view&newsid=756582" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">NSP Tongsin - Kontroksi 'tanggapan buruk' peretasan USIM SKT…Kepolisian mulai memeriksa pelapor (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/214/0001425548?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">MBC - Kepolisian periksa pelapor 'dugaan penanganan lamban peretasan SKT' (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.thepublic.kr/news/articleView.html?idxno=263767" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">The Public - "Melalui Tiongkok, menggunakan rentang IP Korea Utara"... dugaan Korea Utara sebagai dalang peretasan SKT meluas (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/422/0000742669?sid=161" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Yonhap News TV - Mulai menyidik jajaran manajemen 'peretasan USIM SKT'…penyidikan dalang peretasan juga (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/022/0004037506?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Segye Ilbo - "Indikasi informasi bocor SKT mengalir ke Singapura" (buka tautan)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.naeil.com/news/read/548854?ref=naver" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Naeil Sinmun - Kepolisian panggil pelapor 'dugaan penanganan lamban peretasan SKT' (buka tautan)</a>
Gyeonggi Ilbo
2025-05-21
변호사 3만6천명 시대…'고객 만족도 98%' 달성한 로펌 뭐가 다를까
Era Persaingan Firma Hukum... Firma Hukum Daeryun, Sebagian Besar Klien Menjawab 'Puas'
Melakukan survei mandiri terhadap 3.800 klien Meningkatkan keahlian penanganan perkara seperti analisis berbasis AI Daeryun "Akan terus memperkuat layanan hukum yang berpusat pada pelanggan" Di tengah kian ketatnya persaingan antar-firma hukum seiring bertambahnya jumlah pengacara belakangan ini, ada firma hukum yang mencapai kepuasan pelanggan tinggi sehingga menarik perhatian industri. Menurut kalangan hukum pada tanggal 21, Firma Hukum Daeryun baru-baru ini melakukan survei terhadap 3.800 klien yang mempercayakan perkara kepada Daeryun. Hasilnya, 98% responden menjawab 'puas'. Menurut Daeryun, ketika hasil itu diketahui, para pelanggan yang pernah menggunakan Daeryun meninggalkan ulasan di komunitas dan kafe terkait, "Di tengah setiap tahap penanganan dijelaskan dengan teliti, dan hal yang ingin ditanyakan pun langsung dijelaskan, sehingga sama sekali tidak ada rasa jengkel." Faktanya, Daeryun memiliki tim manajemen pelanggan sendiri dan menjalankan ‘layanan melekat yang berpusat pada komunikasi’. Selain itu, Daeryun membuat dan menjalankan organisasi per fungsi seperti pusat kepuasan pelanggan, markas manajemen beracara, dan markas pelaksana khusus, serta sistem analisis perkara berbasis AI. Seorang pihak Daeryun menjelaskan, "Sebagian besar pengguna layanan hukum tidak terbiasa dengan prosedur hukum yang rumit sehingga merasa cemas dalam proses penanganan perkara," dan "hanya firma hukum yang memiliki sistem komunikasi yang lancar di seluruh proses penanganan perkara seperti Daeryun yang akan memiliki keunggulan besar dalam membangun kepercayaan dengan para pengguna." Perwakilan Daeryun Kim Kuk-il mengatakan, "Hakikat layanan hukum pada akhirnya adalah manusia. Yang menggerakkan manusia adalah kepercayaan. Maka, layanan hukum berkualitas tinggi bermula dari menghapus kecemasan pelanggan dan memperoleh kepercayaan," dan "Daeryun akan terus memperkuat layanan yang berpusat pada pelanggan bersama peningkatan mutu layanan hukum agar pelanggan dapat mempercayakan perkara dengan tenang dari awal hingga akhir." Sementara itu, setelah pengenalan sistem sekolah hukum belakangan ini, jumlah pengacara meningkat pesat. Menurut Asosiasi Pengacara Korea, jumlah pengacara terdaftar yang pada 2009 sebelum pengenalan sekolah hukum berada di kisaran 10.000 orang, tahun lalu meningkat hampir 3 kali lipat menjadi sekitar 36.000 orang. Sebagian pihak menyoroti bahwa ketika persaingan penerimaan kuasa yang berlebihan berlanjut akibat bertambahnya jumlah pengacara, "banyak firma hukum yang hanya menaruh perhatian besar hingga tahap penerimaan kuasa lalu lalai dalam penanganan setelahnya." Wartawan Yoon Jun-ho delo410@kyeonggi.com <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca artikel selengkapnya]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/666/0000073246?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Era persaingan firma hukum…Firma Hukum Daeryun, sebagian besar pelanggan menjawab 'puas' (buka tautan)</a>
MoneyS
2025-05-21
회사 정보 유출 혐의받던 지점장 '불기소' 처분… 이유는
Kepala cabang yang didakwa kebocoran informasi perusahaan 'tidak dituntut'... alasannya
Seorang pria yang dilimpahkan ke Kejaksaan Korea Selatan atas dugaan membocorkan informasi penting perusahaan ke perusahaan lain dan sebagainya memperoleh penetapan tidak ada dugaan. Kejaksaan Distrik Daejeon pada Maret lalu menjatuhkan penetapan tidak dituntut terhadap A berusia 40-an yang didakwa penyalahgunaan kepercayaan dalam jabatan dan penipuan. A didakwa dengan dugaan bahwa selama sekitar 1 tahun 6 bulan sejak Oktober 2023, saat bekerja sebagai kepala cabang wilayah sebuah perusahaan penjualan, ia menyerahkan data yang diperlukan untuk usaha perusahaan ke perusahaan lain sehingga menimbulkan kerugian sekitar 83 juta won Korea Selatan. A menyangkal dugaan. Ia mendalilkan bahwa ia masuk kerja atas rekomendasi kepala pusat wilayah B dan di perusahaan hanya menangani pengelolaan gaji, serta sama sekali tidak mengetahui keberadaan data yang bocor itu sendiri. Kejaksaan Korea Selatan menjatuhkan keputusan tidak dituntut. Alasannya karena A tidak menandatangani kontrak kerja dengan kantor pusat. Sebagai dasarnya, Kejaksaan Korea Selatan menyebutkan 'surat kontrak penunjukan' yang ditandatangani antara kepala pusat B dan kantor pusat. Dalam kontrak tersebut termuat isi bahwa 'semua pekerja pusat adalah milik B, dan apabila terjadi sengketa hukum, tanggung jawabnya ditanggung oleh B'. Kejaksaan Korea Selatan menjelaskan, "Karena seluruh kewenangan atas data perusahaan dimiliki B, A sulit dipandang sebagai 'orang yang mengurus urusan orang lain'." Pengacara Firma Hukum Daeryun Choi Hyeon-deok yang mewakili A menjelaskan, "Agar tindak pidana penyalahgunaan kepercayaan terbentuk, harus diakui bahwa 'orang yang mengurus urusan orang lain' menimbulkan kerugian harta pada pihak lawan melalui perbuatan yang melanggar tugas," dan "A tidak menerima pengelolaan·pengawasan langsung perusahaan dan subjek pengurus yang sebenarnya adalah B, sehingga tidak memenuhi syarat tindak pidana penyalahgunaan kepercayaan." Wartawan Hwang Jeong-won (jwhwang@mt.co.kr) <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca artikel selengkapnya]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/417/0001078388?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Kepala cabang yang didakwa membocorkan informasi perusahaan mendapat penetapan 'tidak dituntut'… alasannya (buka tautan)</a>
Seoul Shinmun dan 4 media lainnya
2025-05-21
법무법인 대륜, 美 김앤코 공인회계법인과 MOU…국경 초월 자문력 강화
Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas), 美 dan MOU… konsultasi penguatan
Firma Hukum Daeryun mengumumkan pada tanggal 21 bahwa baru-baru ini pihaknya menandatangani perjanjian kerja sama dengan firma akuntansi kepentingan publik Kim & Co. (KIM & CO., CPA PC GROUP) yang berkantor pusat di LA, Amerika Serikat. Hal itu untuk memperkuat daya saing konsultasi lintas batas dan mempercepat penetrasi ke pasar hukum global. Berdasarkan perjanjian ini, Daeryun berencana meningkatkan layanan perpajakan, akuntansi, dan hukum yang disesuaikan bagi klien korporasi maupun perorangan di Amerika Serikat, serta membangun sistem konsultasi majemuk yang mampu menangani secara menyeluruh melampaui batas negara. Upacara perjanjian digelar pada tanggal 16 lalu di kantor cabang Kantor Pusat Seoul Firma Hukum Daeryun, dan dihadiri oleh pengacara perwakilan Daeryun Park Dong-il, pengacara Amerika Serikat Kim Mi-a, dan direktur utama firma akuntan publik Kim & Co. Kim Seong-gu. Firma akuntan publik Kim & Co. selama ini menyediakan layanan bagi perusahaan yang menjalankan usaha di Amerika Serikat dan Korea, yaitu ▲konsultasi hukum pajak federal dan negara bagian Amerika Serikat ▲dukungan penyusunan laporan keuangan sesuai standar akuntansi ▲inkubasi usaha di Amerika Serikat ▲layanan konsultasi investasi nonimigran seperti visa E-2. Dengan memiliki sistem komputerisasi berbasis daring seperti konsultasi video, layanan diberikan tanpa batasan ruang dan waktu. Sesuai perjanjian, kedua perusahaan bekerja sama dalam ▲pendirian badan hukum dan perizinan di Amerika Serikat ▲konsultasi pajak dan akuntansi internasional ▲konsultasi investasi dan visa ▲penanganan bersama isu hukum lintas batas antara Korea dan Amerika Serikat ▲pengembangan solusi terpadu yang disesuaikan bagi klien ▲pembangunan sistem konsultasi bersama daring, dan lainnya. Direktur utama Kim & Co. Kim Seong-gu menyatakan, “Melalui kolaborasi dengan Daeryun, kami memperoleh landasan untuk memberikan konsultasi yang lebih luas dan cermat kepada klien di Amerika Serikat. Kami akan menganalisis secara cermat sistem hukum pajak Amerika Serikat yang berbeda antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian, dan berdasarkan hal itu menyiapkan strategi yang efektif untuk mendukung secara aktif penetrasi klien ke pasar global.” Pengacara perwakilan Daeryun Park Dong-il menyatakan, “Di era konsultasi global, kolaborasi yang organik lebih penting daripada penanganan sendiri, dan dengan perjanjian ini kami berharap dapat memadukan keahlian kedua perusahaan untuk mengelola risiko hukum dan perpajakan klien secara proaktif serta mendukung pertumbuhan yang nyata.” Sementara itu, Daeryun berencana membuka kantor Amerika Serikat di One World Trade Center (1WTC) Manhattan, New York, paling cepat pada Juni mendatang, dan memulai pengoperasian basis lokal global. Wartawan Jeong Cheol-uk <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca Artikel Selengkapnya]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/081/0003542993?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">서울신문 - Firma Hukum Daeryun, MOU dengan firma akuntan publik Kim & Co. AS…memperkuat kapasitas konsultasi lintas batas (Kunjungi)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.tfmedia.co.kr/news/article.html?no=190346" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">조세금융신문 - Daeryun-firma akuntan publik Kim & Co. AS jalin perjanjian kerja sama…kerja sama pendirian badan hukum‧perizinan, konsultasi pajak‧investasi internasional, dll. (Kunjungi)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/123/0002359475?sid=101" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">조세일보 - Firma Hukum Daeryun, MOU dengan KIM&CO AS…memperkuat posisi mega law firm global (Kunjungi)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.venturesquare.net/969879" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">벤처스퀘어 - Firma Hukum Daeryun, menandatangani perjanjian kerja sama dengan firma akuntan publik Kim & Co. (Kunjungi)</a>
Law Issue
2025-05-20
변호사가 설명하는 이혼 양육권·양육비 분쟁 대응방법
Cara Menghadapi Sengketa Hak Asuh dan Biaya Pengasuhan Anak dalam Perceraian Menurut Pengacara
Ada perkara yang, ketika pasangan yang memiliki anak di bawah umur bercerai, dipersengketakan sesengit uang santunan. Yaitu sengketa hak asuh anak mengenai siapa yang akan membesarkan anak. Karena pengasuhan adalah masalah besar yang dapat menentukan hidup anak, hal itu diputuskan secara hati-hati berdasarkan berbagai data. Ada ucapan yang sering dilontarkan banyak pasangan saat mendalilkan hak asuh. Yaitu 'saya lebih baik merawat anak dibanding pihak lawan'. Namun, ini kesalahpahaman; pengadilan menilai berpusat pada 'kesejahteraan anak' alih-alih dalil orang tua. Sederhananya, alih-alih siapa yang lebih menyayangi anak, dipertimbangkan siapa yang telah lebih berkontribusi nyata pada pengasuhan dan dapat menyediakan lingkungan yang stabil serta emosional ke depan. Oleh karena itu, untuk mendalilkan hak asuh diperlukan bukti objektif bahwa diri sendiri lebih mencurahkan tenaga pada pengasuhan. Misalnya, jurnal pengasuhan atau foto yang memuat catatan mengantar-jemput anak ke sekolah atau menemani ke rumah sakit. Selain itu, menekankan bahwa dengan pekerjaan yang stabil atau tingkat pendapatan yang tinggi dapat menyediakan lingkungan ekonomi dan emosional yang baik bagi anak juga penting. Selain itu, bila anak sudah bersekolah, catatan kehidupan sekolah, surat pendapat wali kelas, dan catatan kegiatan setelah sekolah pun dapat termasuk bukti. Sebaliknya, bila pihak lawan memiliki alasan yang menyulitkan untuk mendalilkan hak asuh, dapat pula mengajukan data yang membuktikan keadaan merugikan atas hal itu. Misalnya, menjelaskan bahwa pengasuhan bisa bermasalah akibat sering minum, kekerasan, atau ketidakhadiran dalam waktu lama. Masalah yang pasti harus ditangani bersama hak asuh adalah biaya pemeliharaan anak. Namun, biaya pemeliharaan anak pun merupakan ranah yang banyak dipersengketakan sehingga kesepakatan sering mengalami kesulitan. Karena itu, Pengadilan Keluarga Seoul menyediakan 'tabel standar penghitungan biaya pemeliharaan anak' untuk meminimalkan konflik, yang didasarkan pada pendapatan gabungan sebelum pajak orang tua dan usia anak. Namun, itu hanya data acuan bila kesepakatan biaya pemeliharaan anak tidak tercapai, dan pengadilan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan keadaan konkret pasangan. Selain itu, meski bercerai tanpa kesepakatan khusus mengenai biaya pemeliharaan anak, dimungkinkan menuntut 'biaya pemeliharaan anak masa depan' yang diperlukan hingga anak di bawah umur menjadi dewasa beserta 'biaya pemeliharaan anak masa lampau' atas fakta membesarkan anak seorang diri sejak saat perceraian. Pengacara Firma Hukum Daeryun Cheonan Kwak So-yeong menyampaikan, "Yang penting dalam sengketa hak asuh dan biaya pemeliharaan anak adalah mengembangkan dalil logis yang berpusat pada hak anak. Perbuatan emosional seperti mengatakan kehendak mengasuh kuat atau mencela pihak lawan tidak membantu penyelesaian sengketa," dan "namun, karena sifat gugatan perceraian yang menguras emosi berat, sangat besar kemungkinan tidak memahami standar dan prosedur yang rumit atau salah menilai. Oleh karena itu, harus menyusun desain dan strategi hukum untuk memperoleh hak asuh berdasarkan bantuan pengacara spesialis perceraian dan sebagainya." Jurnalis Jin Ga-yeong Lawissue (news@lawissue.co.kr) <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca artikel selengkapnya]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://www.lawissue.co.kr/view.php?ud=202505201121241006cf2d78c68_12" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Cara tanggapan sengketa hak asuh dan biaya pemeliharaan anak perceraian yang dijelaskan pengacara (kunjungi tautan)</a>
KBC Gwangju Broadcasting
2025-05-20
'보이스피싱 수거책' 20대 여성, 무죄..왜?
Perempuan usia 20-an sebagai 'kurir penipuan telepon' dinyatakan tidak bersalah.. Mengapa?
Seorang perempuan berusia 20-an yang didakwa dengan sangkaan menerima uang tunai dari para korban voice phishing lalu menyerahkannya kepada organisasi kejahatan dijatuhi putusan bebas. Menurut kalangan hukum pada tanggal 20, Pengadilan Distrik Gwangju pada tanggal 23 bulan lalu menjatuhkan putusan bebas terhadap A, perempuan berusia 20-an yang dibawa ke persidangan atas sangkaan penipuan. A disangka pada tahun 2023 menerima sekitar 180 juta won Korea Selatan dari 5 korban voice phishing dan menyerahkannya kepada para anggota organisasi terkait. Kejaksaan Korea Selatan menilai bahwa A bersekongkol dengan organisasi voice phishing dan berperan sebagai penagih (kurir pengumpul uang). Namun, A membantah sangkaan tersebut dengan menyatakan bahwa anggota organisasi voice phishing mendekatinya dengan menyamar sebagai pihak perusahaan trust setelah melihat riwayat hidup yang ia unggah di situs lowongan kerja. Ia juga mendalilkan bahwa perusahaan trust tersebut mudah ditemukan di internet sehingga sulit mencurigainya sebagai kejahatan. Selain itu, A menekankan bahwa saat menjalankan pekerjaan penyerahan uang tunai ia merasa ada yang mencurigakan, lalu segera mendatangi instansi penyidik dan menyerahkan diri. Majelis hakim menyampaikan alasan penjatuhan pidana, "Memang timbul kecurigaan bahwa terdakwa bertindak sebagai penagih sambil menyadari itu perbuatan pidana, karena cara transaksinya sulit dipandang lazim, seperti menerima sejumlah uang yang cukup besar tanpa komunikasi yang berarti", namun "jumlah yang diterima terdakwa pun hanya sekitar 2 juta won Korea Selatan sehingga tidak dapat dipandang sebagai uang yang terlalu besar, dan ketika mencurigai adanya kejahatan ia bahkan menolak instruksi organisasi voice phishing. Seandainya ia mengetahui, meski secara dolus eventualis, bahwa dirinya terlibat dalam perbuatan penipuan, ia tentu tidak akan menyerahkan diri". Pengacara Kwak Min-seop dari Firma Hukum Daeryun yang mewakili A menyampaikan, "A menyebutkan nama aslinya dalam proses menerima uang dari para korban, dan biaya transportasi maupun makan pun ia selesaikan dengan menggunakan kartu atas namanya sendiri", serta "karena tidak ada niat menipu, ia tidak melakukan perbuatan menyembunyikan identitas, dan tampaknya majelis hakim pun mengakui hal ini sehingga menilai ia tidak bersalah". Jeong Ui-jin (jej88@ikbc.co.kr) <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca artikel selengkapnya]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/660/0000085612?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Perempuan berusia 20-an 'penagih voice phishing', bebas..mengapa? (kunjungi)</a>
Financial News dan 4 media lainnya
2025-05-20
대륜 “SKT, 업무상 배임액 최소 545억…시대흐름 거슬러”
Daeryun "SKT, Kerugian Ingkar Amanah dalam Jabatan Minimal 54,5 Miliar Won... Melawan Arus Zaman"
Setelah pengaduan·pelaporan pada tanggal 1, mengajukan tambahan surat alasan pelengkap “Nilai investasi perlindungan informasi per pelanggan 3.531 won…tidak mencapai rata-rata operator seluler lain” Pemeriksaan pelapor dijadwalkan pukul 15.00 tanggal 21 di Kantor Polisi Namdaemun, Seoul Terkait peristiwa kebocoran informasi USIM SK Telecom (SKT), Firma Hukum Daeryun, yang pada awal bulan ini mengajukan pengaduan·pelaporan terhadap para penanggung jawab, kini mengajukan tambahan surat alasan pelengkap dan mendesak penyidikan cepat oleh kepolisian. Firma Hukum Daeryun pada tanggal 20 menyatakan bahwa mereka baru saja mengajukan surat alasan pelengkap pengaduan·pelaporan ke Kantor Polisi Namdaemun, Seoul, yang menangani penyidikan terkait peristiwa SKT. Sebelumnya, Daeryun pada tanggal 1 telah mengajukan pengaduan·pelaporan terhadap Direktur Utama SK Telecom, Yu Yeong-sang, dan penanggung jawab keamanan, dengan sangkaan tindak pidana ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan·menghalangi pelaksanaan tugas pejabat dengan tipu daya, dan lain-lain. Alasannya, meskipun menyadari pentingnya penyimpanan·pemanfaatan informasi terkait USIM, mereka mengabaikan pengelolaannya, dan setelah pertama kali mengetahui indikasi anomali pada sistem internal pun, mereka terlambat melakukan ‘pelaporan palsu yang mengecilkan’ kepada Badan Internet dan Keamanan Korea. Melalui surat alasan pelengkap tambahan kali ini, Daeryun menyoroti bahwa meskipun SKT memiliki jumlah pelanggan terbanyak, sejak 2019 mereka konsisten mengeluarkan biaya investasi perlindungan informasi yang lebih kecil daripada KT. Khususnya, KT menaikkan biaya investasi perlindungan informasi 2024 dibandingkan 2022 sekitar 19,6 miliar won, dan LG Uplus juga menambah anggaran lebih dari 33,9 miliar won, sedangkan SK Broadband hanya menambah sekitar 3,3 miliar won, sehingga Daeryun menunjukkan bahwa mereka menunjukkan sikap yang berlawanan dengan arus zaman. Selain itu, Daeryun menjelaskan bahwa per Desember tahun lalu, nilai investasi perlindungan informasi per pelanggan SKT sebesar 3.531 won, tidak mencapai rata-rata dua operator seluler lain (KT·LG Uplus) sebesar 5.751 won. Daeryun lalu menekankan bahwa badan hukum SKT, dengan tidak menjalankan kewajiban mengelola·memanfaatkan informasi USIM pelanggan, memperoleh keuntungan senilai minimal total sekitar 54,5 miliar won (=2.200 won X sekitar 24 juta pelanggan) sehingga memikul kesalahan tindak pidana ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan. Terlebih lagi, ia juga menunjukkan fakta bahwa para teradu·terlapor tidak memasang program keamanan seperti antivirus untuk mencegah kode berbahaya, dan berbeda dari operator jaringan seluler lain, menyimpan informasi terkait USIM dalam teks biasa (plaintext) tanpa enkripsi. Pengacara Daeryun, Son Gye-jun, berkata, “Dapat dipastikan bahwa Badan Internet dan Keamanan Korea memiliki tugas resmi berupa permintaan pelestarian data dan penyerahan dokumen untuk memastikan insiden serta melakukan pemeriksaan lapangan,” dan “dalam kasus Badan Internet dan Keamanan Korea, sesuai laporan, perkara dialihkan ke Pusat Cyber One-Stop internal, dan polisi yang ditugaskan dari Badan Kepolisian Nasional menanganinya. Karena diakui bahwa tugas-tugas ini terhambat akibat pelaporan palsu yang terlambat, tindak pidana menghalangi pelaksanaan tugas pejabat dengan tipu daya jelas terbukti.” Kantor Polisi Namdaemun, Seoul, akan melakukan pemeriksaan pelapor pukul 15.00 tanggal 21 mendatang, dengan Pengacara Daeryun, Son Gye-jun·Cheon Jeong-min, dijadwalkan hadir. Perwakilan Manajemen Daeryun, Kim Guk-il, menyatakan, “Saat ini Daeryun tengah mengumpulkan para korban terkait peristiwa SKT dan menyiapkan gugatan kelompok, dan sudah ribuan pertanyaan masuk,” dan “melalui respons perdata·pidana, kami akan berupaya sekuat tenaga hingga akhir agar para korban memperoleh penyelamatan yang nyata dan para penanggung jawab peristiwa ini mendapat hukuman yang setimpal.” Reporter Park Jae-gwan (paksunbi@fnnews.com) <span style="background-color:hsl(180,75%,60%);color:rgb(48,48,56);font-family: 'SUIT';"><b>[Baca artikel lengkap]</b></span> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/014/0005352143?sid=102" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Financial News - Daeryun “SKT, nilai ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan minimal 54,5 miliar…berlawanan dengan arus zaman” (kunjungi)</a> <a rel="nofollow" href="https://www.ajunews.com/view/20250520143915142" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Aju Business Daily - [Lounge Firma Hukum] Daeryun "SKT, nilai ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan minimal 54,5 miliar...berlawanan dengan arus zaman" ​​​​​​​ (kunjungi)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/029/0002956014?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Digital Times - Kepolisian mulai menyidik perkara pelaporan atas jajaran manajemen·penanggung jawab keamanan peristiwa peretasan SKT (kunjungi)</a> <a rel="nofollow" href="https://n.news.naver.com/mnews/article/015/0005134335?sid=105" target="blank" style="font-family: 'SUIT';">Korea Economic Daily - Pelanggan SKT, per orang hanya '3.000 won'…investasi perlindungan informasi 'lemah' (kunjungi)</a>
Ada pertanyaan lain?
Menu Cepat

KakaoTalk